Baraya,
Kudana mah nu lalieur di luhur teh sina mikir siga
kieu geura...Punten dina BI, meunang nyontek ti milis
tatangga...
KAN SEKARANGPUN SUDAH BISA.....
Di sebuah kampung nelayan, pada suatu pagi, seorang
profesor bisnis yang sedang berlibur bertemu dengan
seorang nelayan yang tengah membereskan hasil
tangkapannya. Sang profesor tidak tahan untuk tidak
menyapanya,
"Hai, kenapa kamu selesai bekerja sepagi ini?" "Saya
sudah menangkap cukup banyak ikan Pak," jawab nelayan
itu, "cukup untuk dimakan sekeluarga dan masih ada
sisa untuk dijual."
"Lalu, setelah ini kamu mau apa?" tanya profesor itu
lagi. Jawab sang nelayan, "Habis ini saya mau makan
siang dengan istri dan anak-anak saya, setelah itu
tidur siang sebentar, lalu saya akan bermain dengan
anak-anak. Setelah makan malam, saya akan ke warung,
bersenda gurau sambil bermain gitar bersama
teman-teman."
"Dengarkan kawan," ujar sang profesor, "jika kamu
tetap melaut sampai sore, kamu bisa mendapat dua kali
lipat hasil tangkapan. Kamu bisa menjual ikan lebih
banyak, menyimpan uangnya, dan setelah sembilan bulan
kamu akan mampu membeli perahu baru yang lebih besar.
Lalu, kamu akan bisa menangkap ikan empat kali lebih
banyak. Coba pikir, berapa banyak uang yang bakal kamu
dapat!"
Lanjut profesor, "Dalam satu dua tahun kamu akan bisa
membeli satu kapal lagi, dan kamu bisa menggaji banyak
orang. Jika kamu mengikuti konsep bisnis ini, dalam
lima tahun kamu akan menjadi juragan armada nelayan
yang besar. Coba bayangkan!"
"Kalau sudah sebesar itu, sebaiknya kamu memindah
kantormu ke ibu kota. Beberapa tahun kemudian
perusahaanmu bisa 'go public', kamu bisa jadi
investor mayoritas. Dijamin, kamu akan jadi jutawan
besar! Percayalah!
Aku ini guru besar di sekolah bisnis terkenal, aku ini
ahlinya hal-hal beginian!"
Dengan takjub, nelayan itu mendengarkan penuturan
profesor yang penuh semangat itu. Ketika profesor
selesai menjelaskan, sang nelayan bertanya, "Tapi Pak
Profesor, apa yang bisa saya perbuat dengan uang
sebanyak itu?"
Ups! Anehnya sang profesor belum memikirkan konsep
bisnisnya sejauh itu.
Cepat-cepat dia mereka-reka apa yang seseorang bisa
lakukan dengan uang sebanyak itu.
"Kawan! Kalau kamu jadi jutawan, kamu bisa pensiun.
Ya! Pensiun dini seumur hidup! Kamu bisa membeli villa
mungil di desa pantai yang indah seperti ini, dan
membeli sebuah perahu untuk berwisata laut pada pagi
hari. Kamu bisa makan bersama keluargamu setiap hari,
bersantai-santai tanpa khawatir apa pun. Kamu punya
banyak waktu bersama anak-anakmu, dan setelah makan
malam kamu bisa main gitar dengan teman-temanmu di
warung.
Yeaaa, dengan uang sebanyak itu, kamu bisa pensiun dan
hidupmu jadi mudah!
"Tapi, Pak Profesor, kan sekarangpun ini saya sudah
bisa begitu...," lirih sang nelayan dengan lugunya.
Kenapa kita percaya bahwa kita harus bekerja begitu
keras dan menjadi kaya raya terlebih dahulu, baru kita
bisa merasa berkecukupan? Apakah ada "tujuan yang
lebih mulia" dari apa yang Anda lakoni saat ini?
Apakah itu benar tujuan mulia atau sekadar dalih rasa
takut untuk menjadi apa adanya? Untuk merasa
berkecukupan, apa sekarang ini tidak bisa?
"NIKMATILAH HIDUP INI APAPUN ADANYA, kita wajib selalu
BERSYUKUR KARENA NIKMAT DAN KARUNIA ALLAH"..
Enjoy your life!
Baktos,
Rahman, Wassenaar/NL
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/