Sejak Kapan Anjing Menjadi Jinak?

Jakarta, Rabu

  Kirim Teman | Print Artikel 
 
 
ist. 
Dari situs kuburannya, anjing telah dijinakkan dan menjadi teman dekat
manusia sejak 14 ribu tahun lalu. 

 

Anjing menjadi hewan piaraan yang tidak hanya dicari keindahan
tubuhnya, tapi manfaatnya untuk membantu berbagai aktivitas manusia.
Sejak kapan anjing mengalami domestifikasi sehingga menjadi jinak dan
begitu dekat dengan manusia? Penelitian terbaru terhadap tulang
belulang anjing dari sebuah situs yang terkubur menunjukkan bahwa
hewan tersebut telah dijinakkan sejak 14 ribu tahun lalu.

Sebelumnya para ilmuwan meyakini bahwa anjing merupakan turunan dari
serigala berwarna abu-abu. Para ahli taksonomi (ilmu klasifikasi hewan
dan tumbuhan) menggolongkan anjing sebagai varian dari spesies Canis
lupus. Analisis genetik menunjukkan bahwa keturunannya bercabang
menjadi beberapa spesies antara 15 ribu hingga 40 ribu tahun lalu.
Beberapa peneliti juga berpendapat waktunya bahkan 100 ribu tahun lalu
atau sebelumnya.

Namun, Darcy Morey, seorang arkeolog dari Universitas Kansas
mengatakan bahwa para ilmuwan telah melakukan perkiraan yang tidak
tepat. Menurutnya, indikator terbaik untuk menentukan kapan
domestifikasi anjing mulai dilakukan adalah dengan mempelajari anjing
yang pertama-tama dikubur manusia. 

Oleh karena itu, Morey merunut berbagai literatur arkeologi untuk
mencari tempat kuburan anjing di seluruh dunia. Dari sana, ia
menentukan 50 situs tertua di setiap benua kecuali Antartika. Kuburan
anjing tertua yang pernah ditemukan berada di Jerman dan berumur 14
ribu tahun. Anjing juga dikubur secara khusus di Siberia sejak 10.650
tahun lalu. Sedangkan kuburan anjing tertua di Amerika Utara berumur
8.500 tahun dan terletak di Illinois. Morey melaporkan hasil temuannya
dalam Journal of Archaeological Science edisi Februari.      

Kadang-kadang anjing dikubur sendirian, namun kadangkala dikubur
bersama anjing lainnya atau bahkan menjadi satu dengan jasad manusia.
Orang-orang Ashkelon di Israel mengubur lebih dari 1.000 anjing di
sebuah kuburan khusus anjing sekitar 2.200 tahun lalu. Masing-masing
hewan dipisahkan di liang lahat berbeda dengan ekor yang diletakkan
dekat kakinya. Pada Ladang Lambert di Rhode Island yang telah didiami
sejak 1.150 tahun lalu, para arkeolog menemukan seekor anjing yang
dikubur dengan beberapa kulit kerang mengelilingi kepalanya.

Morey yakin bahwa temuan tersebut adalah bukti-bukti terkuat awal
domestifikasi anjing. "Esensi dari proses domestifikasi adalah
hubungan sosial yang jelas-jelas terlihat dari prosesi penguburan
anjing oleh manusia," kata Morey. Menurutnya, data tersebut lebih
masuk akal daripada sekadar mengukur jalur genetiknya.

Pendapat Morey didukung oleh Simon Davis, seorang arkeolog di Institut
Arkeologi Portugis, Lisbon. Meskipun demikian, kata Davis, bukti
arkeologis dan genetik tidak perlu dipertentangkan. Menurut Davis,
penelitian DNA mungkin tidak mengukur waktu domestifikasi secara
langsung, namun waktu terjadinya perubahan populasi nenek moyang
serigala menjadi jalur keturunan yang kemudian berkembang menjadi jinak.

Carles VilĂ , yang analisis genetiknya dikritik Morey, juga sepakat
bahwa perubahan genetik tidak berarti terjadi domestifikasi. Meskipun
demikian, ahli evolusi biologi di Universitas Uppsala, Swedia itu
yakin bahwa anjing telah dijinakkan sebelum 14 ribu tahun lalu sebelum
diperlakukan secara khusus, misalnya dalam proses penguburannya. 


Sumber:  Science 
Penulis:  Wah 







http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke