Aih... bet siga tatarucangan anu eusina 'jorok'ieu teh nya? he he he...

Material Pintar, Mengeras Saat Tabrakan

Jakarta, Selasa

        
Kirim Teman | Print Artikel

Para peneliti di University of Hertfordshire, Inggris telah menemukan
senyawa kompleks elastis yang disebut d3o. Senyawa ini dapat menjadi
lunak maupun keras. Pada kondisi normal, material tersebut lunak tapi
begitu diberi tekanan tertentu, molekul-molekulnya akan saling
mengunci sehingga menjadi sangat kuat.

Material menyerap tekanan dengan cara mengeras dan menyebarkan tekanan
tersebut ke area yang luas. Perusahaan Swiss Ribcap telah menggunakan
material ini untuk memproduksi penutup kepala bagi para peselancar es.
Produk buatan Ribcap ini adalah kombinasi antara beanie (penutup
kepala dan telinga) yang lunak dan fleksibel dengan helm yang keras.

Setelah mengembangkan selama lima tahun, tim dari Ribcap berhasil
menemukan komposisi terbaik senyawa d3o. Ruth Gough, manajer merek d3o
menggambarkan pengalamannya sendiri menggunakan Ribcap saat berada di
jalur ski. Ia jatuh tersungkur sehingga kepalanya terbentur.

"Saya agak bingung dan hampir tidak yakin apakah kepala saya terbentur
meskipun orang-orang yang melihatnya yakin hal tersebut terjadi pada
saya dan cukup keras," kata Gough. Begitulah gambaran nyata bagaimana
d3o bekerja. d3o sangat nyaman dipakai karena seperti bagian tubuh
Anda sendiri.

Saat memakainya, niscaya Anda segera lupa bahwa penutup tersebut
berada di atas kepala. Fungsi pengaman bahan tersebut akan bekerja
sesaat membentur tanah atau benda lainnya.

Manfaat material yang pintar ini juga akan dirasakan Jerzy Dudek,
kiper kesebelasan nasional Polandia pada Piala Dunia tahun depan.
Material berwarna oranye tersebut akan digunakan sebagai pelapis
pelindung sendi pada sarung tangan maupun pelindung lututnya.

Fiksi ilmiah

Penemuan material ini seperti mengangkat khayalan ke dunia nyata.
Konsep pembuatan bahan tahan benturan seperti ini sudah ditemukan
dalam novel-novel fiksi ilmiah. Pada tahun 1971, David Gerrold dan
Larry Niven menulis tentang baju tahan benturan dalam novelnya
berjudul The Flying Sorcerers.

"Ini adalah baju tahan benturan saya," kata salah satu tokohnya
Purple. ia melangkah maju dan memukul-mukul perutnya sendiri. Perutnya
besar dan empuk sehingga pukulannya seharusnya membuatnya meringis
kesakitan. Tapi, ternyata tidak, bahkan perutnya justru semakin
mengeras seperti batu. "Pada kondisi normal, ia adalah bahan pakaian
yang bergerak jika ditiup angin tapi saat mendapat pukulan,
materialnya berubah menjadi keras," lanjut Purple.  

Sumber:  LiveScience.com
Penulis:         Wah






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke