Umumna calon Manjer oge S-1 ...komo atuh Prtesiden anu ngalola...Nahara....lamun ieu dileungitkeun..kaciri..aya modus anu hayang ngagulkeun katua pate teterntu...Uah ah...Loba keneh calon ti jutaan rakyat Endo............
--- Rahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wacana S-1 Bisa Jadi Bumerang > Syarat agar Presiden Punya Visi > > Jakarta, Kompas - Wacana syarat pendidikan calon > presiden minimal > sarjana atau strata satu dapat menjadi bumerang bagi > arah reformasi > dan arah demokrasi. Wacana ini justru akan membuat > Indonesia tidak > beranjak dari sekadar memilih pemimpin yang > terzalimi karena tak dapat > memenuhi persyaratan itu. > > Logika memilih pemimpin yang terzalimi ini hanya > menghasilkan pemimpin > yang lolos seleksi, tetapi belum tentu punya > kemampuan untuk memimpin. > > Hal itu disampaikan Ketua Badan Penelitian dan > Pengembangan Partai > Amanat Nasional Sayuti Asyathri dalam diskusi > terbatas di Jakarta, > Senin (19/3). > > "Kita memang menginginkan pemimpin berkualitas, > tetapi wacana soal > syarat pendidikan itu sungguh tidak membuat kita > bisa melakukan > perubahan dan mendorong lahirnya pemimpin yang > diharapkan," ujarnya. > > Menurut dia, perlu dipikirkan solusi lain mencari > pemimpin yang > berkualitas, tanpa terjebak pada soal gelar > kesarjanaan atau tidak. > Misalnya, mencari pemimpin yang punya rekam jejak > pengalaman sukses > menangani suatu persoalan. > > "Saat ini kesempatan bagi kita untuk membuat > undang-undang politik > yang merujuk pada strategi kebudayaan nasional yang > menjabarkan dengan > jelas arah reformasi yang dilakukan untuk memperkuat > capaian > demokrasi," ujarnya. > > Sayuti menawarkan pertemuan intensif antarpemimpin > partai politik > untuk membangun kontrak kebangsaan bersama. Jadi, > meskipun setiap > parpol memiliki karakter yang berbeda, ada kesamaan > arah kebangsaan. > > "Undang-undang politik ingin melahirkan pemimpin > seperti apa, dengan > sistem atau mekanisme yang disepakati, jadi idealnya > kontrak > kebangsaan ini tertuang dalam undang-undang politik > yang sekarang > sedang disusun," ujarnya. > > Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional > Totok Daryanto > menambahkan, proses seleksi kepemimpinan tak bisa > dipaksakan sekadar > gelar kesarjanaan. Seleksi kepemimpinan merupakan > proses yang tidak > sederhana. Ada pemimpin yang lahir dari pendidikan > formal, informal, > dan proses tradisional yang melembaga. > > Dari Semarang, Minggu, Sekretaris Tim Penyusun > Rancangan Undang-Undang > tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Agung > Mulyana menyatakan, > syarat pendidikan minimal sarjana atau strata satu > (S-1) bagi calon > presiden, seperti diusulkan Departemen Dalam Negeri, > tidak untuk > menjegal calon presiden tertentu. Syarat itu adalah > salah satu ukuran > supaya presiden memiliki visi yang jelas. (MAM/AB1) > > ____________________________________________________________________________________ TV dinner still cooling? Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV. http://tv.yahoo.com/
