Gus Dur Kritik Kebijakan Pemerintahan Yudhoyono
Tidak Mau Utamakan Kepentingan Bangsa

Jakarta, Kompas - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid kembali mengkritik
berbagai kebijakan pemerintah. Kebijakan yang dikritik mulai dari
orientasi pembangunan, kebijakan impor berbagai komoditas, penanganan
Aceh dan Papua, sampai Timor Leste.

Kritik Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa itu
dikemukakan dalam Forum Kerja Sama Program Fraksi Kebangkitan Bangsa
dengan kepala daerah dan pimpinan DPRD se- Indonesia, Minggu (29/1).

Abdurrahman Wahid (biasa disapa Gus Dur) mengemukakan, orientasi
pembangunan Indonesia masih di darat sejak zaman Sultan Agung abad
ke-17, ketika kapal perangnya tenggelam di Teluk Jakarta, hingga
sekarang. Padahal, negara ini 78 persen terdiri dari air. Administrasi
pemerintahan masih berorientasi ke darat. Oleh karena itu, orientasi
pembangunan harus dikembalikan ke laut.

"Ketika dulu saya mulai dengan membentuk Departemen Kelautan dan
Perikanan, sekarang ini sudah mulai ada suara tidak puas dan bubarin
saja. Ngapain," tuturnya.

Dia menuturkan, ketika menjadi presiden, dirinya juga menekan agar tak
ada impor komoditas seperti cengkeh untuk meningkatkan pendapatan
petani cengkeh. Namun, sekarang pemerintah malah mengimpor berbagai
komoditas seperti gula, kedelai, dan beras. "Bahkan negara kita yang
78 persen laut mengimpor garam. Lha, ini kan habis-habisan. Artinya,
tak mau mengutamakan kepentingan bangsa, tetapi kepentingan sendiri,"
ujarnya.

Selain kebijakan ekonomi, menurut Gus Dur, sekarang tidak ada lagi
penghormatan terhadap nyawa manusia, seperti tewasnya tokoh Papua
Theys Hiyo Eluay dan aktivis hak asasi manusia Munir yang sampai
sekarang tidak ketemu pelakunya. "Saya tahu pembunuhnya, tetapi saya
tidak mau ngomong. Saya takut dibawa ke pengadilan," katanya.

Mantan Presiden itu juga kembali mengkritik perundingan Pemerintah RI
dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki yang menimbulkan kekhawatiran
dari TNI. "Mereka (TNI) bereaksi keras sekali tentang hal ini. Saya
pun ikut-ikutan keras. Bukan apa-apa, saya juga takut karena yang
berunding saja namanya Gerakan Aceh Merdeka," katanya. Demikian pula
masalah Papua yang sebagian orangnya ingin merdeka karena kekayaannya
diambil orang Jakarta.

"Masak negara Timor Leste berani ribut dengan Indonesia yang begini
gede. Saya enggak habis pikir. Padahal, saya tahu Xanana Gusmao itu
cinta Indonesia," katanya. (BUR)





http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke