2 bulan lalu aku baca buku "Warung Kuliner", karya Yuliana Lilian. Diantara
review yg ada, aku penasaran sama Bubur Ayam Jakarta “Elisabeth” di Jl. Imam
Bonjol
Lama amat kok baru dicoba sekarang? Ya soalnya Bubur Ayam Imam Bonjol ini
bukanya cuma pagi, sedangkan aku susah bangun pagi hehe

Tapi akhirnya keturutan juga mampir di warung yg lokasinya persis di
pertigaan Jl. dr. Soetomo & Jl. Imam Bonjol. Tau Karaoke NAV? Persis deket
sana.

*Bubur Ratu Inggris*
Rombongnya pakai kiber warna pelangi ngejreng, bertuliskan “ELISABETH” –
Bubur Ayam Jakarta. Ga tau apa hubungannya dengan Ratu Inggris, yang jelas..
yg jualan lelaki semua

Lalu juga tertera, “Segala Umur”. Kayak di poster2 bioskop aja nih. Good
lah, no parental guide needed to eat Bubur right?

Warungnya sangat sederhana, cuma ada rombong dan 2 meja kecil yg total cuma
bisa muat 8 orang. Tapi yang makan disana bermobil semua lho, mulai dari
pengendara Yaris, Innova sampai Alphard. Kesimpulan: yg beli mobil Toyota
senang makan bubur? *ngawur pwoll!*

Karena lahan yg sempit dan jujur saja tidak begitu hygiene, para pelanggan
lebih nyaman makan di dalam mobil aja.

*Buy 1 Get 1*
Menu disini, ya the one and only, the holiness Bubur Ayam Jakarta. Kaget pas
mas nya datang ke meja bawa 2 mangkok. Lho, kan aku cuma order seporsi?! Oh
ternyata yg mangkuk satu lagi itu krupuk udang & emping melinjo.

Saat disajikan, Bubur ayam pada mangkok nyaris tersembunyi dibalik ayam
suwir, potongan cakwe, kacang tanah, bawang goreng, daun bawang dan kucuran
kecap asin.

Ayam yang dipakai hanya bagian dada. Penasaran, aku coba buburnya aja tanpa
embel2 topping. Wah, monotone asin saja ternyata. Sempat underestimate

Setelah aku campur semua elemen topping dan bubur jadi satu, ditambah sambel
dan emping melinjo yang akhirnya lumat jadi satu, barulah muncul dinamika
rasanya.

Bawang goreng dan kacang tanah yang digoreng hingga kuning kecoklatan
memberi aksen gurih. Dada ayam tanpa kulit yg disuwir halus juga mudah
dikunyah. Irisan daun bawang menyelipkan kesegaran. Kerupuk udang dan cakwe
goreng yang sudah lunak bercampur bubur menjadi asyik ketika lumer dimulut.
Jadi kenyal2

Tapi menurut lidah saya rasanya terlalu dominan asin. Mungkin lebih baik
jangan minta buburnya dikucur kecap asin. Kalau kurang asin baru ditambahin
sendiri kemudian. Atau bisa juga diimbangi dengan menambahkan kecap manis
Bango.

Dengan santai akhirnya kuhabiskan semangkok bubur hangat selama 15 menit.
Dan selama disantap, bubur tidak berair.

*Free Tea*
Pas bayar, kaget ternyata Teh Tawar ga usah bayar. “Free” katanya. Bubur
ayam komplit cuma 7 ribu rupiah, pas emang ada duit segitu di kantong
celana, ga usah buka dompet

Overall, rasanya yg dominan asin dan warung yg tidak higienis agak
mengurangi kelezatannya. Tapi untuk ukuran 7 ribu rupiah, porsi lengkap +
free teh tawar.. monggo dipertimbangkan untuk mampir sarapan di mari…


Foto cekidot : http://bit.ly/coSg6s

Location
Bubur Ayam Jakarta ‘Elisabeth’
Jl. Imam Bonjol (dekat NAV dr. Soetomo)
Surabaya

Price
Bubur Ayam – IDR 7,000
Teh Tawar – Free

Opening Hour
6 am - 11 am



---

Jie W. Kusumo (Jiewa)
http://www.inijie.com
http://www.facebook.com/inijie

Kirim email ke