dear all 

tah gusti allah ke agunganana kuduna mah urang teh ngarti kebesarananana mangga 
kasadayana.. he euh dibaraca sugan we urang jadi ngarti saetik kuwasa allah teh




Mendengarkan Serangga Berbicara


Jakarta, Kamis
 

Kamera dan teknologi suara yang canggih telah memungkinkan para peneliti 
memperoleh pengetahuan baru yang luar biasa mengenai perilaku serangga. Mereka 
misalnya menemukan bahwa ulat yang berasal dari kupu-kupu biru ternyata 
berkomunikasi dengan semut dengan cara mengeluarkan suara yang membuat semut 
merawatnya seperti merawat ratunya sendiri.
 
Para peneliti juga mendapatkan bahwa suara ulat tersebut ternyata bisa didengar 
sejenis ngengat. Mendengar suara itu, ngengat akan mencari sang ulat guna 
meletakkan telur-telurnya di tubuhnya.

Aktivitas yang sebelumnya tidak pernah tertangkap kamera itu bakal ditayangkan 
di BBC dalam program Life in the Undergrowth. 

"Di masa lalu, agar bisa mendapatkan gambar dengan jelas, kita harus 
mengarahkan lampu begitu dekat pada obyek, sehingga obyek itu kepanasan dan 
kita tidak berhasil mendapatkan perilaku asli mereka," kata Sir David 
Attenborough, seorang naturalis yang akan bertindak sebagai pembawa acara 
siaran tersebut.

"Kini kami memiliki kamera yang amat sensitif sehingga kami tidak butuh cahaya 
terlalu banyak. Dan kami juga memiliki lensa yang amat-amat kecil sehingga kami 
bisa mengambil gambar dari jarak sangat dekat sehingga bisa memperlihatkan 
hal-hal yang sungguh menakjubkan," lanjutnya.

Cari dan hancurkan

Kupu-kupu alcon biru (Maculinea alcon) dari Eropa tengah sudah sejak lama 
dikenal sebagai "artis yang pintar menipu". Bahkan sebelum menjadi kupu-kupu, 
yakni masih dalam bentuk ulat, mereka sudah pandai memperdaya hewan lain.

Ulat dari kupu-kupu ini bisa mengeluarkan suara dan sinyal kimiawi yang mampu 
"memerintahkan" semut pekerja untuk membawanya ke dalam sarang, menyediakan 
makanan, membersihkan tubuhnya, dan merawatnya seolah sang ulat itu adalah ratu 
semut.

Ulat tersebut bisa hidup hingga lebih dari dua tahun di dalam sarang sebelum 
menjadi kepompong dan keluar sebagai kupu-kupu.
 
Namun ia memiliki musuh alami yang tak kalah cerdik, yakni sejenis ngengat yang 
disebut Ichneumon eumerus. Tidak seperti semut, ngengat tidak tertipu suara 
ulat bahkan menjadikan suara itu sebagai petunjuk di mana buruannya berada. 

Jeremy Thomas dari Pusat Ekologi dan Hidrologi di Dorset, Inggris, yang 
meneliti kupu-kupu biru sejak 30 tahun, baru-baru ini menemukan bagaimana 
ngengat Ichneumon eumerus menghindari serangan semut dengan mengeluarkan sinyak 
kimiawi, semacam pheromone dari tubuhnya.

Sinyal kimia ini tidak hanya mengusir semut tapi juga membuat mereka saling 
menyerang satu sama lain. Dalam situasi yang kacau itu, ngengat akan mencari 
ulat dan menyuntikkan telur di dalam tubuhnya.

Ketika ngengat meninggalkan sarang itu, semua akan menjadi normal dan 
semut-semut kembali akan memberi makan dan merawat ulat. Tapi saat ulat berubah 
menjadi kepompong, ia akan dimakan dari dalam oleh anak ngengat yang menetas 
dari telur - dan akhirnya ngengatlah yang keluar dari sarang itu, bukan 
kupu-kupu alcon biru.

Nada yang tepat

Selain mendapatkan gambar yang lebih detail, teknologi juga memungkinkan para 
peneliti merekam suara-suara serangga itu dengan lebih jelas. Sedemikian jelas 
rekaman itu sampai-sampai semut pun tertipu.

"Kami bisa mendapatkan suara yang jernih, dan menggunakan peralatan-peralatan 
mini, kami bisa merekam perilaku alami ulat dan semut dibanding sebelumnya," 
kata Dr Thomas.

"Kami juga bisa memainkan rekaman itu di dekat semut, begitu miripnya, sehingga 
semut bereaksi seolah ulat alcon biru sendiri yang mengeluarkan suaranya," 
lanjutnya. "Semut segera mendekati mikrofon dan menyentuhnya menggunakan 
antena."
 
Namun tidak demikian dengan ngengat. Mereka rupanya cukup cerdik untuk tidak 
tertipu, walau mendengar suara yang mirip. Menurut dugaan para peneliti, ini 
karena ngengat tidak membaui sinyal kimiawi dari ulat. Suara saja ternyata 
tidak cukup.

Sinyal kimiawi ini bukan jenis yang mudah menguap terbawa udara. Dan tanpa 
sinyal, ngengat tidak tertarik untuk mencari lebih dekat. Mereka memang 
memanfaatkan suara yang dikeluarkan ulat sebagai penunjuk arah. Namun setelah 
sumbernya ditemukan, ngengat tidak akan menyerang bila sinyal kimia yang 
dikeluarkan berbeda. 



Sumber:  bbc.co.uk 



Wassallam



Aldo Desatura
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk.
Phone : 021.315.1563 ext 548-562
Fax      : 021.3193.4245
http://www.ramayana.co.id

" Just because you smart don't think the other one is stupid ..." 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke