Kuliner Sukabumi memikat hati: Nasi Kuningnya banjir, Pisang Cokelatnya meledak di mulut
Sukabumi memang identik dengan mochi yang kenyal dengan kombinasi gurihnya kacang. Namun sebenarnya masih banyak makanan lain yang menawan lidah. Kalau sedang ke Salabintana, ada kedai yang menawarkan aneka Sate, mulai dari ayam, kambing, sapi, sampai kelinci. Ada juga camilan Pisang Cokelat yang meledak di mulut. Masih kurang? Cobalah Nasi Kuning Banjir di kawasan Odeon. Warung Sate Salabintana Anda mau berwisata ke Salabintana? Sempatkanlah mampir sejenak di Jl. Salabintana KM 5. Hp 081573072589. Di sana ada warung sate milik Bpk. Cecep (44). Satenya ada bermacam-macam, lo. Di antaranya Sate Ayam, Kambing, dan Sate Sapi Maranggi. Namun yang jadi andalan tentunya Sate Kelinci yang sudah dijual sejak tahun 1990. "Dulu saya jual di dekat Salabintana," ujarnya. Sate kelinci disajikan bersama saus kacang kental, plus seiris jeruk limau. Karena sudah kaya pengalaman, tentu saja Satenya lezat, empuk, seperti daging ayam. Sedangkan Sate Maranggi Sapi sudah direndam bumbu manis terlebih dulu, lalu dibakar hingga terbentuk karamel dan matang. Sate disajikan bersama saus kecap, bercampur irisan jeruk limo, bawang merah, tomat, dan cabai rawit. Rasanya dahsyat dinikmati dalam sejuknya hawa Salabintana. Selain dibuat Sate, kelinci, kambing, dan ayam juga disajikan dalam bentuk Sop panas yang tak kalah nikmat. Masih kurang? Boleh coba Nasi Gorengnya yang patut diacungi jempol. Disajikan tercetak mangkuk, berisi daging yang royal, telur, dan bumbunya yang kemerahan. Menu ditawarkan mulai Rp 11.500-Rp 18 ribu per porsi, sudah termasuk nasi. Jika suka, tersedia juga ikan nila, mas, patin, bawal, dan gurami yang dibakar, lalu disajikan dengan sambal dabu-dabu. Kedai ini baru pindah 4 bulan lalu. Konon, lahan yang lama tengah bersengketa. namun Cecep kini lebih senang karena lokasi kedainya lebih mudah disinggahi pengunjung karena terletak di jalan raya. Omsetnya pun meningkat. Kini dalam seminggu ia butuh 20 ekor kelinci untuk masakannya. Kedai bernuansa bambu ini memiliki 2 lantai dengan gaya lesehan. Setidaknya 80 pengunjung bisa terakomodasi di kedai miliknya. Pondok Mi Batok Nah, satu lagi menu unik ditawarkan kota yang terkenal dengan Kue Moci ini. Namanya Pondok Mi Batok yang usianya menjelang 1 tahun berdiri. Sebenarnya apa sih Mi Batok? "Jadi menu Mi Bakso kami sajikan dalam batok kelapa yang dijadikan mangkuknya," terang Ayep Supiyansyah (38), pemilik kedai. Penyajiannya cukup menarik. Selain tujuan artistik, Ayep juga ingin mengangkat konsep alami dalam penyajiannya. Jadi tak hanya batok yang digunakan, namun juga dalam menunya. Sebut saja menu Mi Ijo, Mi Ungu, dan Mi Item. Semuanya dibuat dari bahan alami tanpa pewarna kimia buatan. Untuk menu Mi Ijo, Ayep menggunakan daun Katuk. Ternyata setelah mencoba membuat mi dari sayuran sawi atau bayam, warnanya luntur dan pucat. "Warna solid ternyata justru bisa didapat dari daun katuk," jelasnya. Sedangkan Mi Ungu dibuat dari ubi ungu, dan Mi Hitam dari tinta cumi. Semua mi disajikan dengan Bakso, Sayur Sawi, Daging Ayam, Ceker, dan Pangsit Hijau berbahan Bayam. Khusus Mi Item dan Mi Ungu hanya tersedia pada saat akhir pekan. "Sehari-hari memang lebih banyak yang suka Mi Hijau," imbuhnya. Menu ini dibandrol antara Rp 8 ribu-rp 13 ribu. Selain itu juga tersedia Nasi Goreng Dadar Cumi yang berselimutkan dadar telur yang dibungkus seperti kebab. Ayep juga melengkapi kedainya dengan aneka Jus Buah, termasuk kombinasi Jus Indonesia yang berwarna merah putih, dan Jus Pelangi yang warna-warni. Kedai ini terletak di Jl. Raya Cisaat No. 116. Hp. 0913 9933 68079. Pondok bernuansa bambu dan lesehan ini pun mampu menampung hingga 100 pengunjung. Buka mulai pukul 10.00-21.00. Lokasinya tak jauh dari alun-alun Cisaat. Tomyam Bu Wati Menu Tomyam memang bukan dari Sukabumi, bahkan Indonesia. Menu ini berasal dari Thailand. Namun di Sukabumi, kedai Tomyam Bu Wati ternyata begitu digemari, Maklum saja, kedai ini memang pelopor menu Tomyam, hingga disukai warga Sukabumi dan mengundang sejumlah kedai lain untuk ikut menjualnya. Tomyam ini buatan Bpk. Herman (65) dan istrinya, Ny. Wati (58). Meskipun dijual di kota Sukabumi yang relatif kecil, namun rasanya benar-benar mantap. Tak mengherankan karena Herman belajar langsung di Thailand untuk memasak Tomyam asli negeri gajah putih. "Dulu sekitar 2003-2004 saya sempatkan belajar ke sana," ujarnya pria yang dulu kerap mengurus tenaga kerja ke luar negeri ini. Setelah punya resep paten, Herman dan istrinya langsung menjualnya di Sukabumi. Meskipun awalnya sulit, akhirnya kini menu Tomyam sudah dikenal dan jadi salah satu primadona. Jenis Tomyamnya tersedia versi orosinal dan modifikasi. Yang asli menggunakan udang dan cumi, sedangkan modifikasinya menggunakan ayam, kambiong, dan sapi plus tambahan sayur wortel, jamur kuping, jamur tiram, dan kembang kol. Rasanya betul-betul segar dengan tingkat kepedasan bisa disesuaikan selera. Kuahnya kemerahan dengan tambahan serai, daun jeruk, bawang bombay dan cabai rawit. "Kalau asli Thailand, asamnya sangat kuat. Untuk di Sukabumi, kami kurangi sedikit," ujar pria asal Tegal ini. Kedai ini buka mulai pukul 08.00-21.30. Lokasinya terletak di Jl. A. Yani No. 31. Telp (0266) 222958. Kedai ini berkapasitas pengunjung mencapai 50 kursi. Selain Tomyam, kedai ini juga menyediakan menu Tongseng, Sop, Gulai, dan masakan Asam Manis. Setiap 4-5 hari, Herman mengaku membuat 3 kilogram Pasta Tomyam untuk berjualan. Nasi Kuning Banjir Odeon Anda ingin menikmati kuliner malam klasik ala Sukabumi? Datang saja ke kawasan Jl. Pajagalan atau lebih dikenal dengan nama Odeon karena lokasinya berdekatan dengan Vihara Odeon. Kawasan ini mulai ramai menjelang pukul 17.00-22.00. Cukup singkat memang, sehingga begitu buka, langsung ramai pembeli. Namun jangan membayangkan tempat sejenis pujasera atau warung yang tertata rapi. Kedai-kedai di sepanjang jalan ini memanfaatkan halaman rumah warga yang disulap jadi kedai sederhana di sepanjang trotoarnya. Namun itu tak mengurangi minat warga Sukabumi untuk berkuliner ria di sini. Salah satu yang menarik adalah Nasi Kuning Banjir. Kedai milik pasangan suami istri Bpk Kirkam (50) dan Ny Narsih (45) ini sudah 13 tahun berjualan di sini. Lalu mengapa menu andalannya disebut Nasi Kuning Banjir? "Nasi Kuningnya memang dibanjiri kuah sayur," ujarnya. Sajian ini memang unik. Menyajikan Nasi Kuning yang diberi lauk standar berupa Orek Tempe dan Sambal Goreng Kentang. Sementara lauk utamanya bisa memilih sendiri seperti Gulai Kulit Sapi, Empal, Rendang, Tempe Goreng, Kari Tahu, Telur Dadar, Telur Balado, Perkedel Kentang, Gulai Jengkol, hingga Ayam Goreng. Nasi Kuning polos dijual Rp 5 ribu. Sedangkan lauk tambahannya dijual antara Rp 1.000-Rp 6 ribu. Setelah memilih lauk, nasi lalu diguyur dengan sayur labu berkuah. "Nah, inilah yang membuat namanya Nasi Kuning Banjir," terang Kirkam. Nasi disajikan dengan tambahan kerupuk dan sambal. Selain itu, Kirkam juga kerap melayani pemesanan tumpeng untuk berbagai acara. Selain Nasi Kuning Banjir, kawasan ini juga tersedia penjaja Sekoteng, Bubur, hingga Mi Goreng non halal yang ramai sekali. Pisang Cakra Sudah lebih dari 1 tahun pisang cokelat alias Piscok meramaikan kuliner di Sukabumi. Nama yang paling kondang tentu saja Kedai Piscok Cakra. Lokasinya ada dua. Pertama di Toserba Tiara, Jl. Arif Rahman Hakim. Telp (0266) 9114606. Sedangkan gerai keduanya yang baru berdiri 4 bulan lalu terletak di Pertokoan CIbatu Indah, Cisaat. Telp (0266) 9141166. Apa sih, yang membuatnya berbeda dengan pisang cokelat yang lain? Anda patut mencicipinya dulu. Pisang cokelat buatan Ny. Narsih ini punya racikan khusus yang membuatnya berbeda. Sesuai namanya, bahan utamanya jelas pisang dan cokelat. Namun kemasannya yang patut diacungi jempol untuk mendobrak pasar. Penganan ini menggunakan kulit lumpia yang dilipat sedemikian rupa hingga rapat. Isinya berupa potongan pisang dan cokelat cair. Pisang lalu digoreng hingga matang kecokelatan. Penyajiannya ada dua. Bisa polos, atau Pisang Cokelat Keju. Uniknya, pisang ini menyimpan kejutan jika tak pandai menyantapnya. Bisa-bisa cokelat cairnya meledak dan muncrat. Namun meski demikian, inilah yang menjadi daya tariknya. Beberapa pengunjung bahkan berbagi cara menyantap pisang ini dengan caranya masing-masing. Ada yang menyantap pisang secara vertikal agar cokelatnya tak muncrat, dan ada yang disedot dulu cokelatnya. Atau mungkin Anda bisa menemukan cara baru menyantapnya. Harganya juga terjangkau. Untuk Piscok, dijual Rp 6 ribu berisi 5 buah Piscok. Sementara Piscok Keju berisi 2 buah dengan harga yang sama. Tersedia juga porsi sedang dan besar yang harganya antara Rp 8.500-Rp 24 ribu yang isinya sampai 20 Piscok. Nah, Anda tertarik mencobanya? Wisata Kuliner Selamat Mengikuti jejak kota-kota lain yang lebih dulu memiliki pusat kuliner yang dikelola dengan manajemen yang lebih modern dan penataan yang tertata baik, Sukabumi mulai awal April 2010 lalu akhirnya resmi memiliki pusat wisata kuliner. Lokasinya terletak di lantai 2 Toserba Selamat di Jl. RE Martadinata No. 96. Awalnya lokasi pusat wisata kuliner ini direncanakan menempati lahan di dekat alun-alun. Namun karena berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, lokasinya dipindahkan. Dan ternyata kepindahan ini berbuah manis karena lokasinya yang diakomodasi Toserba Selamat memiliki lokasi luas, bersih, serta lahan parkir memadai. Di lantai 2, sekitar 30 gerai makanan pun siap memanjakan lidah Anda dengan aneka menu terbaik di Sukabumi. Pilihannya sangat beragam. Dari menu western seperti Pizza, Steak atau menu oriental seperti masakan cina dan jepang. Namun tentu saja hidangan lokal jauh lebih dominan. Menu khas Sunda seperti Ayam Goreng, Aneka Pepes, Batagor, Sekoteng, hingga Tutut alias Keong Sawah. Sementara menu dari daerah lain juga ikut meramaikan. Misalnya Nasi Kebuli, Jamur Crispy, Pedesan Entog, Lontong Kari, Olahan Burung Puyuh, Seafood, Soto Madura, hingga Sate Maranggi. Di sini setiap menu diberi bon yang harus dibayar malalui satu kasir sehingga lebih terorganisir dengan baik. Tempatnya bersih, tertata baik dengan gaya modern. Selain itu semua gerai menggunakan desain yang seragam sehingga terlihat lebih rapi. Pusat wisata kuliner Sukabumi ini beroperasi mulai pukul 16.00-21.00 dengan kapasitas pengunjung lebih dari 100 orang. Person quoted: Bpk Cecep (Pemilik Warung Sate Salabintana) . Ayep Supiyansyah (pemilik Pondok Mi Batok) . Bpk. Herman (Pemilik Tomyam Bu Wati) . Bpk Kirkam (pemilik Kedai Nasi Kuning Banjir Odeon) * Nasi Kuning Banjir (4 porsi) Bahan Nasi Kuning: - 400 gr beras - 2 lembar daun salam - 1 sdt garam - 50 gr kunyit, diparut, diambil airnya 30 ml - 750 ml santan dari 1/2 butir kelapa Bahan Sayur Labu: - 250 gr labu siam, dipotong korek api - 1 lembar daun salam - 1 cm lengkuas, dimemarkan - 1 sdt garam - 1 sdt gula merah sisir - 600 ml santan dari 1/4 butir kelapa - minyak untuk menumis Bumbu halus: - 2 siung bawang putih - 5 butir bawang merah - 3 buah cabai merah keriting - 3 butir kemiri, disangrai Bahan pelengkap: - 4 porsi Orek Tempe dan Kacang - 4 porsi Sambal Goreng Kentang - 4 butir Telur Balado - 2 sdm bawang merah goreng Cara membuat: Nasi kuning: rebus santan, daun salam, garam, dan air kunyit sambil diaduk sampai mendidih. Masukkan beras. Aduk sampai meresap. Angkat. Kukus 45 menit di atas api sedang sampai matang. Angkat dan sisihkan. Sayur labu: panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Masukkan labu siam. Aduk rata. Tambahkan garam dan gula merah. Aduk rata. Tuang santan. Masak sampai matang. Letakkan Nasi Kuning di atas piring. Siram dengan sayur labu dan kuahnya. Tambahkan orek tempe, sambal goreng kentang, dan telur balado. taburkan bawang goreng. Sajikan. - Warung Sate Salabintana Jl. Salabintana KM 5. Hp 081573072589 - Pondok Mi Batok Jl. Raya Cisaat No. 116. Hp. 0913993368079 - Tomyam Bu Wati Jl. A. Yani No. 31. Telp. (0266) 222958 - Piscok Cakra Toserba Tiara, Jl. Arif Rahman Hakim. Telp. (0266) 9114606. Pertokoan Cibatu Indah, Cisaat. Telp. (0266) 9141166. - Nasi Kuning Banjir Odeon Jl. Pajagalan (Belakang Vihara Odeon) - Wisata Kuliner Selamat Jl. RE Martadinata No. 96 Saji - 2-15 Juni 2010 Facebook: Radityo Djadjoeri YM: radityo_dj Twitter: @mediacare 4sq: http://foursquare.com/user/mediacare
