Warga tak Mampu Beli Pangan
Areal Pertanian di Cikancung dan Arjasari tidak Bisa Ditanami

BANDUNG, (PR).-
Dampak kekeringan panjang tahun ini, mulai berpengaruh terhadap daya
beli pangan warga beberapa desa di Kecamatan Cikancung dan Arjasari
Kab. Bandung. Akibat teriknya matahari dalam empat bulan terakhir,
lahan perkebunan tidak dapat ditanami dan kegagalan panen palawija,
menyebabkan sebagian warga terpaksa mengurangi risiko dapur serta
konsumsi makanan pokok dan lauk pauk.

SEORANG warga mencangkul tanah kering di areal perkebunan Pasir
Tuladan Desa Mekarlaksana Kec. Cikancung, Kab. Bandung, Jumat (6/10).
Sejak empat bulan lalu, kawasan ini mengalami kekeringan sehingga
tidak dapat ditanami lagi. Saat ini, akibat kekeringan mengakibatkan
rawan daya beli pada warga sekitar yang mengarah pada rawan
pangan.*RETNO HY/"PR"

Sejumlah warga, Jumat (6/10) dan Sabtu (7/10) menyebutkan, musim
kering tahun ini sangat berpengaruh pada perekonomian. "Tanaman jagung
dan sayuran adalah andalan di sini, tapi sejak mengalami kekeringan
kami menganggur," ujar Encu (43) warga Kamp. Cikeuleut, Desa
Mekarlaksana, Kec. Cikancung, Kab. Bandung.

Air kini sangat sulit diperoleh di areal perkebunan di perbukitan
Cijapati. Akibatnya, menurut Encu, untuk tanam varietas jagung manis,
banyak petani yang tidak dapat menanamnya. Demikian pula dengan
tanaman sayur mayur seperti wortel, kentang dan tomat.

Warga menganggur

Akibat kegagalan panen dan lahan perkebunan tidak dapat ditanami,
hampir semua petani menganggur. Untuk menghidupi keluarga, sejumlah
warga yang beralih profesi menjadi pencari rumput untuk makanan sapi
dan kambing.

Namun, hasil yang didapat jauh dari memadai, hingga akhirnya mereka
harus melakukan penghematan untuk keperluan rumah tangga karena tidak
mampu membeli.

"Bahkan, kebutuhan dapur yang sebenarnya sangat utama terpaksa
dikurangi. Asal ada yang dapat dimakan saja lah," ujar Jaja (37) warga
Desa Cipari, Kec. Cikancung, Kab. Bandung.

Bahkan, menurut Jaja, sebagian warga yang tidak memiliki tanah
garapan, untuk makan saja terpaksa mencampur beras dengan jagung. Ada
juga warga yang mengonsumsi nasi diselingi jagung atau singkong
dengan atau tanpa lauk pauk memadai dan jauh di bawah standar gizi.

Menurut Wasri (41) kondisi rawan daya beli terutama terjadi di daerah
perbukitan.

"Pada umumnya mereka mengalami rawan daya beli. Kalau terus terjadi
seperti ini akan menjadi rawan pangan. Saat ini pun banyaki, warga
pemilik lahan garapan di sekitar perbukitan Cijapati, yang tidak mampu
lagi beli pangan" ujar Warsi.

Belum mendengar

Kondisi serupa dialami warga di daerah Kec. Arjasari. Warga yang
umumnya mata pencahariannya berkebun, kini dihinggapi keresahan akibat
mengalami kesulitan ekonomi.

Sudah tiga bulan terakhir lahan perkebunan mereka mengalami
kekeringan. Akibatnya, banyak warga yang menganggur dan hanya
mengandalkan tabungan bahan makanan dari hasil bercocok tanam musim
sebelumnya.

Menanggapi kondisi warga di sejumlah desa di dua kecamatan tersebut,
staf di Sub-bagian Ketahanan Pangan Sekretariat Daerah Kab. Bandung,
mengaku belum mendengar kabar mengenai rawan daya beli yang mengarah
ke rawan pangan di dua kecamatan tersebut. "Sampai saat ini belum ada
laporan. Kalau benar, peristiwa tahun lalu kembali terulang," ujarnya.

Pada 2005 terdapat sembilan kecamatan yang dinyatakan rawan daya beli
hingga berakibat rawan pangan, yaitu Kec. Cililin, Pacet, Paseh, Ibun,
Ciparay, Cihampelas, Arjasari, Cikancung, dan Kertasari. Jumlah ini
jauh berkurang dari jumlah kecamatan rawan pangan dari 2001-2005 yang
mencapai 13 kecamatan. (A-87)***





http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke