Pusat Penelitian Fosil di Tempat Manusia Berasal

Jakarta, Senin

Chad membuka departemen palaeontologi pertamanya -
atau yang keempat di seluruh Afrika - menyusul
penemuan-penemuan yang membuat para ahli harus
memikirkan kembali darimana manusia berasal.

Sampai dengan beberapa tahun lalu, kebanyakan peneliti
masih berpikir bahwa jalur evolusi manusia muncul dari
Lembah Rift, Afrika Timur. Ilmuwan seperti Dr Louis
Leakey adalah salah satu orang yang membuat daerah itu
terkenal dan disebut sebagai tempat asal-usul manusia.

Namun pada bulan Juli 2002, sebuah fosil yang
ditemukan di Chad menyanggah pandangan tersebut. Fosil
berusia tujuh juta tahun yang dijuluki Toumaï itu,
memberi dugaan bahwa asal-usul manusia jauh lebih ke
barat, tepatnya di pusat Afrika Tengah.

Penemu Toumaï adalah tim yang dipimpin palaentolog
Prancis, Profesor Michel Brunet, yang minggu lalu ikut
membantu pembukaan departemen palaeontologi Chad di
Universitas Ndjamena. Ia berharap pembukaan ini bisa
menarik minat para pemuda Chad terhadap palaeontologi.

"Sebelum ditemukan Toumaï, kami mengira bahwa
asal-usul manusia adalah di suatu tempat di Afrika
Timur," kata Profesor Brunet.

Toumaï digali oleh Ahounta Djimdoumalbaye, seorang
anggota peneliti asal Chad. "Saya pertama melihatnya
pada jarak tiga meter," katanya. "Sesuatu yang
mengkilap di bawah sinar Matahari itu ternyata
gigi-gigi. Tapi saya semula menduganya sebagai
gigi-gigi sejenis babi."

"Saya kemudian membersihkan endapan yang menutupinya,
dan setelah membaliknya saya menemukan dua lobang -
tempat mata berada - dan baru sadar ini adalah temuan
luar biasa."

Ketika ditanya apakah ia akan menemukan fosil yang
lebih tua, jawabnya: "Mengapa tidak? Kami akan
berusaha menemukan tulang belulang lengkap karena saat
ini kami hanya memiliki tengkorak Toumaï, lalu mungkin
menemukan sesuatu yang lebih tua."

Adapun departemen palaeontologi yang baru ini akan
memiliki ruang bagi 46 mahasiswa, serta laboratorium
berteknologi tinggi untuk menganalisa fosil.
Departemen akan dipimpin Dr Mackaye Hassane Taisso,
yang seperti Djimdoumalbaye, berambisi menemukan fosil
yang lebih tua dari Toumaï.

Penemuan Toumaï diakui telah mengubah pandangan banyak
peneliti mengenai asal manusia. Banyak ilmuwan kini
memfokuskan pencarian ke wilayah kaya fosil di Chad.
Nah, dengan dibukanya departemen ini, maka kemungkinan
untuk menemukan leluhur manusia di lokasi asal-usul
ini makin besar.

oge:

http://www.kompas.com/teknologi/news/0504/08/212351.htm

Baktos,

Rahman, Wassenaar/NL


        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke