Halo Jie,

Apa kabar Surabaya? Kuliner Subang cukup beragam juga, tapi lebih kental ke 
makanan khas Sunda.  Pabrik kecap Bango kan di Subang juga. Btw, sepertinya 
Ciater ada di luar kota Subang. Ada pemandian air panasnya, konon bikin awet 
muda dan enteng jodoh..:))

Ini aku kasih artikel yang pernah dimuat di Tabloid Saji:

Menyambangi kuliner Subang: Tergiur nikmatnya etong bakar, sambal dadak, dan 
sop jando 

Oleh Miftakh Faried

Di Subang, Anda bisa menemukan nanas simadu yang manis. Namun, bukan hanya itu, 
masih ada ikan etong bakar, nasi timbel sambel dadakl, sampai nasi gulung dan 
jus lalap nan segar dan kaya serat. Untuk oleh-olehnya, ada kerupuk sangrai dan 
oncom dawuan yang legit. Tunggu apa lagi, ayo kita berlibur ke Subang.

* Nasi Timbel Sambel Ulek Mang Yayan
Jl. Mesjid Agung No.6
HP. 08987373701

Di Kota SUbang cukup banyak penjual nasi timbel yang bakal Anda temukan. Ada 
yang dijual dengan gerobak biasa, mangkal di pinggir toko, hingga disajikan di 
kedai yang nyaman. Salah satu yang paling mencolok adalah kedai nasi timbel 
Mang Yayan yang berdiri di Jl. Mesjid Agung No. 6. HP 08987373701. Lokasinya 
tepat di bundaran utama di kota Subang. Jadi cukup mudah menemukannya.

Sesuai namanya, nasi di kedai ini disajikan ala timbel, yaitu dibungkus daun 
pisang. Bentuk timbelnya membulat, tidak lonjong seperti umumnya. Sementara 
lauknya sudah ditata dalam baki sesuai jenisnya. Ada ayam goreng/bakar, belut, 
ikan kembung, ikan pari, bakwan jagung, ikan mas, bakwan udang, ikan kakap, 
lele, bawal, bebek, cumi, hingga ikan patin. Umumnya semua menu ini sudah 
diungkep atau dibumbui. Setelah memilih, menu digoreng hingga matang.

Untuk bersantap, selalu ditemani dengan sambal dadak yang dibuat langsung 
ketika pengunjung datang. "Jadi sambelnya segar," terang Ari (25), pengelola 
kedai ini.
Sambel ini dibuat dari bawang goreng, cabai, tomat, gula, dan terasi. Diulek 
dan disajikan langsung di atas cobek hitam berukuran cukup besar. Sambal 
disajikan bersama lalapan yang cukup meriah. Di antaranya mentimun, kacang 
panjang, kecipir, terong, selada air, kemangi, tespong, hingga boros kunci. 
Yang terakhir ini warnanya merah, mirip serai. Namun batangnya berair dan 
terasa pedas. "Ini baik untuk mengusir masuk angin," imbuh Ari.

Untuk sayurnya, tersedia sayur asem, sop, pencok leunca, dan pencok kacang. 
Semua lauk-pauk di kedai ini dibandrol Rp 5 ribu-Rp 12 ribu.

Kedai ini baru 1 tahun di lokasi sekarang. Sebelumnya mereka sudah 5 tahun 
berjualan di pinggir jalan. Namun karena pelanggan makin ramai, mereka 
memutuskan pindah ke tempat yang lebih besar. Kapasitasnya mencapai 100 kursi 
dengan jam operasional mulai pukul 09.00-22.00.

* Ikan Etong Bakar Gedong Gede
Jl. Ade Irma No. 156
HP 081323206773

Selain nasi timbel, di beberapa sudut kota Subang, Anda juga bakal menemukan 
pedagang ikan etong bakar. Menu ini juga lumayan populer di sini. Ikan etong 
adalah istilah khas di daerah jalur pantai utara, termasuk Subang, untuk 
menyebut ikan ayam-ayam. Ada juga yang menyebut ikan berkulit tebal ini dengan 
nama ikan kambing-kambing.

Salah satu kedai yang menyajikan ikan etong bakar dengan tekstur cantik dan 
lezat ada di Gedong Gede, Jl Ade Irma No. 156. Hp. 081323206773.

Ikan etong segar diperoleh dari laut Blanakan, Subang. Semua ikan lalu disimpan 
bersama es dalam kondisi utuh. jika ada pembeli, barulah ikan disiangi dan 
dibersihkan. "Sengaja kulitnya dibiarkan utuh agar ikan tetap segar," jelas 
Yanto (26) pengelola kedai.

Setelah ikan dikuliti dan dibersihkan dengan cepat, lalu segera diolesi dengan 
bumbu kental berwarna kuning dan harum. Setelah itu ikan dibakar hingga matang. 
Istimewanya, tekstur ikannya bisa kering, tidak basah. Rupanya kuncinya ada 
pada saat pembakaran. Ikan tidak dibakar menggunakan arang, melainkan batok 
kelapa asli. "Jadi apinya lebih besar dan merata," ujarnya.

Ikan lalu disajikan bersama sambal khas, menggunakan campuran kacang, cabai 
rawit, kecap, irisan tomat, bawang merh, dan jeruk nipis. Rasanya campuran 
segar, pedas, manis, gurih. Disajikan bersama nasi hangat, mantap benar. Ikan 
dijual dengan kisaran harga Rp 20-35 ribu per ekor. Ukurannya cukup besar untuk 
bersantap 2-3 orang. Selain ikan etong, tersedia kakap, bawal, dan cumi bakar. 
Kedai berkapasitas 30 orang ini buka mulai pukul 11.00-24.00.

* Bale Desa
Jl. Darmodihardjo No. 9
Telp. (0260) 411966

Jika Anda sedang berjalan-jalan ke Subang berombongan, tempat ini sangat tepat 
untuk Anda, lo. Tempatnya luas, asri, teduh, dilengkapi kolam ikan dan 
saung-saung di atas kolam. Menunya juga tak kalah unik. Ada nasi gulung, sop 
jando, sampai jus lalap.

Nasi gulung menyajikan nasi putih yang digulung dengan telur dadar. Sedangkan 
temannya disediakan ikan asin tipis, tahu, mendoan, sambal terasi, kerupuk, dan 
lalapamn. "Seporsi menu ini ditawarkan Rp 7 ribu saja," jelas Dewi (20), 
pengelola Bale Desa.

Selain itu ada sop jando yang hangat dan segar. Sop ini berkomposisi iga sapi 
berikut wortel, kentang dan taburan dauin bawang, bawang goreng, dan seledri. 
Kuahnya harum dengan aroma merica yang kuat. Rasanya hangat dan pedas.

Untuk penutupnya, ada jus lalap yang segar. Warnanya hijau pekat dengan 
komposisi buah nanas muda, sawi, dan jeruk nipis. Jus ini kaya vitamin C dan 
serat. Jadi sangat baik bagi kesehatan kita.

Masih banyak menu khas Sunda lainnya seperti ayam goreng, ikan mas, nila, 
gurame, asin jambal, aneka pepes, sayur asem, lodeh, karedok, hingga nasi 
bakar. Harganya juuga terjangkau, berkisar antara Rp 1.000-Rp 12 ribu.

Suasananya teduh dengan pepohonan dan saung. Kapasitasnya cukup luas untuk 
menampung 100 orang. Bisa lesehan di belakang atau duduk di meja di bagian 
depan. Bale Desa buka mulai pukul 10.00-21.00. Lokasinya terletak di Jl. 
Darmodihardjo No. 9. Telp. (0260) 411966. Patokannya, Terminal Baru Subang 
karena letaknya tak jauh dari terminal.

* Kedai Jampang
Jl. S Parman No. 20

Musim hujan masih sering menyambangi kawasan Jawa Barat. Paling enak tentu saja 
menyantap yang hangat-hangat. Datang saja ke Kedai Jampang di Jl. S. Parman No. 
20. Lokasinya tak jauh dari kantor Pemda Subang.

Di kedai yang berdiri sejak tahun 1990 ini, kita bisa menemukan aneka menu 
berkuah  panas. Mulai dari aneka sop ayam, sop kikil sapi, sop ceker ayam, sop 
jando (iga), mi kocok, mi tek-tek, bakso ceker, bakso jando, bakso urat, dan 
aneka kombinasi mi ayam. Semua tersaji panas dan nikmat sekali. "Awalnya kami 
hanya berjualan bakso dan mi ayam," tutur Bpk. Slamet (54), pemilik kedai ini.

Namun dalam perjalanannya, menu kedai Jampang berkembang dengan aneka menu 
berkuah, seperti sop. Sop buatan Slamet dilengkapi dengan sayuran wortel, 
tomat, taburan seledri, dan daun bawang. Semua kuahnya dibuat dari kaldu ayam 
dan kaldu sapi yang gurih, plus merica yang membuat kuah sop cukup pedas. Jika 
suka, disediakan jeruk limo agar kuah makin segar. Semua menu ini dibanderol 
dengan harga mulai Rp 7 ribu-Rp 14 ribuan.

Selain menu berkuah, pria asal Solo ini juga menyediakan menu khas Sunda 
seperti ayam goreng, ayam bakar, tempe, tahu, gepuk, plus aneka lalapan dan 
sambal.

Kedai bernuansa bambu ini cukup besar, mampu menampung lebih dari 100 
pengunjung. Slamet dan istrinya, Ny. Sri Hartini (45), membuka kedainya mulai 
pukul 07.00-22.00.

Kerupuk Sangrai Purwadadi
Daerah Sukasari, Cikondang

Subang ternyata juga punya oleh-oleh kerupuk yang sangat mirip dengan kerupuk 
melarat di Cirebon. Bedanya, kerupuk ala Subang warnanya lebih cerah dan 
rasanya gurih, tanpa rasa manis. "Kalau kerupuk dari Cirebon warnanya tidak 
terang dan ada rasa manisnya," jelas Ny. Yayan (37), salah satu pemilik kedai 
oleh-oleh.

Kerupuk ini bisa Anda peroleh di daerah Sukasari, Cikondang, di ruas jalan yang 
menghubungkan Subang-Kalijati. Ruas jalan ini merupakan jalur dari Subang ke 
Jakarta melalui jalur utara. Di ruas jalan ini kira-kira ada sekitar 50 kios 
yang menjajakan menu yang sama.
Sesuai namanya, kerupuk sangrai juga digoreng menggunakan pasir hingga mekar. 
Warnanya putih, kuning dan merah. Sebungkus keci dijual Rp 2.500, sementara 
yang besar Rp 5.000. Selain berbentuk lebar seperti kerupuk melarat, ada juga 
kerupuk yang dibentuk seperti stik, lurus memanjang. Rasanya gurih dan renyah.

Selain itu beberapa produk unggulan lainnya juga banyak tersedia di sini, 
seperti nanas simadu Subang, peuyeum bendul Purwakarta, hingga ubi cilembu 
Sumedang. Letak Subang memang berada di antara Purwakarta dan Sumedang, jadi 
cukup banyak makanan khas dari kedua daerah itu yang banyak dijajakan di sini. 
Rta-rata kedai ini beroperasi selama 24 jam. Ubi cilembu umumnya ditawarkan 
dengan harga per kilogram Rp 12 ribu per kilogram, dan peuyeum bendul Rp 5 ribu.

Oncom Dawuan
Jl. Raya Kalijati KM 10, di daerah Dawuan Kaler
Hp 081220185887

Kalau sudah puas berbelanja kerupuk dan menuju ke arah Jakarta dari Subang, 
Anda juga akan melintasi wilayah Dawuan. Nah, daerah inilah penghasil utama 
oncom di kawasan Subang. Puluhan perajin oncom ada di daerah ini, namun hanya 
satu yang bersedia menjualnya di pinggir jalan. Tepatnya di Jl. Raya Kalijati 
KM 10, di daerah Dawuan Kaler. Hp. 081220185887. Lokasinya tak jauh dari BRI 
Dawuan. Penjualnya Bpk. Harun (52), yang sudah puluhan tahun membuat oncom. 
Dari arah Subang, kiosnya ada di kiri jalan.

Oncom Dawuan memang terkenal enak, harum, dan kering. Harun membuatnya dalam 
bingkai bambu berukuran 60x50 sentimeter yang disebut ancakan. Satu ancakan 
dibagi menjadi 8 potong oncom dengan harga Rp 6 ribu per potong. Oncomnya harum 
dan kering. "Inilah bedanya oncom dawuan dengan oncom bandung. Oncom kami lebih 
kering," tuturnya.

Kuncinya terletak pada saat proses press (tekanan). Kacang digiling hingga 
hancur 80 persen, lalu ditekan hingga minyaknya keluar dan kering. Selanjutnya 
direndam, dikukus, diberi biang oncom, lalu difermentasi selama 1 malam. Oncom 
yang baru berumur 1 hari masih pucat. Sementara yang ideal adalah oncom berusia 
2 hari yang jamurnya menguning. Oncom bisa disimpan hingga 4 hari. Sementara di 
dalam lemari es bisa bertahan sampai 1 minggu.

Harun juga berinovasi dengan oncom kering. Oncom diiris tipis, lalu dijemur 
sampai kering dan bisa bertahan 1 bulan. Jika akan digunakan, oncom kering bisa 
dikukus lebih dulu. Harganya Rp 10 ribu per kemasan plastik.

Dalam sehari, Harun membuat oncom dari 30 kilogram kacang tanah. Ia membuka 
toko oncomnya mulai pukul 07.00-20.00. Selain oncom kacang, ia juga menjual 
oncom dari ampas tahu yang lebih murah.

Saji - 24 March- 06 April 10
____________________________________________

* Sup Jando (untuk 5 porsi)

Bahan:

- 800 gr iga sapi, dipotong-potong
- 2.500 ml air
- 100 gr wortel, dipotong-potong
- 150 gr kentang, dipotong-potong
- 2 buah tomat, dipotong-potong
- 2 butir cengkeh
- 2 cm kayumanis
- 1/2 buah pala, dimemarkan
- 1 blok kaldu sapi

Bumbu halus
- 3 siung bawang putih, digoreng
- 5 butir bawang merah, digoreng
- 4 sdt garam
- 1 sdt merica bubuk
- 2 sdt gula pasir

Bahan pelengkap:
- 2 tangkai seledri, diiris halus
- 1 batang daun bawang, diiris halus

Cara membuat:
Rebus iga sapi di dalam air sampai empuk. Angkat dan ukur 2.250 ml kaldunya. 
Rebus kembali kaldu bersama iga. Tambahkan bumbu halus, cengkeh, kayumanis, dan 
pala. Masak sampai harum. Masukkan wortel dan kentang. Masak sampai matang. 
Menjelang diangkat, masukkan tomat dan kaldu sapi blok. Aduk rata sampai 
mendidih. Sajikan sup jando bersama bahan pelengkapnya.



Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
4sq: http://foursquare.com/user/mediacare

  ----- Original Message ----- 
  From: Jie W. Kusumo 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, June 19, 2010 2:51 AM
  Subject: [bango-mania] (ask) Kuliner Subang..


    
  Hello Bangomania,
  Kebetulan besok ada office trip ke Subang, JaBar selama seminggu. Nginep dan 
acara kantor berpusat di Sari Ater, Ciater.
  Ada usulan spot kuliner dan jalan2 yang bisa dijelajahi di sekitar sana? 
Mohon infonya yah..
  Thx a lot..

  ps : sukses buat acara santap malam Bangomania Surabaya besok :D

  Jie W. Kusumo (Jiewa)
  http://www.inijie.com
  http://www.facebook.com/inijie


  

Kirim email ke