04 Juni, 2009 - Published 10:38 GMT

 
                
Email kepada teman              Versi cetak
Obama: babak baru AS-muslim
 
        

Presiden Barack Obama berpidato di Kairo, Mesir
Presiden AS Barack Obama menyerukan babak baru dalam hubungan Amerika dengan 
dunia Muslim saat berpidato di Kairo, Mesir.
Presiden Obama mengatakan, "daur kecurigaan dan perselisihan" antara Amerika 
Serikat dan Dunia muslim harus dihentikan.

Obama mengakui, telah terjadi "bertahun ketidakpercayaan" dan mengatakan, kedua 
pihak perlu melakukan "upaya berkelanjutan...untuk saling menghargai dan 
mencari pijakan bersama".

Obama beberapa kali mengutip al Quran dan mendesak umat semua agama hidup 
bersama dalam damai.

Dia disambut tepuk tangan panjang pada akhir pidato di Universitas Kairo.

Wartawan BBC Christian Fraser di Kairo mengatakan, Barack Obama ingin 
menyampaikan pesan ke kawasan yang sering merasa disisihkan, disalahfahami atau 
didikte oleh Amerika Serikat.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan, pidato itu dimaksudkan untuk memulai 
proses "untuk memberikan energi baru ke dialog dengan dunia Muslim".

'Saling hormat'

Obama berpidato di Universitas Kairo dalam bagian lawatannya ke Timur Tengah 
dan Eropa.

        
 Tidak ada sistem pemerintahan yang bisa atau seyogyanya diterapkan terhadap 
satu bangsa oleh bangsa lain

 
Barack Obama
Presiden Amerika
Pokok-Pokok pidato Obama
Sebelum tiba di Mesir, Presiden AS telah berkunjung ke Arab Saudi. Dia juga 
akan berkunjung ke Jerman dan Prancis.

Obama mengatakan: "Saya datang kemari untuk mengupayakan awal baru antara 
Amerika Serikat dan Muslim di seluruh dunia; suatu awal yang berdasarkan 
kepentingan bersama dan saling hormat."

Obama menambahkan "ekstrimis yang suka kekerasan" telah menyebarkan ketakutan 
dan "daur kecurigaan dan perselisihaan harus berakhir".

Obama mengaku "tidak ada satu pidato yang bisa menghapus bertahun-tahun 
perasaan tidak percaya" tapi mendesak kedua pihak "menyatakan secara terbuka 
hal-hal yang kita yakini dalam hati kita dan terlalu sering hanya diungkapkan 
di ruang tertutup."

Obama mengatakan, Islam "selalu menjadi bagian dari kisah Amerika".

Dia menambahkan, sebagian ditarik dari fakta bahwa seorang warga Amerika 
keturunan Afrika bernama Barack Hussein Obama telah menjadi presiden AS, tapi 
Obama menekankan, kisah pribadinya "tidak begitu unik".

"Impian kesempatan bagi semua orang beum menjadi kenyataan bagi setiap orang di 
Amerika, tapi janjinya ada bagi semua orang yang datang ke pantai kami - 
termasuk hampir tujuh juta warga Muslim Amerika."

'Tidak bisa ditolerir'

President Obama juga mengatakan, persepsi Muslim terhadap Amerika harus berubah.

        

Obama juga menyinggung soal hubungan dengan muslim di Turki
"Sebagaimana Muslim tidak layak masuk dalam stereotip umum, Amerika juga 
stereotip umum negara besar yang hanya mengutamakan kepentingan sendiri," ujar 
Obama.

Obama mengatakan, Islam memiliki peran penting dalam memajukan perdamaian dan 
menanggulangi ekstrimisme.

Mengenai isu besar Irak dan Afghanistan, Obama mengatakan, Amerika tidak 
mencari basis tetap di kedua negara.

Dia mengatakan: "Kami akan senang memulangkan setiap tentara kami jika kami 
bisa yakin tidak ada ekstrimis kekerasan di Afghanistan dan Pakistan bertekad 
untuk membunuh orang Amerika, sebanyak yang mungkin mereka lakukan. Tapi, itu 
belum menjadi kenyataan."

Mengenai masalah Israel-Palestina, Obama mengatakan, ikatan dengan Israel 
"tidak bisa dipatahkan".

Dia mengatakan: "Orang-orang Palestina harus meninggalkan tindak kekerasan. 
Perlawanan melalui tindak kekerasan dan pembunuhan itu keliru."

Namun, Obama juga mengatakan "situasi bagi bangsa Palestina juga tidak dapat 
ditolerir".

"Israel harus mengakui sebagaimana hak hidup Israel tidak bisa dipungkiri, 
demikian pula (hak hidup) Palestina," tambah Obama.

Saat menyinggung pemukiman Israel di Tepi Barat, Obama mengatakan "tidak 
mungkin ada kemajuan ke arah perdamaian tanpa pembangunan semacam itu 
dihentikan".

Israel menolak seruan untuk membekukan kegiatan pembangunan pemukiman Yahudi, 
tapi para pemimpin Palestina telah menyatakan, tidak mungkin akan ada kemajua 
ke arah perdamaian tanpa penghentian.

Soal isu nuklir Iran, Obama mengatakan: "Tidak satu negara pun boleh memilih 
dan memutuskan negara mana yang memiliki senjata nuklir" dan menambahkan, Iran 
memiliki hak atas tenaga nuklir untuk tujuan damai.

Namun, Obama mengatakan, lomba senjata nuklir tidak boleh terjadi di Timur 
Tengah.

Menjelang Obama berpidato di Mesir, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali 
Khamenei juga berpidato dan menyatakan Amerika Serikat masih "sangat dibenci" 
di Timur Tengah.

Soal demokrasi, Obama mengatakan "Amerika tidak berprasangka tahu yang terbaik 
bagi semua orang".

"Tidak ada sistem pemerintahan yang bisa atau seyogyanya diterapkan terhadap 
satu bangsa oleh bangsa lain," kata Obama.

Presiden Amerika juga menyinggung soal hak wanita, dan menyatakan: "Anak-anak 
perempuan kita bisa memberikan sumbangan sama besarnya kepada masyarakat 
seperti seperti anak-anak laki-laki kita."

Obama tiba di Mesir dari kunjungan ke Arab Saudi.

Di Mesir, Obama juga akan berkunjung ke piramida sebelum bertolak ke Jerman dan 
Prancis.

Kirim email ke