HIV/AIDS
Pengidap Enggan Periksakan Diri
Kamis, 18 Desember 2008 | 10:35 WIB
Bandung, Kompas - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Bandung mencapai 
1.702 orang. Namun, diperkirakan jumlahnya masih bisa bertambah. 
Banyak pengidap atau kalangan rentan tertular HIV/AIDS enggan 
mengungkapkan dan memeriksakan diri akibat stigma masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Gunadi Bhinekas, Rabu (17/12) di 
Bandung, mengatakan jumlah itu sebenarnya menjadi bukti mulai 
munculnya kepedulian masyarakat terhadap penularan HIV/AIDS.

"Semakin banyak orang yang memeriksakan atau melaporkan, akan banyak 
ditemukan kasus HIV/AIDS. Hal ini sangat positif karena merupakan 
salah satu jalan meredam penularan HIV/AIDS," kata Gunadi ketika 
ditemui pada peresmian layanan pemeriksaan dan konseling HIV sukarela 
(VCT) dan tes HIV di Puskesmas Salam, Kota Bandung.

Akan tetapi, ia mengatakan, kemungkinan besar masih banyak pengidap 
HIV/AIDS yang belum terdeteksi. Hal itu disebabkan masih kuatnya 
stigma masyarakat terhadap pengidap HIV/AIDS dan sulitnya akses untuk 
memeriksakan diri dengan alasan tempat jauh atau minim peralatan 
kesehatan.

Oleh karena itu, ia berharap kendala itu bisa diatasi di Kota Bandung, 
antara lain melalui pendampingan dan layanan VCT. Saat ini di Kota 
Bandung ada 11 lembaga swadaya masyarakat, di antaranya Rumah Cemara, 
yang mendampingi pengidap HIV/AIDS.

Memprihatinkan

Di samping itu, Kota Bandung juga sudah memiliki enam puskesmas 
terkait dengan pemeriksaan dini HIV/AIDS. Puskesmas itu adalah 
Puskesmas Kopo, Buahbatu, Sarijadi, Pasundan, Kiaracondong, dan Salam. 
Ini merupakan upaya pendekatan guna menjangkau masyarakat yang ingin 
memeriksakan diri.

"Di samping itu, sudah ada 71 puskesmas yang melayani keluhan pasien 
tentang infeksi penularan penyakit seksual," tutur Gunadi. Hal yang 
sama dikatakan Manajer Program Pengelolaan, Pencegahan, Perawatan, dan 
Pengobatan Komprehensif HIV/AIDS (Impact) Lucas Vincent. Menurut 
Vincent, pelayanan lewat puskesmas baik untuk menekan laju penularan 
HIV/AIDS karena puskesmas mendekatkan pelayanan kesehatan kepada 
masyarakat. Banyak warga masyarakat rentan tertular HIV/AIDS masih 
enggan memeriksakan diri akibat tempat yang jauh.

Selain itu, sering kali unit pelayanan kesehatan yang tersedia 
kewalahan ketika menangani pasien yang datang.

Akibat keterbatasan tempat periksa, kebanyakan pasien yang diketahui 
tertular HIV/AIDS di Kota Bandung dalam status memprihatinkan. Vincent 
mengatakan, kekebalan tubuh pasien (CD4) berkisar pada angka 50. 
Padahal, angka idealnya adalah 200-300. Artinya, pasien datang dalam 
kondisi parah dan membutuhkan perawatan lebih intensif. (CHE)

Kirim email ke