Pernah nonton kuda renggong, pop sunda,
penca atau debus? Bagaimana dengan
badawang, rudat, babarongan, reak,
topeng beling dan jentreng jambret?
Datanglah ke acara Pesta Kesenian
Rakyat Padjadjaran IV (PKRP) yang akan
digelar hari Sabtu dan Minggu, 10-11
Maret 2007. Bertempat di Lapangan
Parkir Utara kampus Universitas
Padjadjaran, jalan Dipatiukur no 35
Bandung, PKRP bermaterikan kesenian-
kesenian rakyat yang ada di tatar Jawa
Barat dan Banten, dengan tujuan untuk
mengingatkan kembali akan kesenian
rakyat yang keberadaannya hampir
dilupakan oleh masyarakat. Acara ini
dipersembahkan oleh Lingkung Seni Sunda
Universitas Padjadjaran, dalam rangka
Milangkala (ulang tahun) ke 25. Selain
itu, pesta rakyat ini menjadi pembuka
rangkaian kegiatan Dies Natalis Unpad
ke 50. Seperempat abad Lises Unpad,
setengah abad Universitas Padjadjaran.

Kesenian Rakyat adalah bagian yang tak
terpisahkan dari dinamika kebudayaan,
karena disanalah jati diri bangsa akan
terlihat. Dalam mengangkat kesenian
rakyat sebagai ujung tombak kekuatan
bangsa, maka perlu dipergelarkan sajian
yang memperlihatkan aneka budaya yang
menarik dan mengingatkan masyarakat,
terutama generasi muda, akan nilai-
nilai luhur budaya nenek moyangnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Lises
UNPAD melakukan sebuah inovasi
pergelaran rakyat melalui PKRP.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya
untuk menindak-lanjuti kegiatan
inventarisasi seni budaya yang ada di
tatar Jawa Barat dan Banten dengan
mengundang berbagai macam kesenian yang
berasal dari seluruh daerah di Jawa
Barat dan Banten untuk mengadakan
pertunjukan di Kampus UNPAD.

Pesta Kesenian Rakyat Padjadjaran
dikemas secara atraktif dan menarik
dengan menampilkan berbagai macam
kesenian tradisional dari berbagai
daerah. Disinilah potensi mahasiswa
sebagai bagian yang penting sebagai
pendukung kekuatan budaya nasional
membantu mewujudkan suatu bentuk
pagelaran yang dapat dinikmati oleh
masyarakat pada umumnya dan kaum
intelektual muda pada khususnya. PKRP
seolah menjadi jawaban terhadap
pertanyaan masyarakat, dimana posisi
mahasiswa terhadap budaya bangsanya
sendiri?

Karena itu pagelaran PKRP yang dikemas
secara kontemporer (perpaduan gaya
antara gaya tradisional dengan gaya
modern yang dikemas secara
profesionalisme mahasiswa). Meski
demikian, nilai-nilai luhur seni
tradisi tetap dipertahankan, seperti
seorang bijak pernah berkata: "yang
alami itu akan tetap menarik dan
abadi". Semoga slogan mewujudkan
masyarakat yang berbudaya dan
berperadaban luhur bukanlah sekedar
basa-basi.

Selain partisipasi dari perwakilan
kesenian se-Jawa Barat dan Banten, akan
ditampilkan pula kliningan dan tari
topeng tiga watak dari Lises Unpad,
angklung (STBA Yapari dan SMAN 1
Bandung), bajidoran Robot Grup, dan
aneka seni (Kabumi UPI, SWS STT Telkom
dan Listra Unpar). Sedangkan dalam
bidang penalaran, diadakan diskusi
budaya dengan tema Apresiasi Seni Karya
Tjetje Somantri dan Perkembangan Seni
Calung di Era Globalisasi. Bagi anda
yang ingin mengenal lebih jauh seni dan
budaya Sunda, silakan datang ke acara
yang digelar selama dua hari berturut-
turut ini. Pesta Kesenian Rakyat
Padjadjaran IV gratis dan terbuka untuk
umum.

Dengan intelektualisme dan idealisme
berkebudayaan, Lises yang dibina dan
dikembangkan oleh mahasiswa akan
memiliki nilai dan tempat tersendiri di
dalam perjalanan sejarah bangsa,
karena "saha deui anu bakal ngamumule
budaya teh iwal ti urang sorangan#8221;
(siapa lagi yang akan melestarikan
budaya bangsa selain diri kita sendiri)
begitu prinsip anggota Lises.


 
____________________________________________________________________________________
Get your own web address.  
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke