Pria Senang Melihat Penderitaan?
Jakarta, Kamis
Kirim Teman | Print Artikel
Urusan merasakan penderitaan orang lain mungkin berbeda antara seorang pria
dan wanita. Penelitian yang dilakukan dengan teknik pemindaian otak
menunjukkan, pria cenderung suka melihat "penjahat" yang dihukum. Sebaliknya,
wanita cenderung memperlihatkan empati terhadap kesakitan yang mungkin
dirasakan siapapun.
Meskipun demikian, para peneliti masih belum memastikan apakah perbedaan
schandenfreude atau menikmati penderitaan orang lain dipengaruhi jenis kelamin
atau kondisi biologis. Hasil penelitian di University College London ini
dimuat dalam jurnal Nature.
Dalam penelitian tersebut, dilibatkan 16 pria dan 16 wanita. Tanpa
sepengetahuan mereka, empat orang di antaranya adalah bagian dari tim peneliti.
Mula-mula, mereka diminta bermain dalam permainan investasi moneter.
Selama permainan, keempat orang tersebut menampilkan perannya sebagai pemain
yang fair maupun pemaian yang curang. Para peneliti memastikan seluruh pria
maupun wanita membenci orang yang bermain curang melalui kuesioner yang
dibagikan.
Kemudian, empat orang yang berpura-pura itu diberi kejutan listrik berdaya
rendah. Sementara itu, respon otak 32 sukarelawan dipantau. Ketika pemain yang
fair diberi kejutan listrik, aktivitas otak para pria dan wanita yang
melihatnya meningkat. Terutama di bagian fronto-insular dan anterior cingulate
yang diketahui sebagai pusat respon terhadap rasa sakit.
Ketika pemain yang curang diberikan kejutan listrik, aktivitas otak wanita
yang terlibat dalam permainan tersebut tetap meningkat. Sedangkan otak para
pria tidak lagi memperlihatkan peningkatan aktivitas di bagian otak yang
berhubungan dengan empati. Sebaliknya, aktivitasnya meningkat di bagian
nucleus accumbens yang merespon suatu kesenangan.
"Pria lebih suka melakukan balas dendam dan terlihat menikmati ketika orang
yang dibencinya diberi hukuman yang menurutnya pantas diberikan," kata pimpinan
penelitian Dr. Tania Singer. Menurutnya, mungkin pria lebih suka karena
hukuman yang diberikan dalam bentuk fisik, entah jika dalam bentuk psikologis
atau materi.
Temuan ini mungkin dapat menjelaskan mengapa pria lebih dominan dalam
menindak pelaku kriminal dan menjatuhkan hukuman bagi pelaku kejahatan sosial.
Tapi menurut Dr Colin Wilson, seorang neuropsikolog di Yayasan Kesehatan Green
Park, Belfast, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan
pengaruh jensi lkelamin di sana.
"Mungkin saja wanita cenderung lebih mawas diri, respon hati-hati, dan tidak
mengadili begitu saja," katanya. Akan lebih mengejutkan lagi jika respon yang
sama juga diperlihatkan pada hukuman dalam bentuk lain, misalnya dikucilkan
dari pergaulan sosialnya.
Sumber: bbc.co.uk Penulis: Wah
---------------------------------
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays,
whatever.
[Non-text portions of this message have been removed]
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/