>
> Perkara aturan tea. Sigana teh ieu mah adat kamalayon (kkasup bangsa
> urang!)Kang. Nyieun aturan sok diskriminatif. Kudu na mah aturan
> nahaon bae oge LAKUNA keur SAREREA. Ulah diskriminatif kitu (boh
> positif boh negatif). Pang bakal loba balukarna eta teh... lamun
> aturan siga kitu, nya teu beda jeung aturan apartheid tea.
>
> Kuduna mah... dimata HUKUM, saha bae satata jeung sadarajat! Rek bule,
> hideung, koneng ... kayas, paduli teuing. Cindekna: AYA atawa EUWEUH
> na aturan keur sarerea!
>
Baraya,
Tah... ieu aya artikel anu nyambung jeung dongeng kuring di luhur! RH
Wanita Malaysia 'didiskriminasi'
Oleh Jonathan Kent
BBC News, Kuala Lumpur
Menurut Marina Mohammad, aturan baru nanti akan membuat kehidupan
perempuan Muslim Malaysia jauh lebih buruk
Perempuan Muslim yang sedang berbelanja di Kuala Lumpur
Anak perempuan mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad
melancarkan serangan atas peran dan status perempuan Muslim di negeri itu.
Marina Mahathir, pegiat hak-hak perempuan, membandingkan banyak
perempuan Muslim Malaysia dengan korban apartheid kulit hitam di
Afrika Selatan.
Marina menggambarkan perempuan Muslim di negeri itu sebagai warga
negara kelas dua yang menjadi korban diskriminasi.
Komentarnya itu ditulis dalam kolom rutinnya di surat kabar Malaysia.
Kolom yang rencananya terbit hari Selasa di harian Star itu kemudian
tidak diterbitkan.
'Diikat dan dibungkam'
Ia kemudian menggelar beberapa perbandingan.
Malaysia, saat dipimpin Mahathir Mohammad, berada di garda paling
depan dalam kampanye internasional untuk mengakhiri tirani minoritas
kulit putih di Afrika Selatan.
Namun anak perempuannya menggambarkan perempuan Muslim di Malaysia
saat ini menjadi korban semacam kebijakan apartheid, dimana perempuan
menjadi warga negara kelas dua, menjadi korban aturan diskriminatif
yang tidak berlaku bagi perempuan non-Muslim.
Kemarahan Marina Mohammad itu tampaknya dipicu berbagai perubahan
terbaru dalam hukum Islam yang mengatur kehidupan keluarga Muslim,
yang dianggap memudahkan lelaki Muslim untuk beristri banyak, untuk
menceraikan istri, dan untuk mengambil sebagian hak properti perempuan
Muslim.
Sementara, kementerian perempuan mendorong anggota parlemen perempuan
untuk mendukung upaya hukum terbaru itu dengan alasan selalu ada
peluang perubahan dan perbaikan isi undang-undang.
Hal itu lalu memicu kritik yang meluas, dan membuat Marina Mohammad
menyarankan agar kementerian perempuan dibagi dua saja, satu untuk
membantu perempuan non-Muslim untuk memerangi diskriminasi, dan yang
satu lagi untuk membuat perempuan Muslim merasa terkekang dan dibungkam.
Walau begitu bila dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia
Tenggara dan di negara Muslim lain, perempuan Malaysia, termasuk yang
Muslim, memainkan banyak peran penting baik di bisnis maupun
kemasyarakatan.
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/