Pramoedya Ananta Toer meninggal

     
Pramoedya
Pramoedya dipenjara beberapa kali karena pandangan politiknya
Sastrawan terkemuka Indonesia Pramudya Ananta Toer meninggal dunia
hari Minggu pagi setelah menderita sakit jantung dan komplikasi diabetes.

Pramoedya meninggal di usia 81 tahun di kediamannya di Jakarta Timur
setelah sempat satu minggu dirawat di ruang perawatan intensif rumah
sakit Sint Carolus.

Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Erry Riyana Hardjapamekas,
salah seorang yang melawat, mengatakan warisan Pramoedya bagi rakyat
Indonesia adalah semangat untuk melawan kemiskinan dan penindasan.

Sementara itu, Sitor Situmorang mengatakan Pramoedya berhasil
menggambarkan sisi kemanusiaan dengan segala keadaannya.

"Dalam judul buku apapun, tokoh apapun dan di tempat apapun yang ia
ceritakan, semua menceritakan kehidupan dengan pengalaman manusia
sebagai manusia yang mengenal lingkungannya dalam cinta, dendam,
pengharapan, dalam berbuat kesalahan dan saling memaafkan."

Semasa hidupnya, Pramoedya beberapa kali mendapat nominasi penghargaan
Nobel di bidang kesusasteraan, dan 34 buku tulisannya diterjemahkan ke
dalam 37 bahasa.

Karyanya yang paling terkenal, empat novel yang disebut ditulis di
atas kertas dan diselundupkan ke luar penjara saat dia ditawan selama
14 tahun di Pulau Buru.






http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




SPONSORED LINKS
Spanish language and culture Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke