--- On Thu, 7/8/10, ruang baca <[email protected]> wrote:

From: ruang baca <[email protected]>
Subject: [keluargaunesa] [Ruang Baca] Berburu Kuliner Unik Nusantara di FJB 
2010, Jakarta
To: [email protected]
Date: Thursday, July 8, 2010, 4:40 PM















 
 



  


    
      
      
      
FJB Jakarta 2010 (3-4 Juli 2010) memberikan pengalaman baru dalam menyantap 
kuliner khas nusantara bagi pengunjungnya. Setidaknya itu yang tecermin dari 
para ibu Jakarta yang semenjak pagi hingga petang berbondong-bondong hadir 
menyambangi tenda-tenda kuliner bersama keluarganya masing-masing, sebagaimana 
tema FJB kali ini yang mengetengahkan tema ”Pilihan Ibu Nusantara”.

Setidaknya ada 57 peserta Festival Jajanan Bango ini yang memenuhi arena Plaza 
Selatan Gelora Bung Karno, Senayan dari berbagai penjuru Jabodetabek, serta 
Duta Bango yang didatangkan khusus dari daerah. Meskipun beberapa kuliner 
langganan FJB tahun sebelumnya tak hadir, namun tetap saja menyimpan 
keistimewaan tersendiri. Apalagi 8 Duta Bango yang dihadirkan cukup spesial.

Terbukti, tenda Lontong Balap Pak Gendut asal Surabaya paling cepat ludes 
diserbu pembeli. Sampai-sampai tanpa lontong pun orang masih menyerbu, sehingga 
sempat terceletuk ucapan ”Wah, kalo gak ada lontongnya, ini sih namanya tauge 
balap.” karena isinya cuma berisi taoge, irisan tahu, dan kuah. Demikian pula 
Pedesan Entog Bang Combat asal Indramayu, yang workernya harus memasak ekstra 
demi memberikan memuaskan pelanggan atau sekadar menghapus penasaran citarasa 
menu ala gule itik ini.

Ya, pedesan entog Bang Combat memang dahsyat. Selain rasa pedasnya luar biasa, 
daging itiknya pun empuk dan tidak bau amis. Istimewanya lagi, pedas yang 
dihasilkan tak lama membakar bibir dan lidah, namun mampu menghangatkan badan 
sepanjang hari. Sebab, bumbu yang digunakan bukan menggunakan cabe semata 
melainkan lebih banyak menggunakan merica dan pala, serta rempah lainnya 
sehingga mampu menghangatkan tubuh. Apalagi pada hari pertama, menjelang 
petang, sekitaran Senayan diguyur hujan agak lebat dan lama, sehingga sangat 
pas menyantap pedesan entog yang panas mengepul didampingi sepiring nasi putih 
dan teh hangat.

Sekilas cita rasa pedesan entog sangat mirip dengan gule yang didominasi kuah 
santan pekat berwarna merah kecoklatan. Aroma yang mengemuka lebih muncul 
racikan rempahnya. Tak keliru bila ada yang mengatakan bahwa pedesan entog 
cocok sekali bagi mereka yang menderita flu. Sebab, usai menyanpat menu khas 
Indramayu ini dijamin langsong blong....

Pilihan Ibu Nusantara



Tahun ini, Bango mempersembahkan konsep yang unik, yaitu ”Festival Jajanan 
Bango – Pilihan ibu Nusantara” sebagai bentuk apresiasi Bango terhadap para ibu 
sebagai pengharmonisasi keluarga sekaligus agen pewaris tradisi kuliner warisan 
nusantara. Hal ini serupa dengan karakter yang dimiliki oleh Bango, yang 
menyatukan bahan alami pilihan untuk menghasilkan kecap berkualitas yang 
digemari semua anggota keluarga. Selain itu, Bango juga selalu konsisten 
mengajak masyarakat untuk mencintai kuliner tradisional Indonesia.

Hadrianus Setiawan, Foods Director PT Unilever Indonesia, Tbk dalam sambutannya 
mengungkapkan, Bango mempersembahkan FJB tahun ini untuk para ibu. Karena 
selama ini ibulah yang mampu menyatukan perbedaan di setiap anggota keluarga 
termasuk berbedaan selera makan melalui jajanan tradisional favorit keluarga. 
Selain itu, ibu juga berperan aktif dalam mewariskan tradisi kuliner warisan 
nusantara di dalam keluarganya dengan resep masakan tradisional.”

Ditambahkan oleh Senior Brand Manager Bango, Memoria Dwi Prasita, ”Sebagai 
bentuk apresiasi, Bango telah mengundang para ibu di wilayah Jakarta dan 
sekitarnya untuk berpartisipasi dalam menyuarakan jajanan favorit keluarganya 
untuk dihadirkan di Festival Jajanan Bango – Pilihan Ibu Nusantara ini melalui 
medium yang unik, yaitu piring, sebagai ikon kuliner yang paling umum dikenal 
masyarakat. Dengan demikian, ibu memagang peranan sentral dalam penyelenggaraan 
FJB kali ini.

”Untuk Jakarta, terpilih 5 jajanan terfavorit pilihan ibu dan keluarga Jakarta, 
yaitu sate ayam, nasi goreng, bakso, ikan bakar, dan ayam bakar. Kelimanya akan 
dihadirkan di FJB bersama dengan jajanan pilihan lainnya, yang secara total 
mencapai 100 jajanan pilihan ibu dan keluarga yang akan diwakilkan oleh para 
legenda kuliner pilihan Bango,” tambah Memoria.

Selain disuguhi aneka jajanan tradisional yang unik dan bercita rasa istimewa, 
pengunjung FJB juga dihibur oleh aneka hiburan dan game-game berhadiah. Dan tak 
ketinggalan juga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan 
kecap yang didemokan di Kampung Bango.
 
Ajang FJB tahun ini juga menjadi sarana jumpa darat warga milis Bangomania. 
Mereka berkumpul di tenda Bangomania untuk bersilaturakhim sembari menyantap 
aneka jajanan kuliner nusantara sekaligus saling tukar informasi mengenai 
keistimewaan kuliner pilihan masing-masing(arohmanmail@ yahoo.com)


--

Posted By  ruang baca  to  Ruang Baca  on  7/08/2010 04:22:00 PM

    
     

    
    


 



  











      

Kirim email ke