Kampung Budaya Angkat Nilai Kesundaan

BOGOR, (PR).-
Diresmikannya Kampung Budaya Sindangbarang sebagai pusat revitalisasi
seni tradisi Sunda di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari Kabupaten
Bogor, diharapkan bisa membangkitkan kembali nilai-nilai kesundaan
yang nyaris punah di Sindangbarang. Apalagi di daerah ini banyak
ditemukan situs budaya Sunda sejak zaman prasejarah.

Kampung Budaya Sindangbarang juga diharapkan bisa meningkatkan
perekonomian rakyat setempat, karena kampung ini merupakan objek
wisata baru di Kabupaten Bogor.

Gubernur Jawa Barat, H. Danny Setiawan mengatakan hal itu dalam
sambutan Peresmian Kampung Budaya Sindangbarang, di Rumah Gede Kampung
Budaya Sindangbarang, Bogor, Selasa (4/9). Sambutan tersebut dibacakan
oleh Kadisbudpar Jabar, Drs. H.I. Budhyana, M.Si. Hadir dalam acara
peresmian Wakil Bupati Bogor Albert Pribadi, Wakil Ketua DPRD Jabar
Rudy Harsa Tanaya, serta sejumlah budayawan dan seniman Sunda dari
berbagai kota di Jawa Barat, seperti Arthur S. Nalan dan Ma Ageung.

Pupuhu Kampung Budaya Sindangbarang, Achmad Mikami Sumawijaya yang
akrab dipanggil Maki Sumawijaya mengatakan pembangunan Kampung Budaya
Sindangbarang mendapat bantuan dari APBD Jabar Rp 750 juta dan dari
Kabupaten Bogor Rp 75 juta untuk anggaran tahun 2006. Saat ini
pembangunannya telah menghabiskan dana Rp 1,1 miliar.

Ada 25 rumah yang sudah dibangun di Kampung Budaya Sindangbarang,
termasuk leuit. Rancangannya dibuat oleh budayawan Sunda Anis Djati
Sunda berdasar pada naskah Pantun Bogor. Lahan yang tersedia saat ini
baru 8.600 meter2. "Ini baru kampung inti, jadi kampung luarnya belum
kami bangun," jelas Maki.

Dijelasakan, peresmian Kampung Budaya Sindangbarang bisa digelar
berkat kerja sama dengan Disbudpar Jabar yang dalam kesempatan ini
menggelar pula festival budaya agraris yang mengangkat tema "Tepung
Pare". Para pesertanya datang dari berbagai kampung adat yang ada di
Sumedang, Subang, Sukabumi, Kabupaten Bogor, Garut, dan Kabupaten Bandung.

Di sela-sela acara tersebut, Kadisbudpar Jabar Drs. H.I. Budhyana,
M.Si. mengatakan bahwa dibangunnya Kampung Budaya Sindangbarang oleh
masyarakat Sindangbarang menunjukkan kesadaran akan potensi lokal
sebagai sumber ekonomi dalam bidang pariwisata mulai menggeliat.

"Dengan ditemukannya situs di Sindangbarang, tidak mustahil daerah ini
akan dijadikan daerah cagar budaya yang menarik minat untuk
diapresiasi. Setidaknya sudah ditemukan 53 situs, belum situs-situs
baru yang kini tengah diteliti para ahli dari Universitas Indonesia,"
jelas H.I. Budhyana. (A-48)***

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/092007/05/0313.htm

Kirim email ke