Barat Mispersepsi Islam
Negara Berpenduduk Mayoritas Muslim Harus Berdayakan Wanita

Islamabad, Senin - Dunia Muslim harus segera memperbaiki mispersepsi
yang ada di kalangan masyarakat Barat yang menganggap Islam merupakan
agama yang mendorong militansi ekstrem dan menginformasikan kepada
dunia mengenai Islam yang sesungguhnya.

Hal itu disampaikan Presiden Pakistan Pervez Musharraf ketika
berbicara di Forum Ekonomi Dunia Islam, Senin (6/11) di Islamabad.

"Sebagian ulama yang mampu memberikan pengaruh besar kepada massanya,
berkontribusi atas meningkatnya ekstremisme di dunia Islam yang
menentang moderasi. Ini adalah kenyataan yang kurang menguntungkan
karena mereka ini adalah sekelompok orang penting yang bisa menelurkan
terorisme," ungkap Presiden Pakistan itu.

Dia menambahkan, ulama-ulama radikal telah menguatkan mispersepsi
Barat bahwa Islam adalah agama yang memercayai militansi dan
ketidaktoleranan.

Pada forum yang sama, Musharraf juga mengajak negara-negara
berpenduduk mayoritas Muslim untuk memberdayakan kaum wanita, baik
secara politik maupun ekonomi, sebagai bagian dari upaya untuk
membangun negara.

"Mereka (kaum Wanita) biasanya merupakan 50 persen dari keseluruhan
populasi. Kita harus memberdayakan mereka, secara politik maupun
ekonomi, tetapi itu lebih mudah dikatakan ketimbang dilaksanakan.
Pertama-tama, kita perlu mengembangkan kapasitas mereka," paparnya.

Di Pakistan, kaum wanita mendapatkan jaminan jatah kursi di
dewan-dewan tingkat lokal maupun nasional. Banyak kursi untuk mereka
diisi oleh para wanita dari keluarga-keluarga politikus berkuasa.

Gambaran buram

Dalam pidato panjang lebarnya, Musharraf menyampaikan gambaran buram
prospek sosial dan ekonomi yang dihadapi 57 negara Muslim di dunia, di
mana jumlah keseluruhan Produk Nasional Bruto (GNP)-nya masih kurang
dari GNP hanya satu negara Eropa, yaitu Jerman.

Penduduk Muslim berjumlah sekitar 1,3 miliar jiwa di seluruh dunia,
atau sekitar 25 persen dari keseluruhan populasi dunia, tetapi
kekuatan ekonominya kurang dari lima persen dari ekonomi global jika
dilihat dari Produk Domestik Bruto (GDP)-nya.

Hasilnya, menurut Musharraf, adalah keterbelakangan ekonomi,
kemiskinan, dan pengangguran. Di mana hal-hal itu kemudian mengarah
pada rasa ketidakberdayaan dan keputusasaan.

Presiden Pakistan itu juga menambahkan, rendahnya tingkat pendidikan
di dunia Muslim. "Inilah kesalahan terbesar di tengah dunia saat ini
yang sangat digerakkan pengetahuan. Kita masih masyarakat yang
agraris," ungkapnya.

Dia juga menyerukan pemerintahan yang lebih baik dan modernisasi
ekonomi yang tidak lantas berarti westernisasi. "Kita perlu
meliberalisasi, kita perlu menderegulasi, dan kita perlu melakukan
privatisasi dengan cara yang besar," ujar Musharraf.

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang saat ini menjabat
Ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyampaikan, meningkatkan
ekstremisme di kalangan Muslim juga terkait dengan konflik antara
Israel dan Palestina.

"Ini adalah intinya. Karena (konflik) di Palestina banyak orang marah.
Bahkan di negara Muslim yang kaya, mereka juga marah," kata Badawi.

Musharraf juga menyerukan kepada Amerika Serikat dan Eropa untuk
membantu menyelesaikan sengketa-sengketa politik yang menjadi akar
kekisruhan internasional, serta menuntaskan masalah Palestina.

"Jika kita berupaya mengatasi dulu Irak, Lebanon, dan Afganistan, kita
menaruh kereta di depan kudanya. Kita harus menyelesaikan sengketa
Palestina yang merupakan inti yang kemudian mengarah pada Irak,
Lebanon, Afganistan, dan hal-hal lainnya," tegas Musharraf.

Badawi mendukung seruan Musharraf dan menuduh AS yang tidak bertindak
sebagai mediator yang netral dalam persoalan antara Palestina dan Israel.

"Washington tidak pernah menjadi penengah yang adil dan sepanjang
waktu terlalu banyak memberikan keuntungan kepada Israel. Israel juga
selalu saja melakukan agresi dan perusakan," ungkapnya.

Forum Ekonomi Dunia Islam lahir dari forum bisnis OKI, resmi berdiri
tahun 2003. Pertemuan di Pakistan merupakan pertemuan yang kedua.
Forum ini dimaksudkan untuk mendorong kerja sama ekonomi di antara 52
negara Muslim. (AP/Reuters/OKI) 




http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke