20/03/2007 18:23 Ratusan pemuda-pemudi di Desa Kaja Sesetan, Denpasar mengikuti tradisi berciuman massal di depan kantor desa. Selain dipercaya dapat menolak bencana, tradisi ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mencari jodoh.
Liputan6.com, Denpasar: Ratusan pemuda-pemudi mengikuti tradisi omed-omedan atau berciuman massal di depan kantor kepala Desa Kaja Sesetan, Denpasar, Bali, Selasa (20/3) siang. Tradisi ciuman di tengah umum ini digelar sehari setelah Hari Raya Nyepi. Acara omed-omedan diawali dengan membagi dua kelompok pria dan wanita. Secara bergantian, wakil dari kelompok pria berciuman dengan wakil kelompok perempuan. Meski malu-malu, para peserta tetap senang. Sebab selain melestarikan tradisi leluhur, juga memanfaatkannya untuk mencari jodoh. Tradisi omed-omedan berlangsung turun temurun dan hanya dilakukan di Kaja Sesetan. Menurut kelian (tetua) adat Wayan Sunarya, selain untuk tolak bala atau bencana, tradisi bertujuan mempererat hubungan antarpemuda yang sehari-hari sibuk dengan urusannya masing-masing.(JUM/Putu Setiawan)
