Manusia Neanderthal mencapai usia dewasa rata-rata pada umur 15 tahun,
demikian hasil penelitian yang ditulis dalam journal Nature.
Ilmuwan-ilmuwan Prancis dan Spanyol mendapat kesimpulan di atas
setelah membandingkan catatan pertumbuhan yang terlihat pada gigi-gigi
Neanderthal, manusia modern, dan dua spesies hominid lain.

Perlu diketahui, bentuk-bentuk retakan pada tumpukan email mahkota
gigi bisa menunjukkan seberapa cepat gigi tumbuh. Bagian ini juga
menyimpan informasi mengenai seberapa cepat pemilik gigi mencapai
kedewasaan. Pada Neanderthal, terbentuknya mahkota itu 15 persen lebih
cepat dibanding pada manusia modern, sehingga disimpulkan mereka telah
mencapai kedewasaan saat manusia modern pada umur yang sama masih
berusia remaja.

Dalam mahkota gigi ada bagian yang disebut perikymata, yaitu
gangguan-gangguan pada puncak email yang pada permukaan gigi akan
terlihat sebagai rangkaian 'bukit-bukit' horisontal. Makin sempit
perikymata mengindikasikan laju pertumbuhan yang lambat, sedangkan
perikymata yang lebih lebar menunjukkan pertumbuhan yang cepat.

Pada manusia modern (Homo sapiens) gigi tumbuh sangat lambat setelah
setengah bagian atas mahkota gigi terbentuk. Hal ini mengakibatkan
tumbuhnya perikymata sempit pada setengah bagian bawah mahkota gigi.

Dalam laporan di Nature, Fernando Ramirez Rozzi dan Jose Bermudez de
Castro menganalisa gigi seri dan taring dari 119 kerangka hominid yang
hidup antara 130.000 to 28.000 tahun lalu (Homo neanderthalis),
hominid yang lebih tua, yakni Homo heidelbergensis hidup antara
400.000 hingga 800.000 tahun lalu, serta Homo antecessor (antara
20.000 hingga 8.000 tahun lalu), dengan manusia modern (Homo sapiens).

Mereka menemukan bahwa perikymata terlihat lebih lebar pada
manusia-manusia primitif, terutama pada Neanderthal, dibanding pada
spesies manusia modern.

Hal ini, menurut para ilmuwan, menunjukkan bahwa Neanderthal tumbuh
lebih cepat dibanding jenis hominid lainnya. Pertumbuhan yang cepat
ini bisa jadi merupakan akibat evolusi karena tingginya kematian
Neanderthal dewasa pada populasi mereka.

"Saat suatu populasi memiliki tingkat kematian tinggi, mereka memiliki
dua solusi evolusi. Yang pertama adalah dengan tumbuh cepat, yang
kedua dengan memiliki banyak keturunan sekaligus," kata Dr Ramirez
Rozzi, peneliti dari Centre National de la Recherche Scientifique,
Paris, Prancis.

"Namun dalam bangsa hominid, tidak dimungkinkan memiliki lebih dari
dua atau tiga anak sekaligus. Oleh sebab itu saya menduga tingkat
kematian yang tinggi pada Neanderthal-lah yang memicu pertumbuhan
mereka sehingga cepat dewasa."

Beberapa peneliti menghubungkan pertumbuhan yang lambat dengan makin
besarnya ukuran otak dalam perjalanan evolusi manusia. Namun
Neanderthal sepertinya tidak mengikuti tren itu, karena pertumbuhannya
cepat dan otaknya besar. "Artinya tren ini kemungkinan bersifat acak.
Tidak semua hewan yang cepat pertumbuhannya, otaknya kecil," ujar Dr
Ramirez Rozzi.

"Yang jelas, hal ini mendukung teori yang menyebutkan bahwa
Neanderthal adalah pemakan daging. Mereka harus memiliki makanan
tinggi kalori untuk mendukung pertumbuhannya dan menghasilkan otak
besar." (BBC/AP/Rtr/wsn)





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke