Kembali ke Komitmen Bogor Sebelas tahun yang lalu, nama Indonesia begitu tinggi di mata masyarakat dunia. Pertumbuhan ekonomi tinggi dalam periode yang panjang membawa Indonesia menjadi salah satu calon raksasa ekonomi yang paling prospektif di Asia Pasifik.
Tidak heran apabila Presiden Soeharto begitu percaya diri ketika ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan tingkat tinggi Para Pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Bill Clinton, bukan hanya menerima dengan senang hati ketika didandani baju batik oleh Soeharto, tetapi dengan penuh antusiasme menghasilkan sebuah deklarasi yang berwawasan jauh ke depan ketika bertemu di Istana Bogor. Dari kota yang begitu nyaman dan dari Istana yang begitu megah dengan pemandangan Kebun Raya, dihasilkan apa yang dinamakan Inisiatif Bogor. Para pemimpin APEC sepakat untuk membangun sebuah kawasan perdagangan bebas yang mampu memberikan kesejahteraan bagi mereka yang tinggal di kawasan itu. Negara-negara yang tergolong lebih maju diharapkan bisa menjadi lokomotif kemajuan kawasan dengan menerapkan perdagangan bebas pada tahun 2010, sementara negara-negara lain diperbolehkan menerapkan prinsip perdagangan bebas sepuluh tahun kemudian. Namun, perjalanan kehidupan dunia bukanlah sesuatu yang linier. Pasang-surut kehidupan setiap negara dan juga persoalan yang terjadi di dunia mengganggu keinginan untuk memenuhi keinginan yang ideal itu. Indonesia yang begitu bersinar 11 tahun lalu, kini berubah menjadi Indonesia yang penuh dengan persoalan. Transisi politik dari otokrasi ke demokrasi baru mampu melahirkan sebuah kebebasan. Reformasi yang tidak diikuti dengan transformasi, terutama dalam perilaku dan kultur politik, membuat kemajuan ekonomi justru semakin menurun. Orang mulai membandingkan Indonesia dan Filipina yang secara ekonomi justru tidak menjadi lebih baik ketika masuk ke sistem demokrasi. Keinginan untuk membangun kehidupan yang lebih makmur bagi mereka yang tinggal di kawasan Asia Pasifik pun dibajak oleh kepentingan politik negara besar. Jadilah APEC menggeser isu-isu pembangunan ekonominya menjadi lebih berat ke persoalan-persoalan kepentingan politik. Kembali ke khitah Kini di Busan, Korea Selatan berupaya mengembalikan pertemuan APEC ke khitahnya, yakni fokus ke persoalan ekonomi dan peningkatan perdagangan demi kemakmuran kawasan. Presiden Roh Moon-hyun merasa percaya diri untuk membawa kembali APEC ke cita-cita awalnya karena negaranya telah pulih sepenuhnya dari jeratan krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997. Korsel telah kembali dihormati sebagai negara industri baru. Konsentrasinya untuk fokus kepada pengembangan bidang teknologi informasi mengembalikan Korsel ke jalurnya sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Laporan perekonomian terakhir Korsel untuk kuartal ketiga 2005 menunjukkan produk domestik bruto (PDB) mereka tumbuh dengan 4,4 persen, angka pertumbuhan tertinggi dalam dua tahun terakhir. Perpaduan antara pemimpin yang tahu akan membawa ke mana bangsa dan negaranya serta rakyatnya yang tahu arti kerja keras dan pentingnya produktivitas membawa Korsel bisa cepat keluar dari jebakan krisis. Demokrasi pun berhasil mereka bangun dengan pergantian kepemimpinan yang teratur dan bergulir secara alami sesuatu dengan kemampuan para pemimpinnya. Satu hal yang membanggakan, setidaknya bagi bangsa Indonesia, di Busan sekarang ini muncul kembali istilah Inisiatif Bogor. Nama Bogor kembali disebut-sebut karena memang merupakan awal dirumuskannya cita-cita para pemimpin APEC. Dengan juga berpijak kepada hasil putaran perundingan perdagangan Doha, Presiden Roh ingin mengajak seluruh warga yang tinggal di Asia Pasifik untuk membangun satu komunitas dengan menerima tantangan, membuat perubahan. Towards one community: meet the challenge, make the change. Semoga dari sana bisa dilahirkan deklarasi yang mampu membawa perubahan yang bermanfaat bagi seluruh komunitas yang berada di kawasan Asia Pasifik. (SURYOPRATOMO) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
