Ah... ceuk saha loba nu sukses di LN teh. Geuning nu kieu ge bet loba!
Karunya! :(( RH

Sumiati Dibakar Anak Majikannya di Kuwait

SUKABUMI, (PR).-
Seorang tenaga kerja wanita asal Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi
korban kekerasan majikannya di Kuwait. Korban kali ini adalah Sumiati
(28) warga Kampung Cimenga RT 02 RW 02 Desa Bojongkalong Kec. Nyalindung.
SUMIATI (28), menunjukkan bekas luka bakar di tubuhnya, Rabu (3/5).
TKW asal Kp. Cimenga Desa Bojongkalong Kec. Nyalindung Kab. Sukabumi
ini dianiaya anak majikannya ketika bekerja di Kuwait. Selain
penderitaan fisik, menurut Sumiati, majikannya ingkar janji dalam
pembayaran gaji bulanan.*DANI S. WIRIA/"PR"

Akibat dianiaya salah seorang anak majikannya, saat ini korban
menderita luka bakar pada bagian punggung, pangkal tangan, dan paha.
Luka bakar ini juga menyebabkan korban tidak bisa melakukan
aktivitasnya sebagai istri dari Abdurachman (28) dan ibu anak
perempuannya yang semata wayang.

Ketika dihubungi di rumahnya, Sumiati didampingi suaminya dan beberapa
anggota keluarganya menceritakan kejadian buruk yang menimpanya. Ini
semuanya diawali ketika korban baru tiga bulan bekerja di keluarga
pasangan Harbi - Asiyah yang bertempat tinggal di kawasan Sabahase
Naseer Street 6, Kuwait.

Suatu sore di akhir Desember 2005, Sumiati tengah mencuci piring,
tiba-tiba anak majikannya bernama Hanieen Harbi (9) membakar baju yang
dipakai korban dari arah belakang. "Terakhir saya melihat anak
perempuan itu memegang kembang api dan korek api. Saya baru sadar
dibakar setelah punggung saya panas dan bagian belakang baju saya
sudah menyala. Saat itu, saya hanya bisa menjerit-jerit. Api baru bisa
padam setelah ibu dari anak itu menggusur saya ke bak mandi. Tapi,
kondisi saya sudah sangat parah dan setelah itu saya pingsan," kata
Sumiati,.

Sumiati baru sadar setelah berada di Rumah Sakit di Kuwait. Korban
tidak mengetahui secara pasti siapa yang membawanya ke rumah sakit.
"Tapi, menurut keterangan sopir taksi yang membawa saya, saya dibawa
oleh majikan perempuan Aisyah. Setelah satu bulan dirawat di rumah
sakit, saya dipaksa pulang. Padahal, saat itu menurut dokter di rumah
sakit, saya belum boleh pulang. Ternyata bukan pulang ke rumah, tapi
saya sudah disediakan tiket dan harus kembali ke Indonesia," jelas korban.

Awal Februari 2006 itu, Sumiati kembali ke Indonesia dengan kondisi
lemah. Hampir di seluruh punggungnya terdapat luka bakar yang belum
sembuh benar. Tapi atas kekuasaan Tuhan, Sumiati yang hanya diantar
oleh sopir ke Bandara, akhirnya terbang pulang ke Indonesia. Sebelum
pesawat tinggal landas, Sumiati sempat menghubungi salah seorang
kerabatnya di Sukabumi. Dia mengabarkan kondisi kesehatan dan
kepulangannya ke Sukabumi. "Saya minta dijemput di Bandara Soekarno -
Hatta, Jakarta," kata Sumiati.

Tiba di Jakarta sekitar tengah malam. Masih dalam kondisi lemah dan
bagian punggung yang lecet-lecet, Sumiati langsung dibawa ke Sukabumi
dan masuk ke Rumah Sakit Samsudin Kota Sukabumi. " Sekarang, kondisi
saya bertambah parah, terjadi pembengkakan. Untuk berobat sudah tidak
ada uang lagi. Memang pada saat berobat di RSUD Samsudin saya
menggunakan kartu JPS. Tapi obat-obatnya sangat mahal," kata Sumiati.

Walaupun sudah berada di tanah kelahirannya, kisah sedih TKW Sumiati
ternyata belum berakhir. Bekas luka bakar itu kembali menampakkan
gejala buruk. Bahkan, akhir-akhir ini terjadi pembengkakan pada bagian
punggung dan tangan sebelah kirinya. Akibatnya, Sumiati tidak bisa
melakukan aktivitasnya secara normal. Dia hanya bisa tidur, makan, dan
duduk termangu di depan rumahnya.

Ingatannya kembali menerawang pada kejadian buruk yang dialami di
Kuwait. Seperti masalah gaji. Secara lisan, Sumiati sebenarnya akan
dibayar 50 Dinar/bulan atau sekira Rp 1,5 juta/bulan. Tapi
kenyataannya, ketika pulang hanya diberi 80 Dinar untuk dua bulan
kerja, sedangkan masa sakit dan terbaring di rumah sakit tidak
dibayar. Alasannya semua gaji Sumiati digunakan untuk perawatan.

"Kelemahan saya, surat perjanjian kerja saya di pegang oleh Pak Alek.
Pada saat diminta,Pak Alek hanya janji-janji melulu dan saya tidak
punya kekuatan apa-apa." ujar Sumiati. (A-82)***






http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




SPONSORED LINKS
Spanish language and culture Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke