Tahun Baru Kita Budiarto Shambazy
Apa makna Tahun Baru bagi kita, Anda pasti sudah tahu. Kondisi bangsa belum banyak berubah alias idem dito dengan apa yang telah terjadi pada tahun lalu. Hubungan segi tiga antara rakyat, legislatif, dan eksekutif masih pada "tahap purbakala" layaknya sebuah demokrasi yang masih baru. Salah satu akibatnya, masyarakat bersikap apatis terhadap kekuasaan politik yang secara kasatmata semakin tidak tahu rasa malu. Apakah nasib Anda begitu-begitu saja, saya sungguh tidak tahu. Namun, saya tahu persis tetap akan ada mereka yang mengharapkan kenaikan gaji baru dan mereka yang tetap gemar mengumbar janji-janji palsu. Dan tak sedikit pula orang yang hidupnya begitu-begitu saja. Perlu kepemimpinan yang mampu mengangkat mereka dari sikap yang pasrah alias hanya menerima nasib saja. Jangankan tahun 2006, nasib kita pada tahun 2007 pun tidak akan banyak berubah. Siapa pun yang memimpin, negeri ini sudah kadung banyak masalah. Tahun 2006 parlemen dan pemerintahan pusat serta daerah akan bekerja minimalis seperti biasanya. Tahun 2007 mereka akan bersikap agak sedikit berubah karena sedang menyiapkan strategi dalam rangka merebut suara kita. Tahun 2008 mereka sibuk mencari dana dalam rangka merebut kursi parlemen dan kepresidenan. Setelah menang dalam pemilihan umum tahun 2009, mereka langsung mabuk kekuasaan dan "lupa daratan". Makanya janganlah semuanya disalahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mari kita berkaca, apakah kita sudah paham hak dan kewajiban sebagai warga negara. Nah, sebagian orang memakai momentum perayaan Tahun Baru untuk menyegarkan ingatan kembali pada keberhasilan maupun kegagalan yang lalu. Sebagian kalangan bertekad mati-matian akan menghidupkan kembali semangat dan kultur yang "semangkin" meng-Orde Baru. Anda selalu mau belajar dari pengalaman dan sebab itulah "menang" atau "kalah" bukanlah urusan nomor satu. Walau menang, Anda mungkin telanjur salah pilih kandidat dalam pesta demokrasi yang diadakan dua tahun yang lalu. Tahun ini kita ingin berusaha menjadikan bangsa ini bak Sang Garuda yang terbang tinggi, bukan Si Keledai yang sering terantuk batu. Sementara anggota- anggota parlemen kita tahun ini tampaknya akan sering studi banding tanpa tahu malu. Menjalani hari demi hari pada tahun yang baru ini bak membuka lembar demi lembar buku yang baru. Semoga saja tahun ini tak ada lagi provinsi yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menjadi negara baru. Semoga tahun ini gaji dan penghasilan Anda tidak pernah turun lagi. Kalau pejabat publik kita minta naik gaji lagi, Anda harus berani datang ke kantor mereka untuk berdemonstrasi. Pas malam Tahun Baru Anda pasti mengadakan pesta sambil meniup terompet di rumah bersama keluarga dan teman-teman dekat. Anda bukan orang yang menjelang Tahun Baru sok sibuk mengadakan rapat. Pas habis tengah malam Anda dengan rendah hati langsung melakukan refleksi diri. Sementara pemimpin Anda sejak dulu tidak doyan refleksi alias gemar membela diri meski jelas-jelas membuat kesalahan sendiri. Pas habis tengah malam itu Anda berjanji akan bersikap lebih serius dalam menjalani kehidupan ini. Anda lalu membatin, "Bagaimana mau menjalani hidup kalau harga BBM telah mengalami kenaikan dua kali...." Sejak awal Tahun Baru ini Anda telah merancang berbagai rencana, salah satunya menyaksikan lomba balap mobil A1 tanggal 13-15 Januari. Inilah event olahraga yang dananya dipungut dari hasil sumbangan perusahaan-perusahaan tambang, yang konon bisa mengangkat harkat bangsa ini. Selepas tengah malam itu Anda berjanji kepada diri sendiri dengan mengucapkan kebulatan tekad yang disebut dengan resolusi. Namun, Anda juga kecewa lagi karena revolusi yang rencananya akan mengubah mental bangsa yang menyebalkan ini tak terjadi lagi. Di awal tahun 2006 ini sebagian dari Anda pasti bertekad menurunkan berat badan. Janganlah lupa menyisihkan makanan Anda untuk saudara-saudara kita yang masih sering didera kelaparan. Sebagian dari Anda mungkin ingin menghentikan kebiasaan mengonsumsi narkotika. Itu rencana sempurna karena tidak ada gunanya meniru apa yang baru-baru ini dilakukan seorang pejabat dari Sekretariat Negara. Sebagian dari Anda barangkali tidak mau korupsi lagi. Wah, kalau begitu saya angkat topi! Apa pun resolusi Anda, tujuannya cuma satu, yakni menjadi manusia yang lebih baik lagi. Inilah pekerjaan yang teramat sulit untuk dilakukan di negeri yang terkenal karena korupsinya ini. Tanggal 1 Januari 2006 sebenarnya merupakan "liburan otak" karena saat itulah setiap orang mengevaluasi kehidupannya masing-masing. Namun, teman saya dengan nada kesal mengatakan, "Evaluasi apaan? Lihat keadaan begini kepala gua makin pusing!" Sebuah pepatah Tahun Baru mengatakan, "Apa yang dilakukan seseorang di hari pertama akan menunjukkan apa yang akan terjadi sepanjang tahun itu." Mudah-mudahan Anda tak mabuk alkohol pada malam itu. Di hari pertama pula setiap bangsa yang suka lupa berjanji lagi akan menerapkan kebijakan-kebijakan (values) mereka secara lebih serius lagi. Memangnya masih ada values yang bisa dibanggakan oleh bangsa ini? Setiap orang menetapkan resolusi karena ingin hidup sejahtera. Tujuan ini masih susah kita raih bersama-sama karena sejarah dan tradisi pemerintahan nasional kita. Kehidupan sejahtera didatangkan oleh setiap pemerintah. Tidak ada waktu lagi bagi pemerintah bersikap "stating the obvious" alias "sudah tahu kok bicara pula?" Kehidupan sejahtera gagal dicapai oleh pemerintahan yang bersikap "to whom it may concern" seperti layaknya sebuah surat rekomendasi. Kehidupan sejahtera tak bisa dihasilkan pemerintahan yang "sedikit bekerja, banyak bicara". Nah, Selamat Tahun Baru 2006 dan Selamat Bekerja untuk Anda semua! ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/CHhStB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
