Apakah Neanderthal dan nenek moyang manusia modern
yang pertama pernah bertemu? Jawaban mengenai
pertanyaan itu sudah sejak lama menjadi perdebatan
para arkeolog dan paleontolog. Namun belum ada satupun
yang mendapat bukti kuat tentang apa yang terjadi.
Kini sekelompok peneliti mengklaim menemukan
bukti-bukti - yang didasarkan pada penanggalan
radiokarbon dari artefak yang dijumpai di Prancis -
yang menyebutkan bahwa dua jenis hominid itu pernah
bertemu, bahkan tinggal di tempat sama pada waktu
bersamaan sekitar 38.000 tahun lalu.
"Data ini mendukung kebersamaan mereka - dan mungkin
juga adanya interaksi budaya dan demografi - antara
Neanderthal terakhir dengan populasi manusia modern
pertama di Eropa barat," tulis para peneliti di jurnal
Nature.
Beberapa peneliti berargumen bahwa Neanderthal dan
nenek moyang manusia modern pernah hidup di jaman yang
sama - setidaknya selama beberapa saat - tapi mereka
berada di tempat yang berlainan. Sebagian yakin
Neanderthal telah punah sebelum manusia modern hadir.
Sementara sisanya bukan hanya percaya keduanya pernah
bertemu, tapi bahkan terjadi perkawinan campur.
Argumen ini berkembang terus selama beberapa generasi,
dan selalu dipicu kembali oleh temuan-temuan baru.
Nah, tim peneliti yang menulis di Nature yakin mereka
telah menemukan jawaban dari perdebatan di atas,
setelah menganalisa peralatan yang ditemukan di gua
Grotte des Fees di Chatelperron, Prancis tengah.
Dalam gua itu, ditemukan benda-benda prasejarah dari
budaya Aurignacian - mengambil nama Aurignac, nama
tempat dekat Spanyol dimana budaya ini pertama kali
ditemukan. Benda-benda tersebut berada di antara dua
lapis tanah yang berisi benda-benda lain peninggalan
Neanderthal.
Menurut keyakinan para peneliti, benda-benda
Aurignacian adalah budaya yang dimiliki manusia modern
pertama. Dan dari posisi terpendamnya, tim peneliti
yang dipimpin Paul Mellars dari Cambridge University,
yakin bahwa pembuatnya, yakni manusia modern, pernah
berbagi tempat dengan Neanderthal. Setidaknya dua
jenis manusia itu pernah bertemu.
Penanggalan radiokarbon dari sisa-sisa tulang di
lapisan berbeda sepertinya membenarkan kesimpulan
tersebut.
Para peneliti menduga iklim dingin telah memaksa
manusia Aurignacian berpindah ke daerah yang lebih
hangat dari Eropa tengah, dan pada saat bersamaan
menggeser Neanderthal, yang kemudian berpindah lebih
ke selatan.
Pada wilayah-wilayah tertentu itu - menurut dugaan -
mereka bertemu, bahkan hidup bersama. Tapi dalam
perkembangan selanjutnya, nenek moyang manusia modern
lebih mampu bertahan, sedangkan kelompok terkahir
Neanderthal berangsur-angsur lenyap.
Baktos,
Rahman, Wassenaar/NL
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page
http://www.yahoo.com/r/hs
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/