Baraya, Asa ku aneh... nagara pulo sagede pelok rek niat memener pulo ti nagara gede anu loba pulo na? Singapura beakeun lahan!
Walah...Era euy.... !!! :(( RH Singapura Incar Pulau Bintan Wapres: Kebijakan Penggunaan Energi Harus Diubah Batam, Kompas - Pemerintah Singapura melalui Menteri Luar Negeri George Yeo menyatakan minatnya untuk ikut menyiapkan pembangunan infrastruktur dan penyediaan sejumlah investornya di salah satu zona ekonomi dari tujuh zona ekonomi baru yang akan dikembangkan di Indonesia, yakni Pulau Bintan. Demikian diungkapkan Ketua Pemulihan Ekonomi Nasional Sofjan Wanandi, yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia seusai ikut mendampingi tim ekonomi yang dipimpin Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Hotel Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (18/3) petang. Dalam pertemuan itu, sejumlah menteri ekonomi ikut hadir. Mereka adalah Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Luthfie, serta Ketua Kadin MS Hidayat dan Ketua Komisi VI DPR Didik J Rachbini. Pertemuan itu dilakukan Wapres di sela-sela kunjungan kerjanya ke kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) di Lobam, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, dan kawasan Otorita Pulau Batam. Wapres juga menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pengusaha yang menanamkan modalnya di kawasan industri BIE, serta meninjau sejumlah industri, seperti garmen. Ditanya apakah itu berarti Pemerintah Singapura meminta diberikan konsesi dalam pengelolaan zona ekonomi di Pulau Bintan, Sofjan menyatakan, "Hal itu belum dibicarakan secara rinci. Hanya mereka akan ikut andil mempersiapkan infrastruktur dan penyiapan investornya." Sofjan menyatakan, dari hasil pertemuan Wapres dengan Menlu Singapura disepakati juga, dalam waktu enam bulan sekali akan dilakukan pembicaraan antara tim ekonomi Indonesia dan tim ekonomi Singapura terkait dengan kendala yang masih ada dalam investasi. Tim ekonomi Indonesia akan dipimpin Wapres. Menurut Sofjan, Wapres dan Menlu Singapura membahas sejumlah masalah yang selama ini dinilai menghambat investasi di kawasan Batam, Bintan, dan di wilayah Indonesia lainnya. "Selain masalah ketidakpastian perundang-undangan dalam investasi, dualisme pemerintahan di kawasan Batam, masalah perpajakan dan bea cukai yang masih dipungut juga masalah upah tenaga kerja yang dinilai Singapura setiap tahun berubah sehingga menghabiskan waktu untuk selalu bernegosiasi dengan pekerja," ujar Sofjan. Ubah kebijakan energi Ketika memberikan pengarahan di kawasan BIE, Wapres menyatakan, Indonesia sebagai negara yang kaya dengan hasil sumber daya alam minyak dan gas alam harus mengubah kebijakan penggunaan energinya yang akan dipasok ke industri di luar negeri. Kalau dulu kebijakan energi mengikuti arah industri, maka sekarang ini harus dibalik, industri yang harus mengikuti arah kebijakan energi. Oleh karena itu, kalau industri ingin mendapatkan pasokan energi seperti gas alam dari Indonesia, maka industri itu harus datang ke Indonesia. Sumber energi gas alam kita akan diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk industri luar yang akan dibangun di Indonesia. "Sekarang ini, industri harus mengikuti kebijakan energi kita. Kalau 30 tahun lamanya energi gas alam kita dipasok ke industri di luar negeri, maka saatnya sekarang kita utamakan bagi kebutuhan dalam negeri dan industri kita. Kalau mau dipasok energi gas alam kita, datang lah ke Indonesia," ujar Wapres. (har) http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
