Asa pabaliut?

AG. /Bdg.


--- In [email protected], Rahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Budaya Sunda tak Akan Punah
> 
> BANDUNG, (PR).-
> Orang Sunda tidak perlu khawatir kebudayaan Sunda akan
> punah. Selain orang Sunda masih mencintai seni dan
> budayanya, masyarakat lainnya pun banyak mengadopsi
> budaya, seni, atau bahasa Sunda.
> 
> Yang harus dicermati ialah terjadinya perubahan bentuk
> budaya, seni, atau bahasa hasil adaptasi orang-orang
> di luar Sunda. Meski demikian, hal itu justru akan
> memperkaya khazanah budaya Sunda. Karena, budaya pada
> hakikatnya adalah sesuatu yang akan terus mengalami
> perubahan.
> 
> Itulah salah satu benang merah yang mencuat pada
> diskusi peluncuran buku "Sunda pun Angkat Bicara"
> (Gairah Kesundaan & Keislaman dalam Politik
> Kebangsaan) yang diselenggarakan Forum Panyawangan, di
> Bandung, Sabtu (22/10). Tampil sebagai pembicara dalam
> diskusi tersebut, Pembantu Rektor III Unpas Drs. Yaya
> M. Abdul Aziz, M.Si., Moch. Ridlo Eisy (Dirut PT
> Galamedia Bandung Perkasa), dan Piah Napisah (anggota
> tim penyusun buku).
> 
> Menurut Ridlo, membicarakan wacana Sunda dengan
> keislaman harus sangat hati-hati, karena jika melihat
> sejarahnya, kebudayaan Islam lebih banyak dibentuk
> oleh pertumpahan darah dan kekerasan. Sedangkan
> masyarakat Sunda justru sebaliknya, cinta damai, murah
> senyum, dan someah.
> 
> "Kalau mau berbicara Islam Sunda atau Sunda Islam,
> harus diwacanakan dulu Islam mana yang sesungguhnya
> akan dibicarakan. Islam yang berdarah-darah atau yang
> bagaimana?" ujarnya.
> 
> Sedangkan untuk wacana budaya, Ridlo mengatakan,
> kecintaan orang Sunda terhadap kebudayaannya masih
> sangat tinggi. Sering munculnya polemik kesundaan di
> media massa, merupakan salah satu bentuk betapa
> hebatnya rasa cinta orang Sunda terhadap
> kebudayaannya. "Buku yang kita bicarakan ini pun,
> merupakan salah satu bukti tingginya cinta masyarakat
> Sunda terhadap kebudayaannya," ujarnya.
> 
> Menurut Ridlo, kebudayaan Sunda justru berkembang
> dengan baik. Dapat membaur dan menyebar dengan
> budaya-budaya lain, tanpa meninggalkan nilai-nilai
> yang dimilikinya. Penyebaran budaya (Sundanisasi) jauh
> lebih baik dan diterima masyarakat, ketimbang
> penyebaran budaya Jawa (Jawanisasi) yang lebih
> dipaksakan oleh kekuasaan, seperti yang terjadi pada
> era Orde Baru.
> 
> Masih kuat
> 
> Hal senada disampaikan Yaya Abdul Aziz. Menurut dia,
> hilangnya suatu kebudayaan ditentukan dua hal,
> etnisitas dan claim history. Selama etnisitas masih
> ada, tidak perlu khawatir kebudayaan Sunda akan punah.
> Adat kebiasaan, tradisi, seni, bahasa, dan lainnya,
> kata Yaya, masih dipegang teguh oleh masyarakat Sunda.
> 
> Begitu juga untuk claim history, kata Yaya, budaya
> Sunda masih kuat. Karena pelaku ekonomi, pemerintahan,
> politik, dan kekuasaan, masih dipegang oleh
> orang-orang Sunda. Keadaan akan mengkhawatirkan bila
> secara kewilayahan, Sunda sudah tergusur. Seperti
> halnya Jawa Barat kehilangan Banten yang membentuk
> provinsi tersendiri. "Tetapi bila masih bertahan dan
> tidak ada lagi daerah-daerah yang ingin memisahkan
> diri, Sunda masih kuat," ujarnya.
> 
> Dalam hal sisi Sunda Islam - Islam Sunda, Yaya
> mengatakan, orang Sunda memang sangat dekat dengan
> Islam, karena landasan Sunda Wiwitan sama dengan
> ajaran Islam. Kalau dalam Islam ada salat, maka dalam
> Sunda Wiwitan terdapat sembah hyang yang esensinya
> sama, mengagungkan pencipta sebagai Tuhan. Sebab,
> dalam terminologi Sunda Wiwitan juga dikenal adanya
> istilah-istilah hyang manon, hyang kersa, hyang agung,
> yang semuanya merujuk kepada Sang Maha Pencipta.
> (A-148)***
> 
> http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/1005/24/0310.htm
> 
> Baktos,
> 
> Rahman, Wassenaar/NL
> 
> 
>       
>               
> __________________________________ 
> Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
> http://mail.yahoo.com
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke