Partisipasi Rendah 
Kepercayaan Masyarakat Tasikmalaya Luntur
 
 
Tasikmalaya, Kompas - Dibandingkan dengan pemilihan umum presiden pada tahun 
2004 lalu, partisipasi warga Kabupaten Tasikmalaya dalam pemilihan kepala 
daerah kemarin jauh lebih rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang 
tidak menggunakan hak pilihnya. Menurut sejumlah pengamat independen, kejenuhan 
dan ketidakpercayaan terhadap politik menjadi salah satu faktor penyebabnya.
  Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan 
Umum Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 281.498 warga diketahui tidak menggunakan 
hak pilihnya dalam Pilkada, Sabtu (7/1) lalu. Jumlah itu merupakan 26,97 persen 
dari total pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebesar 
1.083.635 orang.
  Dibandingkan hasil pemilihan umum presiden 2004 lalu, jumlah tersebut jauh 
lebih besar. Pada pilpres tahap I awal Juni lalu, jumlah pemilih yang tidak 
mencoblos adalah sebanyak 180.732 orang. Atau, 16,4 persen dari total DPT 
sebesar 1.101.100 orang.
  Menurut Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Heny 
Hendrayani, Kamis (12/1), kejenuhan warga Kabupaten Tasikmalaya terhadap 
politik merupakan salah satu faktor penyebab menurunnya partisipasi dalam 
pilkada.
  Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lunturnya kepercayaan publik 
menjadi salah satu faktor penyebab. Sebagian dari mereka yang tidak memilih 
beranggapan bahwa pemilu atau pilkada tidak lagi memberikan kompensasi secara 
langsung kepada mereka. Akibatnya, timbul apatisisme, kata Heny.
  Beberapa waktu yang lalu Irfan Mawarda, Sekretariat Nasional JPPR, 
mengatakan, hampir di seluruh daerah yang telah melaksanakan pilkada cenderung 
berkurang angka partisipasinya. Ia beranggapan, faktor teknis merupakan salah 
satu penyebab utama menurunnya jumlah pemilih yang menggunakan haknya. Masalah 
pemutakhiran data selalu menjadi persoalan bagi pilkada. Di setiap daerah 
hampir selalu ditemukan warga yang tidak mendapatkan kartu pemilih, ujarnya.
  Menurut hasil pemantauan JPPR, diketahui bahwa rata-rata sebanyak 20-30 warga 
per tempat pemilihan suara tidak mendapatkan kartu pemilihan. Sebagai contoh, 
di Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, sebanyak 30 warga tidak mendapatkan 
kartu pemilih. Sementara itu di Desa Kamulyan, jumlahnya 20 orang.
  Cenderung turun
  Saat dikonfirmasi, Ketua KPUD Kabupaten Tasikmalaya Dadan Bardan membenarkan 
bahwa jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya telah mengalami 
peningkatan.
  Dibandingkan pilpres 2004 lalu, jumlah warga yang tidak memilih memang lebih 
tinggi. Bahkan, dibanding pemilu legislatif, jumlahnya jauh lebih tinggi. Jadi, 
kecenderungan terus menurun tingkat partisipasinya, kata Dadan.
  Dadan menduga, menurunnya partisipasi warga dalam pilkada lebih disebabkan 
banyaknya warga yang merantau. Padahal, nama mereka telanjur dimasukkan dalam 
DPT.
  Ditengarai menurunnya partisipasi masyarakat luas dikarenakan banyaknya kasus 
korupsi di lembaga eksekutif dan legislatif saat ini. (d10)


                        
---------------------------------
Yahoo! Photos
 Got holiday prints? See all the ways to get quality prints in your hands ASAP.

[Non-text portions of this message have been removed]



http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke