Leunca, Bisa Jinakkan Kanker

   natural: Wednesday, 27 Jul 2005 11:6:23 WIB

   Datanglah ke rumah makan khas Sunda. Salah satu menu yang disajikan
   pastilah kerecek leunca, yaitu oncom merah yang ditumis dengan buah
   leunca. Di balik rasanya yang sedikit pahit, buah ini berkhasiat.

   Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di
   Jawa Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam
   sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti
   (Sumatera)
   dan
   leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga
   buahnya.

   Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi
   30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji
   dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui.

   Kandungannn bermanfaat
   Di balik enaknya buah leunca, tersimpan khasiaaat yang luar biasa.
   Hasil penelitiannn di Guangdong Provinci Cancer Research Center, Cina,
   tanaman yang dapat tumbuh 3.000 m di atas permukaan laut dan bentuk
   daun bulat telur dan ujung daun meruncing ini, mengandung senyawa
   solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine. Senyawa itu penghambat
   pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali.

   Solasodine mempunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), penurunan
   panas,antiradang, dan antishok. Solamargine dan solasonine mempunyai
   efekk antibakteri, sedangkan solanine sebagai antimitosis.
   Senyawa-senyawa itu bisa mengatasi gangguan kanker, yakni kanker
payudara,

   leher rahim, lambung dan saluran pernapasan.

   Ekstrak daun tanaman ini, menurut Dr. Setiawan Dalimartha, Sekretaris
   Umum Himpunan Pengobatan Tradisional dan Akupuntur Indonesia (Hiptri),
   mampu menekan ascitic sarcoma, menstimulasi pembentukan sel darah, dan
   bersifat kuat sebagai anticholine esterase.

   Kandungan kimia  lainnya adalah glikoalkaloid, solanidine, diosgenin,

   tigogenin, juga sedikit atropine, saponin, dan minyak lemak.

   Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr),
   lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg),
   besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40
mg).

   70 persen Sembuh
   Dr. Budi Sugiarto, dari Rumah Sakit Omni medika Center, Jakarta,
   menyatakan bahwa tanaman yang buahnya renyah, sedikit pahit, dan agak
   langu ini sudah lama dimanfaatkan masyarakat Cina sebagai antibiotik,
   antiradang, diuretik (peluruh air kemih), menghilangkan bengkak,
   melancarkan darah, peluruh dahak, antipruritus (menghilangkan gatal),

   pereda batuk, dan penurun demam.

   Penelitian yang dilakukan di RS Guangdong Yizhou, Cina, leunca via
   infus diujikan terhadap 10 penderita kanker leher rahim melalui injeksi

   3 ampul masing-masing 10 ml, 2 kali sehari. Hasilnya, 70 persen pasien
   sembuh dengan bukti pemeriksaan ulang melalui foto scanning. Sisanya
   membutuhkan obat-obatan lain.

   Menurut H.M Yusuf, dari Klinik Citra Insani, Sukabumi, Jawa Barat,
   infus leunca bisa dikombinasikan dengan tanaman buah makasar. Efek
   samoing yang ditimbulkan dari pemberian inufs ini adadlah mual, muntah,
nafsu
   makan berkurang, banyak buang air kecil, dan badan terasa lemas. Namun,
   hal ini akan segera hilang setelah 3 hari atau dengan pemberian obat
   penetralisir seperti ginseng.

   Sebagai pemakaian luar, seperti yang dianjurkan Dr. Setiawan, buah
   dilumatkan atau direbus untuk pemakaian setempat (topical). Airnya
   untuk mencuci bisul, radang kulit bernanah (ipetigo), eczema, gigitan
ular.

   Selain infus, tanaman yang diperbanyak dengan biji ini juga bisa diolah
   sebagai obat. Caranya, seluruh bagian tanaman dicuci bersih lalu dijemur

   hingga kering. Ambil 30-40 gram dan masak dengan 3 gelas air hingga

   tersisa 1 gelas. Air seduhan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1
gelas.

   Sebagai tindakan kuratif, Anda yang sehat tak ada salahnya mengonsumsi
   kerecek leunca.

   Olahan Ramuan Leunca
   Berikut beberapa cara pemakaian tanaman leunca bagi pengobatan menurut
   Dr. Setiawan.

   1. Infeksi saluran kencing
   Bahan dan cara pakai: luenca, rumput lidah ular, meniran, masing-masing
   30 gram, direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 3
   kali sehari, masing-masing 1 gelas.

   Radang Kulit
   Bahan dan cara pakai: 60 gram herba segar atau 30 gram herba kering
   digodok dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum sehari 2 kali.

   3. Disentri
   Bahan dan cara pakai: 50-60 gram daun segar ditambah 25 gram gula putih
   direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari,
   masing-masing 1 gelas.

   4. Keputihan
   Bahan dan cara pakai: daun leunca, bunga putih jengger ayam,
   masing-masing 30 gram, direbus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas.
   Minum sehari 2 kali.

   5. Biduran
   Bahan dan cara pakai: seluruh tanaman (tanpa akar) dilumatkan, kemudian
   digosokkan ke bagian yang tubuh biduran hingga warna kulit menjadi
   hijau. Lakukan sehari 2-3 kali.

   6. Mata kering
   Bahan dan cara pakai: 15 buah leunca yang telah masak dicuci, lalu
   ditelan. Lakukan sehari 3 kali.







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12heov560/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123229891/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke