Duda KO Di Hotel        
Selasa 19 Februari 2008, Jam: 10:19:00  
Dengan Rp 165.000,- orang kini bisa naik pesawat murah meriah Jakarta
– Surabaya. Gara-gara itulah barangkali, Dalijo, 66, jadi kelewat
pede. Punya uang Rp 162.500,- saja berani "naik orang" di sebuah hotel
Ponorogo. Tapi akibatnya fatal, baru selesai ronde pertama, langsung
KO akibat serangan jantung.

Istri memang kebutuhan vital setiap lelaki normal. Dengan istri ada
teman bertukar pikiran, berbagi suka dan duka. Karena istri, kerja
suami menjadi lebih bersemangat. Dan karena istri pula, seorang lelaki
tak perlu kadhemen (kedinginan) di malam hari. Dia merupakan "bed
kafer" multiguna, yang menjanjikan kehangatan, keasyikan tersendiri
bagi lelaki. "Aja ngenyek karo wong wedok, ditinggal lunga setengah
mati," begitu kata Waldjinah si ratu kembang kacang dari Solo.

Nah, dalam urusan perempuan Mbah Dalijo kini boleh dikata paling
malang. Sejak 6 tahun lalu istrinya meninggal. Praktis sejak itu dia
tak ada yang menangani dalam segala hal. Ada memang sih, sejumlah
anak-anaknya. Tapi mereka kan hanya bisa meladeni makan minum,
mencucikan pakaian, dan mempersiapkan kebutuhan untuk mandi. Tapi
untuk hal yang paling prinsipil dan nyempil, siapa yang nanggung?

Duda dalam usia 60 tahun kala itu, memang sangat menyiksa diri.
Soalnya, sebagai lelaki normal Mbah Dalijo masih membutuhkan "sporing
balancing" ibaratnya sebuah kendaraaan. Tapi semenjak istri mendahului
pergi, kini dia jadi ngaplo (tanpa kegiatan). Padahal pendulumnya
masih selalu kontak blip, blip di sepanjang hari. Mbah Dalijo pernah
melempar usul pada anak-anak untuk kawin lagi, tapi anak-anak
melarang. "Wis tuwa arep ngapa ta mbah (sudah tua mau apa lagi mbah)?"
kata anak-anak.

Ah, anak-anak ternyata tak bisa memahami kebutuhan hakiki seorang
lelaki. Padahal penyakit rindu wanita sudah makin menggebu. Dari pada
si rindu mengkristal jadi kemenyan, lelaki yang tinggal di Jl. KBP
Duryat, Mangkjayan, Ponorogo ini beberapa hari lalu dia nekad mencari
wanita pelabuhan asmara. Padahal asal tahu saja, uang di kantong
tinggal Rp 162.500,- Pikirnya: cukuplah, naik pesawat Jakarta -
Surabaya saja hanya Rp 165.000,- apa lagi naik orang!

Kurang jelas, dari mana Mbah Dalijo dapat lawan. Yang jelas, perempuan
pelacur bernama Sawitri, 26, itu sudah berhasil dibawa masuk ke hotel
Larasati di Jalan Basuki Rahmad. Taripnya berapa juga tak diketahui
pasti. Yang pasti dua makhluk berlainan jenis itu langsung "bertarung"
antara hidup dan mati. Celakanya, baru saja menyelesaikan ronde
pertama, Mbah Dalijo langsung terjengkang di pojok ranjang dengan
kondisi masih telanjang. Sawitri pun jadi panik. Digoyang-goyang
tubuhnya, Mbah Dalijo tetap saja tak bergerak. Padahal tadi,
gerakannya aktif sekali.

Untuk selanjutnya Sawitri lapor ke Satpam hotel, dan kemudian
diteruskan ke polisi Polres Ponorogo. Ternyata kakek malang ini memang
sudah wasalam, pulang ke rahmatullah dengan cara memalukan. Di
kantongnya masih utuh uang Rp 162.500,- di samping sebungkus rokok dan
gigi palsu. Diduga keras Mbah Dalijo serangan jantung, akibat tak bisa
mengontrol emosinya setelah sekian lama tak pernah berhubungan intim.
Kasihan. Pilot saja setelah lama grounded, harus latihan lagi!


(JP/Gunarso TS)

Kirim email ke