FYI: Bagus utk direnungkan dapet dari blog temen ;). Light my fire! Born to be wild!... kate si Austin Powers mah... where's my mojo... yeaaah baby yeaaaaah! Get wild! ;).
Seks dan Kuasa Di masa depan, soal seks dan kuasa akan menjadi pusat perhatian. Isu politik substantif bisa terabaikan oleh kepenasaran publik pada skandal. Situasi ini telah lama terjadi di Amerika Serikat. Pada 1987, Gary Hart tampil sebagai figur terkuat Partai Demokrat untuk nominasi presiden. Tetapi skandal seksualnya dengan Donna Rise menenggelamkan karier politiknya dan bahkan menenggelamkan kasus Iran-Contra sebagai skandal politik terbesar dan terburuk Amerika Serikat sejak Perang Dunia II. Di balik penyelundupan senjata dalam Iran-Contra sendiri melambungkan nama Fawn Hall, yang mengencani sejumlah pejabat Amerika Serikat untuk meloloskan senjata. Tak lama berselang, seorang menteri fundamentalis, Jim Bakker, yang kerap mengampanyekan gospel melalui televisinya, Praise The Lord, terungkap melakukan hubungan seksual dengan seorang sekretaris gereja. Skandal seksual seperti itu sering memberikan amunisi kepada kita untuk menuding Amerika Serikat sebagai pusat kebejatan moral. Tetapi, tanpa disadari, skandal-skandal seperti itu telah hadir di tengah-tengah kita, bahkan pada tingkat yang jauh lebih permisif. Betapapun liberalnya masyarakat Amerika Serikat, mereka masih bersikap kejam terhadap figur publik yang melakukan noda seksual. Tetapi, betapapun konservatifnya masyarakat Indonesia, skandal seksual figur publik biasanya hanya membuat heboh seketika, lalu dibiarkan berlalu bersama angin. Alhasil, seks dan kuasa di negeri ini akan terus merefleksikan moral Victorian. Suatu ambivalensi moralitas dengan kesenjangan yang menganga antara impresi kesalehan di depan publik dan borok sesungguhnya di belakang layar. Di balik perdebatan moralitas yang sering memaksakan klaim kebenaran, semua kalangan diam-diam merayakan keliaran, "Light my fire! Born to be wild." Gatra.com [Non-text portions of this message have been removed]
