Mun loba teuing bisa ceking.... malah Almarhum lin? ;))
Alkohol Kurangi Resiko Kegemukan?
Jakarta, Rabu
Kirim Teman | Print Artikel
ist
Konsumsi alkohol dalam jumlah tidak terlalu banyak bisa mengurangi
resiko kegemukan
Berita Terkait:
Tanaman Penghasil Tequila Bisa Turunkan Berat Badan
Alkohol Berakibat Lebih Buruk pada Wanita
Orang-orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol satu atau dua kali
per hari, memiliki resiko menjadi gemuk lebih rendah dibanding mereka
yang sama sekali tidak minum atau para peminum berat. Begitu hasil
sebuah penelitian.
Para ilmuwan mendapatkan bahwa di antara lebih 8.200 orang dewasa yang
diselidiki, mereka yang menikmati minuman beralkohol sekali tiap hari
ternyata 54 persen lebih tidak beresiko menjadi gemuk dibanding bukan
peminum.
Hal yang sama juga ditemukan pada mereka yang minum sedikit lebih
banyak (dua kali tiap hari) atau lebih sedikit (beberapa kali minum
tiap minggu), memiliki resiko mengalami kegemukan lebih sedikit
dibanding bukan peminum.
Para peminum berat, di lain pihak, justru cenderung menjadi lebih
gemuk. Mereka yang minum empat kali atau lebih setiap hari, 46 persen
lebih beresiko mengalami kegemukan dibanding bukan peminum. Kebanyakan
peminum bahkan secara umum menjadi gemuk.
Banyak penelitian sebelumnya menghubungkan konsumsi alkohol dalam
jumlah sedang dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Namun sedikit
saja yang mengkaitkan dengan kegemukan.
"Bisa jadi rendahnya resiko kegemukan pada peminum sedang membantu
menjelaskan rendahnya resiko sakit jantung," kata James E. Rohrer,
ahli kesehatan dari Mayo Clinic, Rochester, Minnesota.
Meski begitu, Rohrer menekankan bahwa temuan ini tidak berarti
menyarankan mereka yang mengalami kegemukan untuk mengkonsumsi alkohol
agar menjadi lebih langsing. Alkohol memiliki kandungan kalori tinggi,
dan tidak diketahui mengapa meminumnya dalam jumlah sedang justru
menurunkan resiko kegemukan.
Adapun hasil penelitian ini didasarkan pada data dari survey terhdap
warga berusia 18 tahun atau lebih, yang dilakukan antara tahun 1988
dan 1994. Para peneliti memfokuskan studynya pada 8.236 sukarelawan
yang tidak merokok.
Secara keseluruhan, separuh dari peminum saat ini memiliki berat badan
normal, sedangkan bukan peminum yang tidak mengalami kegemukan hanya
seperempat. Mengapa ini bisa terjadi, masih belum jelas. Tetapi sekali
lagi, Rohrer menyarankan agar tidak menjadi peminum dengan tujuan
mengurangi kegemukan.
Sumber: reuters
Penulis: Wsn
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/