Dunia 'gagal' urus anak-anak

Dua tahun pertama dalam kehidupan seorang anak adalah masa penting bagi giziDunia gagal mengurus anak-karena anak-anak dengan tidak menjamin anak-anak mendapat cukup makanan, demikian menurut Dana Anak-Anak PBB (UNICEF).
Laporan UNICEF mengatakan, jumlah anak balita yang berat badannya dibawah standar hampir tidak berubah walaupun ada target untuk menurunkan angka itu.
Separuh dari anak-anak yang kekurangan gizi di dunia hidup di Asia Selatan, menurut UNICEF.
Dan organisasi itu mengatakan, gizi yang buruk adalah faktor kematian 5,6 juta anak per tahun, lebih dari separuh jumlah total anak yang meninggal setiap tahunnya.
Salah satu Tujuan Pembangunan Millenium PBB adalah untuk menghapuskan kemiskinan ekstrim dan kelaparan sebelum akhir tahun 2015, yang berarti mengurangi separuhnya jumlah anak-anak yang berat badannya dibawah standar kelompok umur mereka.
Namun UNICEF memperingatkan dunia tidak berada di jalur yang benar untuk memenuhi tujuan itu.
Laporan UNICEF itu menemukan, 27% anak balita di negara-negara berkembang tidak cukup makan, yaitu sekitar 146 juta anak.
Tahun 1990 lalu, angka itu sekitar 32%.
Ketahanan pangan
Di kawasan Asia Selatan, jumlah anak Bangladesh, India dan Pakistan yang beratnya dibawah standar adalah separuh dari jumlah seluruh anak dunia yang kurang gizi.
Untuk setiap anak yang jelas tampak kekurangan gizi, ada lebih banyak lagi anak sedang berjuang dalam krisis gizi yang tidak tampak


Ann Veneman, direktur eksekutif UNICEF

Sekitar 47% anak balita di India berat badannya tidak memenuhi standar.
Di kawasan timur dan selatan Afrika, yang sering dilanda kelaparan, hanya terjadi sedikit kemajuan, dengan 29% anak kekurangan gizi.
Di Asia Timur, Cina berhasil mengurangi jumlah anak yang beratnya di bawah standar sebesar sekitar 6,7% per tahun sejak tahun 1990, namun negara-negara lain di kawasan masih tertinggal.
Hanya dua kawasan di dunia, Amerika Latin dan Karibia, tempat 7% anak beratnya di bawah standar, dan kawasan Asia Timur dan Pasifik, tempat 15% anak kekurangan gizi, diperkirakan masih bisa memenuhi target.
Sementara di negara-negara maju ada kesenjangan, dan berat badan rendah saat kelahiran merupakan masalah yang sering terjadi diantara warga miskin dan etnik minoritas.
Menghindari kemiskinan
Vitamin dan mineral sangat vital terhadap perkembangan anak-anak, dan kekurangan zat-zat itu dapat meningkatkan resiko penyakit biasa.

Menurut UNICEF 27% anak balita di negara-negara berkembang tidak cukup makan
Contohnya, kurangnya zat iodin dalam makanan sehari-hari menyebabkan 37 juta bayi yang baru lahir kesulitan belajar setiap tahun.
UNICEF menyerukan agar diambil berbagai langkah, termasuk langkah sederhana seperti menyediakan kapsul vitamin A, dan memilih makanan yang mengandung zat besi dan iodin.
UNICEF juga menginginkan gizi anak-anak menjadi komponen utama kebijakan nasional dan anggaran pemerintah dunia, menyediakan informasi yang lebih baik mengenai gizi dan menyediakan bahan-bahan itu bagi keluarga.
Selain itu, harus ada fokus khusus terhadap dua tahun pertama dalam kehidupan seorang anak dan kampanye yang lebih baik mengenai air susu ibu.
Ann Veneman, direktur eksekutif UNICEF mengatakan: "Kurangnya kemajuan untuk memerangi kekurangan gizi merugikan anak-anak dan berbagai negara."
"Tidak banyak hal yang memiliki dampak yang lebih besar daripada gizi terhadap kemampuan anak untuk bertahan hidup, belajar secara efektif dan menghindari kemiskinan."
Dia memperingatkan bahwa angka itu tidak memberi gambaran keseluruhan.
"Untuk setiap anak yang jelas tampak kekurangan gizi, ada lebih banyak lagi anak sedang berjuang dalam krisis gizi yang tidak tampak."

Jumlah anak kurang gizi di seluruh dunia
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/05/060502_unicefreport.shtml
           
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




SPONSORED LINKS
Spanish language and culture Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke