Makam praja IPDN bernama Aliyan ditemukan di pemakaman Cibeusi, Jatinangor, Sumedang, Jabar. Warga memberi tahu, Aliyan meninggal akibat terpeleset dari lantai dua di baraknya saat menyiram bunga.
Liputan6.com, Sumedang: Sebuah makam praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bernama Aliyan ditemukan di pemakaman Cibeusi, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (16/4). Lokasinya persis berada di seberang kampus IPDN. Warga setempat memberi tahu, praja yang dimakamkan itu meninggal akibat terpeleset dari lantai dua di baraknya saat menyiram bunga. Warga mengatakan pemakaman jenazah di sini atas perintah lurah setempat. Aliyan adalah anak dari Roah. Korban tewas secara misterius di IPDN pada 1993 silam. Kini tidak ada lagi air mata yang menetes di pipi Roah. Tapi duka itu masih tajam menyayat hati wanita berusia 74 tahun ini. Dulu ia berharap banyak akan kesuksesan Aliyan. Namun tak disangka maut menjemput sang buah hati. Mirisnya lagi, keluarga tidak diizinkan melihat jasad korban. Kepastian praja Aliyan tewas bukan karena kecelakaan disampaikan dosen IPDN Inu Kencana. Ia menyebut, Aliyan meninggal akibat dipukul sejumlah praja. "Dibilang anda cengeng, dipukul kemudian dia (Aliyan) meninggal," jelas dia. Inu mengatakan, kejadian itu berlangsung di KSA (Kamar Sakit Antara) sebuah Rumah Sakit STPDN--sebelum berganti menjadi IPDN. Aliyan langsung dimakamkan pihak IPDN kala itu. Sementara hingga kini makam tak terawat karena sudah tidak ada praja yang menyambangi.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)
