Ari pamingpin urang, iraha rek siga kieu nya?
Morales Potong Gaji Sendiri Pemimpin Bolivia dan Kabinetnya Hanya Terima 50 Persen Pendapatan La Paz, Rabu - Presiden terpilih sosialis Bolivia, Evo Morales, mengatakan dia akan memotong gajinya setengahnya saat menjadi presiden bulan depan. Seluruh anggota kabinetnya akan menyusul. Ini dilakukan agar lebih banyak pegawai bisa dipekerjakan pada sektor pendidikan dan kesehatan, menurut Morales, Selasa (27/12) malam. Ini adalah sebuah revolusi demokratis dan kami akan menjawab seruan rakyat Bolivia, kata Morales. Ini adalah masalah membagi situasi negeri di antara kita semua, kata Morales, yang telah bertekad untuk membuat perusahaan-perusahaan multinasional membayar lebih banyak kepada ekonomi nasional dan untuk meningkatkan Bolivia dari statusnya sebagai salah satu bangsa termiskin di Amerika Latin. Morales, seorang petani koka berusia 46 tahun yang juga anggota parlemen, memenangi pemilu presiden 18 Desember dan akan dilantik pada 22 Januari mendatang. Dia mengatakan, gaji mendatangnya sekitar 3.600 dollar AS per bulan akan dipotong menjadi 1.800 dollar AS. Para anggota kabinet dan semua 157 anggota partainya, Gerakan ke Sosialisme (MAS), yang terpilih menjadi anggota Kongres juga akan terkena potongan gaji 50 persen, kata Morales. Dia menambahkan bahwa gaji 157 anggota Kongres pengganti yang mengambil alih tugas para anggota Kongres saat mereka tidak hadir akan dikurangi menjadi nol. Saat ini Morales, yang lahir sebagai Indian Aymara yang miskin, menyewa sebuah kamar di sebuah tempat kos sebagai tempat tinggalnya. Saat pindah ke istana kepresidenan bulan depan, Morales tidak merencanakan untuk beralih ke gaya hidup jetset. Saat mengumumkan potongan gaji, dia mengatakan, dalam sebuah negara semiskin Bolivia, presiden dan kabinetnya harus berbagi beban itu. Uang potongan gaji mereka akan disalurkan untuk program-program sosial, terutama di bidang pendidikan. Morales juga mengonfirmasikan bahwa pemerintahnya merencanakan memberlakukan sebuah pajak baru bagi orang kaya secepat mungkin. Para penasihatnya mengatakan, mereka merencanakan mencabut sebuah dekrit tahun 1985 yang mengalihkan Bolivia ke semacam ekonomi pasar bebas yang direkomendasikan oleh Washington. Pengumuman-pengumuman itu akan disambut gembira oleh para pemilih miskin yang memberi Morales kemenangan gemilang dalam pemilu lalu. Seorang pembantu dekat Morales mengatakan hari Selasa bahwa Morales akan menolak bantuan ekonomi dan militer AS kalau AS meminta dilanjutkannya upaya pemberantasan koka untuk mendapatkan dana itu. Morales juga merencanakan menarik militer Bolivia dari upaya antinarkoba dan menyerahkan tugas itu untuk polisi, kata Juan Ramon Quintana, seorang anggota tim peralihan Morales. Presiden terpilih itu berkampanye dengan janji mengakhiri pemberantasan tanaman koka. Eradikasi koka merupakan sebuah syarat bagi bantuan dari AS, yang memberi Bolivia 91 juta dollar AS tahun 2005. Keputusan itu dibuat terutama untuk alasan kedaulatan, kata Quintana. Morales juga mengumumkan bahwa dia memulai perjalanannya ke beberapa negara dengan kunjungan ke Kuba untuk bertemu Fidel Castro. (AFP/AP/DI) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
