Ahli Biokimia Tidak Terkait Al Qaeda
Cairo, Sabtu - Seorang ahli biokimia Mesir yang diduga terkait dengan
peledakan bom di London pekan lalu dan telah ditahan di Mesir, hari
Sabtu (16/7) dinyatakan tidak terkait dengan jaringan Al Qaeda.
Menteri Dalam Negeri Mesir Habib al-Adli mengatakan kepada harian
Al-Jumhuriyah, tuduhan bahwa Magdy Mahmoud al-Nashar yang
disebut-sebut sebagai "otak" di belakang serangan bom di London, tidak
beralasan.
Habib al-Adli juga membantah informasi yang mengatakan bahwa aparat
keamanan Inggris ikut terlibat dalam menginterogasi Nashar di Cairo.
Namun, seperti diberitakan BBC News, personel keamanan dari Inggris
dilaporkan ikut mengawasi interogasi terhadap pria berusia 33 tahun
tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Mesir kemarin mengeluarkan inti hasil
interogasi dengan Nashar, di mana Nashar menyangkal bahwa ia berperan
dalam serangan di London.
Kepada para penginterogasinya, Nashar yang ditangkap di Cairo hari
Kamis malam lalu menyebutkan bahwa ia sedang berlibur di Mesir dan
seluruh barang- barangnya ditinggal di Inggris. Ia juga menegaskan
akan kembali lagi ke Inggris.
"Laporan media massa tentang Magdy Mahmoud al-Nashar tidak beralasan
dan sangat terburu-buru. Ia tak memiliki kaitan dengan jaringan Al
Qaeda," kata Habib al-Adli.
Kepolisian Inggris telah menggeledah sebuah rumah di Leeds yang
memiliki kaitan dengan Nashar, dan juga rumah milik Lindsey Germaine
yang diduga sebagai pelaku bom keempat.
Laporan ABC
Adalah televisi ABC News yang pertama kali melaporkan penahanan
Nashar, sambil menyebutkan bahwa Nashar dicurigai sebagai otak di
belakang peledakan bom di London pekan lalu.
Namun, ayah Nashar, Mahmoud, yang bertitel insinyur, menggambarkan
putranya sebagai seorang yang taat beragama dan baru saja memperoleh
gelar doktor dari Leeds University awal tahun ini.
"Saya sama sekali tidak tahu kalau polisi mencari dia. Sangat mustahil
anak saya merencanakan sebuah rencana jahat seperti itu," katanya
dalam wawancara dengan The London Daily Telegraph.
Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, Nashar
pergi ke Inggris untuk belajar di Leeds University dan berdiam di
Inggris sejak tahun 2000. "Ia kembali ke Mesir untuk liburan selama
satu setengah bulan dan berencana untuk kembali ke Inggris."
Nashar belajar biokimia di University of Cairo, dan memperoleh gelar
S-2 pada tahun 1998. Setahun kemudian ia memperoleh beasiswa untuk
belajar biokimia di Leeds University. Nashar juga sempat belajar
biokimia di North Carolina State University.
Tindakan kriminal
Dalam sebuah pernyataan bersama, 22 pemimpin dan intelektual Muslim di
Inggris mengutuk serangan bom di London sebagai "sama sekali kriminal,
sangat patut dicela, dan sama sekali tidak Islami".
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa menghilangkan nyawa warga tak
berdosa sama sekali tak bisa dibenarkan. Oleh karenanya, demikian
pernyataan itu, mereka yang menjadi pelaku peledakan bom sama sekali
tak bisa disebut sebagai "martir". "Baik warga Muslim maupun
non-Muslim harus membantu menemukan mereka yang berada di belakang
peledakan bom".
Disebutkan juga, semua pihak harus bisa mengatasi persoalan
islamophobia, rasisme, pengangguran, dan pengucilan sosial.
(AFP/BBCNews/MYR)
Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/