Banjir picu kenaikan harga
 
        
Tukang bakso di tengah banjir
Banjir menghambat distribusi produk kebutuhan warga
Distribusi barang dilaporkan terganggu dan memicu kenaikan harga,
sebagai akibat banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta.

Harga bahan makanan dan barang lain akan naik hampir 20 persen karena
air mengganggu transportasi angkutan.

Pemerintah telah menyusun langkah-langkah untuk mengatasi kondisi ini,
termasuk operasi pasar.

Wartawan BBC Ervan Hardoko dari Jakarta melaporkan, Menteri
Perdagangan Mari Pangestu, menyatakan bahwa stok bahan makanan dan
barang-barang lain di Jakarta lebih dari cukup.

Surut

Banjir yang melanda Jakarta berangsur-angsur surut di saat ketinggian
air sungai Ciliwung yang semakin normal dan hujan yang tidak lagi
turun selebat minggu lalu.

Namun, ribuan warga masih harus tinggal di tempat pengungsian karena
rumah mereka, terutama di Jakarta Utara dan Jakarta Timur, masih
tergenang air.

Mereka yang masih mengungsi kini mulai terserang penyakit, seperti
gatal-gatal dan gangguan pada saluran pernapasan.

Sementara itu jalan-jalan yang sebelumnya tertutup air, kini penuh
dengan sampah dan lumpur.

Persediaan

Menteri Perdagangan Mari Pangestu persedian beras dilaporkan masih
cukup untuk dua minggu ke depan.

Namun, pembagian persediaan itu terhambat oleh transportasi di Jakarta
yang terhalang akibat air.

Mari Pangestu menyatakan, pemerintah telah memutuskan untuk
mengatasinya dengan membangikan bantuan melalui posko dan memulihkan
jalur-jalur distribusi barang yang terganggu akibat banjir.

Harga-harga di pasar dilaporkan naik hingga 20 persen akibat banjir
kali ini.

Mari Pangestu menegaskan bahwa kenaikan itu hanyalah gejolak sementara
akibat bencana tersebut.

Dia juga tidak menampik kemungkinan melakukan operasi pasar jika
penyebab kenaikan harga bukan transportasi tetapi karena kurang
persediaan. BBC

Kirim email ke