Rokok juga Mengandung Formalin BANDUNG, (PR).- Senyawa formalin tidak hanya digunakan perajin ikan asin, bakso, atau tahu, seperti yang pernah diisukan beberapa waktu lalu. Menurut pakar farmakologi klinik dari Fakultas Kedokteran Unpad, Dr. dr. Atie W. Soekandar, formalin juga terdapat pada rokok.
"Kandungan formalin pada sebatang rokok, rata-rata 30 ppm dengan speed limitnya 5,0 ppm," ujarnya di hadapan peserta diskusi panel bertajuk "Kanker Paru-Paru, Pencegahan dan Pengobatannya" di Aula RS Santosa, Jln. Kebonjati, Bandung, Rabu (13/9). Senyawa formalin menjadi salah satu dari 28 bahan karsinogen yang terdapat pada rokok. Bahan karsinogen ini, yang memperbesar risiko kanker paru-paru. Dari data penelitian, lanjut dr. Atie, disebutkan bahwa 90% kematian kanker paru disebabkan oleh merokok. Selain dr. Atie, diskusi yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cab. Bandung ini menghadirkan Drajat R. Suardi, Sp.B.Onk, dr. Arto Yuwono Sp.P.D., dan Tata Widjaya dari Radio Mustika FM sebagai moderator. Tren penderita paru-paru selalu mengalami peningkatan. Hanya, data pasti penderita kanker paru-paru di Kota Bandung belum ada. Kanker ini sangat berbahaya karena sulit terdeteksi pada stadium dini. Wali Kota Bandung Dada Rosada, saat membuka diskudi mengatakan, saat ini rokok sudah dikonsumsi anak usia sekolah dasar dengan konsumsi per hari mencapai lima batang. "Diperkirakan jumlahnya akan bertambah terus, sesuai jenjang sekolahnya," kata Dada. Di Amerika Serikat, kematian yang diakibatkan kanker paru-paru meningkat 60% selama kurun waktu 1979-2002. Menurut dr. Arto, 76% di antaranya adalah pria. Pasien kanker paru-paru jarang bisa bertahan dalam waktu lima tahun ia mengidap. "Dalam waktu lima tahun, hanya 15% pasien yang bisa bertahan hidup," ujarnya. Dada perokok Dada Rosada sendiri, adalah perokok berat pada masa mudanya. "Tapi, bapak berhenti setelah radang tenggorokan tahun 1976," ujar Ny. Nani Dada Rosada, yang juga bertindak selaku Ketua YKI Cab. Bandung. Ia mengatakan, kebiasaan merokok bisa dihentikan jika dimulai dari pembinaan keluarga. Salah satu upaya untuk menekan pertumbuhan jumlah penderita kanker paru-paru, Pemkot Bandung mencantumkan larangan merokok di tempat umum pada Perda No. 11/2005 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan yang akan berlaku mulai satu November mendatang. "Saat perda itu diberlakukan, diharapkan di tempat-tempat keramaian , seperti di mal, di kantor, ada ruangan khusus untuk perokok," ujar Nani. Ditambahkan Atie, upaya larangan merokok gencar dilakukan di negara-negara lain seperti di negara bagian California/AS (1998), Irlandia (2004), Norwegia (2005), dan Skotlandia (2006). (A-156)*** http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
