Reaksi terhadap hukuman Saddam
 
        
Saddam Hussein dieksekusi hari Sabtu pagi di Baghdad
Saddam Hussein dieksekusi hari Sabtu pagi di Baghdad
Eksekusi terhadap Saddam Hussein mendapatkan reaksi dari dalam Irak
sendiri maupun dari kalangan internasional, termasuk dari Vatikan.

Salah seorang pengacara Saddan Hussein, Essam Ghazzawi mengecam
eksekusi ini dan mengatakan tindakan ini akan menjadikan mantan
presiden tersebut akan dipuja.

"Mengeksekusiu Presiden Saddam Hussein adalah noda gelap dalam sejarah
keadilan. Ini akan membuat dia semakin menjadi tokoh pujaan, dan dia
akan menjadi pahlawan seperti Sahaludin. "

"Berbagai generasi berikutnya akan mengingat dia, dan sejarah akan
menilai dia kemudian. Amerika dibawah kekuasaan Presiden George Bush
ingin menjadikan Irak pertumpahan darah, dan memperburuk kekerasan
sektarian."

"Jumlah kematian di hari-hari mendatang akan menjadi bukti reaksi
kematian Saddam. Amerika akan menjadi negara kedua yang paling
merasakan akibatnya setelah warga Irak.

Jurubicara partai Baath yang dulu dipimpin oleh Saddam Hussein, Abu
Muhammad mengatakan kelompok-kelompok perlawanan Irak akan membalas
atas hal yang dia sebut sebagai kejahatan buruk eksekusi mantan
pemimpin mereka.

"Partai Baath dan gerakan perlawanan yang menjadi rekan Abu Uday atau
Saddam Hussein, menyatakan kepada dunia bahwa kejahatan buruk terhadap
pemimpin rakyat Irak dan rakyat Irak sendiri akan mendapatkan balasan.
Pelaku pendudukan, sekutu-sekutunya serta mata-matanya."

Reaksi Internasional

Eksekusi Saddam Hussein memancing berbagai reaksi dari seluruh dunia.
Presiden Bush mengatakan eksekusi ini menandai sebuah batu loncatan
bagi Irak.

Dia mengatakan meskipun Saddam melakukan kejahatan terhadap rakyatnya
sendiri, dia disidangkan secara adil.

Namun Bush mengatakan penyidangan Saddam tidak akan mengakhiri
kekerasan di Irak.

Menteri Luar Negeri Inggris, Margaret Beckett mengatakan Saddam
Hussein sudah dimintai pertanggungjawaban.

Becket mengatakan Inggris tidak mendukung hukuman mati tetapi
menghargai keputusan sebuah negara berdaulat.

Sebaliknya Vatikan mengatakan pelaksanaan hukuman gantung itu
merupakan peristiwa tragis seperti halnya bentuk-bentuk hukuman mati
yang lain, dan beresiko menanamkan benih-benih kekerasan baru.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hamid Reza Asefi mengatakan eksekusi
Saddam Hussein akan menimbulkan kekerasan lagi untuk jangka pendek
tetapi pada akhirnya nanti menguntungkan Irak.

"Agak masuk akal memang atau bisa diprediksikan bahwa untuk jangka
pendek keamanan akan terganggu. Tetapi saya percaya untuk jangka
panjang setelah kelompok minoritas bekas simpatisan partai Bath
menerima kenyataan Saddam Hussein tidak lagi hidup dan mereka tidak
bisa lagi menggantungkan pada mantan pemimpin Irak itu, maka situasi
akan membaik. "

"Kendati demikian, Amerika Serikat seharusnya juga mengubah situasi
dan mestinya tidak memanfaatkan situasi keamanan di Irak untuk
mengejar kepentingannya sendiri. "

Kirim email ke