Setelah menyimak perguliran isu Ekonomi Kerakyatan yang
beredar di media dan masyarakat, Mubyarto Institute bermaksud memberikan
tanggapan mengenai apa dan bagaimana sebenarnya konsep Ekonomi Kerakyatan.
Sebagai sebuah konsep, Ekonomi Kerakyatan tidak bisa dilepaskan begitu saja
dari gagasan para penggagasnya untuk kemudian ditafsirkan sendiri secara bebas
menurut common sense. Ekonomi Kerakyatan, sebagaimana yang misalnya digagas
oleh Mubyarto, bukanlah sebuah konsep yang bersifat politis-populis, melainkan
sebuah konsep politik-perekonomian yang bersifat akademik. Jadi, ia
pertama-tama bukanlah bualan politis, melainkan sebuah gagasan keilmuan dengan
batasan pengertian dan penjabaran yang bersifat tertentu.

 

Untuk menanggapi semua itu tadi, serta untuk menjelaskan
perihal para penggagas dan pembela gagasan Ekonomi Kerakyatan di Indonesia,
Mubyarto Institute mengundang rekan-rekan media untuk hadir dalam konferensi
pers "Meluruskan Pengertian Ekonomi Kerakyatan" yang akan digelar
pada hari Kamis, 4 juni 2009, pkl. 13.00, di kantor Mubyarto Institute (c.q.
Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM), Bulaksumur B-2, Yogyakarta
55281 (Tlp. 0274-555664/ 901055).

 

Acara akan dipandu oleh para ekonom Mubyarto Institute yang ada di Yogyakarta,
seperti Revrisond Baswir, Fahmi Radhy, Dumairy, dll.

 

Konferensi pers akan dilakukan setelah makan siang.
Disediakan makan siang untuk para wartawan yang hadir (makan siang pukul
12.30). Mohon informasi ini disebarkan dan/atau diteruskan ke kawan-kawan
media.

 

 

Tarli Nugroho 
(Mubyarto Institute)





      

Kirim email ke