Kami teruskan dari milis SuaraHati/SUARA, semoga bermanfaat. ==================================== Dari: WIYOSO HADI <wiyoso.h...@...> Topik: RE: rahasia-rahasia berbagi nasihat moral Tanggal: Jumat, 30 Januari, 2009, 5:38 PM
Ibu Ita dan Sahabat-Sahabat semua, Bagi saya, kita semua adalah bersaudara, dan sesama saudara adalah "cermin" bagi saudaranya yang lain. Maknanya apa? Maknanya kita bisa dan perlu saling belajar dari saudaranya yang lain. Karena itu, saya terbuka dan sangat berterima kasih kepada siapa saja yang bisa memberi atau berbagi nasihat-nasihat kebajikan moral untuk memperkaya hati ini. Alhamdulillah kemarin sore ba'da sholat asar berjama'ah, saya, dan senior saya mas Kurnia Wahjudi Adnan, dan mas Mu'thi Hasan, kami bertiga mewakili teman2 UPZ (Unit Pelayanan Zakat) kantor kami kembali mengadakan pengajian bulanan bersama-sama belasan Saudara-Saudara kami Para Satpam dan Cleaning Service di lingkungan kerja kami di mushola lantai 6 di gedung kantor kami. Dan saya sampaikan dalam kumpul-kumpul tersebut kurang lebih bahwa: "Kita semua adalah bersaudara. Kita semua, apakah bos, staf, anak buah adalah sama di hadapan-Nya yang membedakan kita hanyalah ketakwaan kita. Orang yang berilmu bukanlah yang paling banyak tahu tapi seberapa banyak ilmu yang ia amalkan. Maka bila saya salah tolong ingatkan saya karena kita adalah bersaudara, dan adalah kewajiban bagi sesama saudara untuk saling mengingatkan dalam kebenaran dan dengan sabar." Saudara-saudara kami para Satpam dan Cleaning Service mungkin bertanya bagaimana bisa menasihati, bila ilmu masih terasa kurang? Maka saya sampaikan bahwa rahasia-rahasia atau kunci utama dalam menyampaikan nasihat-nasihat moral kebajikan pada hakikatnya dua. Yang pertama adalah ilmu atau nasihat tersebut pernah dan "konsisten" diamalkan oleh si pemberi nasihat itu sendiri. Dan yang kedua, pada saat menyampaikan nasihat tersebut, hatinya bersih dari pamrih dunia. 'Insya Allah bila hati bersih dan seseorang itu telah amalkan hal-hal baik yang ia ketahui dengan konsisten, maka hatinya dilimpahi ilham-ilham kebajikan (inspirasi-inspirasi hati) sehingga ia tahu bagaimana baiknya "membuka hati" orang lain. Kata-kata yang keluar dari hati yang bersih 'insya Allah selalu menyejukkan atau paling tidak menggugah hati-hati yang terbuka terhadap nasihat-nasihat kebajikan. Andaipun hanya sepatah kata, seperti "Jangan!", "Hentikan!", "Ayo!","Lakukan!" dan sebagainya, kata-kata tersebut akan lebih "menggetarkan" hati si penerima nasihat2 itu daripada ribuan kata tapi belum atau tidak diamalkan dan tidak disampaikan dengan hati yang bersih. Semoga Allah mengampuni dan membersihkan hati kita, sehingga kita dapat menerima lebih banyak ilham-ilham Cahaya Ilahi dalam hati dan lebih mudah dalam menyampaikan nasihat-nasihat kebajikan moral kepada saudara-saudara kita yang lain. amiin. ________________________________________ From: On Behalf Of ita_fsk Sent: Thu, January 29, 2009 13:06 AM Subject: Re: sepatu tua yang bijak Pak Wiyoso Hadi yth, Wuahhhh...rasanya penuh sekali hati saya ini (ibarat orang makan dalam kondisi lapar ya pak..he..hee..) setelah membaca tanggapan bapak atas puisi sepatu tua saya. Tulisan bapak terasa bagai air yang menyejukkan, seolah saya mendapat siraman rohani yang demikian rupa dari bapak, sehingga saya semangat banget untuk mengukur ke berpemahaman ( duh..ini kosa kata yang ngawur ...) saya pada suara hati nurani sendiri untuk selalu beriringan dengan ke-berpengetahuan saya, sehingga saya selalu dapat ter-gladi untuk meng-kolaborasikan dan menguji antara akal saya (beserta sejumlah pengetahuan saya) dengan naluri saya ( beserta nurani dan rasa manusiawi saya); sehingga saya bisa mengikuti gerbong kereta sejatinya kehidupan di " Mata ALLAH " dan di hati sesama manusia. Saya sangat bergembira, serasa diberi hadiah oleh bapak ketika bapak dalam tulisannya mengingatkan kembali pada saya, bahwa ALLah dengan Maha Adil NYA, akan selalu mengkarunia-i kita dengan Hidayah-NYA ( sekalipun kita bukan Nabi, kita hanya manusia biasa ) sehingga kita dapat menemukan Kebenaran Hakiki yaitu Cahaya Ilahi. Dan saya akan belajar selalu meng-eksplornya dalam kehidupan saya. Terima kasih pak. Rgds,ita_fsk (Saya tetap menanti tanggapan bapak, apabila tulisan saya selanjutnya masih dianggap layak tayang, terima kasih, juga kepada pak Moderator...nuhun...) --- In SuaraHati, WIYOSO HADI <wiyoso.h...@...> wrote: Alhamdulillah, hatur nuhun Ibu Ita atas puisi "hati nurani" sepatu tua yang bijak :-) saya nantikan puisi-puisi bijak lainnya dari Ibu Ita dan Rekan2 Milis yang lain.. Dan ya pengetahuan batin, kearifan2 batin, yang diperoleh melalui kalbu yang "bersih"/hati yang "suci" (bukan sekedar bisikan suara-suara hati "umum" yang masih terpolusi oleh nafs2 dan emosi dunya) perlu dirasionalisasikan oleh Akal agar dapat diterima oleh masyarakat umum. Bukankah 3 tindakan aneh Khidir 'alayhi as-salam, yang sepintas tidak dapat dimengerti hikmahnya tapi kemudian setelah dijelaskan alasan2nya dapat diterima oleh akal rasio Nabi Musa 'alayhi as-salam? Hal itu karena Pengetahuan batin yang diperoleh melalui kalbu yang benar-benar bersih pada hakikatnya tidak akan bertentangan dengan akal rasio. Perbedaan mendasarnya adalah pabila akal rasio agar dapat melihat/memahami "Kebenaran2" tersembunyi mungkin membutuhkan beberapa atau banyak Abstraksi Rasional yang bisa makan waktu jam2an, harian, bulanan, tahunan, atau bahkan seumur hidup pun belum tentu dapat menerima/ memahami "kebenaran2 tersembunyi" tersebut, sebaliknya hati/kalbu yang "benar-benar" bersih bisa mendapatkan konklusi "kebenaran2 tersembunyi" tersebut hanya dalam tempo detik-an bahkan seper sekian detik... ketika hamba saleh Khidhr 'alayhi as-salam mendapat perintah langsung melalui hati/kalbunya untuk melubangi/merusak kapal nelayan misikin, membunuh anak kecil, dan membetulkan pondasi-pondasi rumah tanpa menerima upah, ia tidak bertanya, tidak menanyakan, tidak berpikir mengapa harus begini-begitu Tuhan, tidak, tapi langsung kerjakan karena "tahu" haqqul yakin, seyakin-yakinnya, bahwa ada hikmah2 kebenaran tersembunyi di balik perintah2-Nya yang berbisik melalui kalbunnya, yang sepintas berlawanan dengan akal sehat dan hati nurani orang awam kebanyakan. Baru setelah Nabi Musa yang "tak sabaran menahan kegaulan hati" karena merasa tindakan hamba saleh Khidhr bertentangan dengan akal rasio dan hati nuraninya, bertanya tiga kali mengapa berbuat hal2 demikian, maka Allah ta'ala mencurahkan ilham (inspirasi hati) saat itu juga ke dalam kalbu suci Khidhr 'alayhi as-salam mengenai alasan-alasan rasional perintah2-NYA yang sepintas tak rasional dan tak manusiawi itu. Wali-Wali Allah seperti Khidir a.s. yang benar2 bersih kalbunya dari nafs2 cinta duniawi tak bertanya lagi, berpikir lagi Mengapa Tuhan memerintah begini-begitu, tidak, karena tahu "haqqul yakin" akan kebenaran suara-suara "Cahaya" yang masuk dalam kalbu-kalbu suci mereka. Tapi bagi kita-kita yang awam, yang masih terpolusi hati/batin kita oleh nafs2 cinta dunya, ya masih perlu memadukan "suara" hati dan akal rasional kita sebelum memutuskan untuk berkata atau bertindak melakukan sesuatu.. atau dalam bahasa buku saya "Catatan Harian Membuka Hati, 2006", saya copy paste dari bab "Bertemu Allah lewat Renungan" yang saya tulis kalau tak salah 8 (delapan) tahun silam sbb: "Bertemu Allah Lewat Renungan" Allah Swt. menganugerahkan kepada setiap insan akal dan perasaan kalbu (suara hati). Sayang, banyak manusia cenderung menggunakan akalnya terbatas untuk urusan kerja dan rutinitas usaha sehari-hari dan bukan untuk menemukan hidayah Allah di dalam dirinya. Dan bila ia (manusia) diberi pengetahuan agama, belum tentu ia melaksanakannya karena hatinya terkunci untuk menuruti perintah-Nya. Sehingga bermunculanlah banyak ahli-ahli kitab (baca: banyak orang tahu agama) namun sedikit sekali orang yang mempraktekannya. Hal ini tersirat dalam Al-Qur’an Surat Al Maa'iidah ayat 68 yang artinya: Katakanlah, "Hai Ahli Kitab (dari pemeluk agama-agama samawi), tidaklah kamu berada atas sesuatu kebenaran hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur'an) dari Tuhanmu." Sebenarnya, hidayah Allah dapat tercurah kepada siapa saja asalkan ia selalu mengikuti hati nuraninya dan mempergunakan akalnya untuk merenungi dan menyelidiki mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya. Dunia barat menyebutnya Filsafat Perenial. Dan sesungguhnya para Nabi Allah menemukan hidayah Ilahi setelah mengikuti suara hatinya dan diyakinkan oleh akal-pikirannya dengan mencoba memahami hakikat yang ada, sebab, asal, dan hukum yang tentu semuanya bersumber dari Allah, Sang Maha Pencipta Segala Sesuatu, Yang Tidak Berawal dan Yang Tidak Berakhir. Nabi Ibrahim adalah salah satu diantara para Nabi yang "Bertemu (Cahaya) Allah" melalui perenungan, sebagaimana dijabarkan dalam Surat Al-An'am ayat 75-79. Dan Allah Maha'Adil kepada setiap hamba-Nya, sehingga senantiasa amat dekat terhadap siapa saja, tanpa membedakan apakah ia Nabi atau bukan, sepanjang ia menuruti hati nuraninya dan menggunakan akalnya agar dapat menemukan Kebenaran Hakiki yaitu Cahaya Ilahi. Hanya bedanya, antara orang biasa dengan para Nabi, adalah bahwa niat dan usaha para Nabi untuk bertakwa kepada Allah (yaitu menyucikan diri dari segala dosa) jauh lebih besar daripada orang biasa sehingga suara hati dan pikiran Nabi senantiasa dihiasi oleh Cahaya Ilahi... (Selengkapnya di Catatan Harian Membuka Hati (CHMH), hal 19-26, Penerbit Hikmah) Atau sebagian dapat dibaca di: http://books.google.co.id/books?id=VogU9NmcCNoC Trims PH (Penerbit Hikmah) yang telah memuat sebagian isi CHMH ke dalam format e-book di http://books.google.com. yos. ________________________________________ From: On Behalf Of ita_fsk Sent: Saturday, January 24, 2009 12:30 AM Subject: [SuaraHati] Re: BERPIKIR VERSUS BERPENGETAHUAN...... Kepada Yth Pak Wiyoso Hadi, Terima kasih sekali atas bedah kupasnya untuk menambahkan pengetahuan suara hati bapak yang menyuarakan pencerahan bagi saya, terutama mutiara berpikir yang harus dimaknai secara bijak....; rasanya menjadi lebih lengkap setelah bapak menambahkan pemahaman tentang hakikinya berpikir dan berpengetahuan dari sudut pandang agamis, tentunya agar kita semua selalu mendengar dan merasakan betapa nikmatnya Allah swt. telah melimpahkan rahmat NYA kepada kita, manusia... Karena saya baca bapak juga sedang berulang tahun, maka selain ucapan selamat berkenalan dengan bapak ijinkan saya juga untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Semoga selalu happy, panjang umur, sehat, dan memiliki semangat yang besar untuk mendukung kami yang lebih muda untuk berani mengungkapkan suara hati bagi kebaikan hidup manusia, Amien. Saya kirimkan satu buah puisi dibawah ini sebagai kado untuk bapak, rgds, ita Sepatu Tuaku Sulit Katakan Bijak Padaku... Sepatu tuaku.. Dekil berdebu tak menambah surut nyali keliaran tegasmu Bahkan telah menghunjam renyah pada dasar sisi perjalanan keberadabanmu Sepatu tuaku… Aku pahami sekali…saat rasa sayangmu bersandar pada ujung manusiawiku Dan aku lupa tuk tawarkan senyum mesraku tuk membasuh lelah yang meleleh perlahan…mulai tinggalkan tawamu Sepatu tuaku.. Kamu tak akan pernah mengerti dustaku pada dunia, namun… Kamu tak pernah jenuh dengarkan rengekku atas keterpurukan mimpi yang kelu Dan…., kau selalu dukung langkahku dengan reot tubuhmu yang membungkusku.. terseret … dan bahkan juga tergerus pada tuanya perjalanan kakiku Sepatu tuaku Bijak yang selalu kau bisikkan padaku setiap detiknya Sering membuat aku tak punya keberanian untuk membantumu Bijak yang sengaja kau dengungkan dalam gendang telingaku Sering terganjal pada ruang batin tak berpintu Bijak yang selalu kau nyanyikan dalam muramnya nuraniku Sering berserobok dengan desisan pesimis hati kecilku Sepatu tuaku…bijak…. Sekali lagi bijak…menjadi bias bagai pelangi warna hidup Dan aku telah lelah untuk meneriakkannya pada dalamnya kata hatiku Mungkin…. Memang sulit sekali kau katakan bijak padaku… Atau aku memang tidak dapat bijak mendengarkan tuahmu… Sepatu tuaku… Pahamilah aku…. Medio January,24,2009; 23.46 pm --- In SuaraHati, WIYOSO HADI <wiyoso.h...@...> wrote: Dear Mrs. Ita & all, Bismillahir-Rahmanir-Rahiim Great thinking comes from clear sharp mind True knowledge comes from the Hidden Treasure through pure noble hearts Thinkers search a lot until tired Knowing ones receive a lot whenever God wants Thinkers' great assets are their minds Knowing ones' invaluable assets are their pure noble hearts Thinkers say a lot of what they think Knowing ones do not say all of what they know And He (Allah, the Lord) knows best. (Terjemahannya buat Ust. Kurniawan dkk): Pemikiran besar berasal dari pikiran tajam yang jernih Pengetahuan sejati berasal dari Khazanah Yang Tersembunyi melalui hati-hati mulia yang bersih Para pemikir banyak mencari (ilmu) hingga kelelahan Kaum 'Arifin menerima banyak (rahasia-rahasia ilmu) kapan saja Allah menghendaki Aset besar kaum pemikir adalah pikiran mereka Aset tak ternilai kaum 'arifin adalah hati mulia mereka yang bersih Para Pemikir berbicara banyak tentang apa yang mereka pikirkan Kaum 'Arifin tidak membicarakan semua hal yang mereka ketahui Dan Dia (Allah) paling maha mengetahui. (Jakarta, 21 Januari 2009) "Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" (QS. Al-Kahfi, ayat 65-68) Words that come from bright minds can not always touch one's heart Words that come through pure hearts can always touch, soften, and open many hearts It is good to have bright mind and noble disposition like young Moses alaihi as-salam But it is better to have a pure heart and broad minded like old Khidr alaihi as-salam Moses was a great and well-known person Khidr was a humble person but had opened the hearts of many people Even many of them, whose heart had been opened by him, did not realize. May Allah forgive me and bless you (Terjemahannya buat Ust. Kurniawan dkk) Kata-kata yang berasal dari pikiran-pikiran brilian tak dapat selalu menyentuh hati seseorang Kata-kata yang datang melalui kalbu-kalbu yang bersih dapat selalu menyentuh, melembutkan, dan membuka hati banyak orang Bagus punya pikiran cerdas dan karakter mulia seperti Nabi Musa muda 'alayhi as-salam Tapi adalah lebih bagus lagi punya kalbu yang bersih dan pemikiran luas seperti Khidhr tua 'alayhi as-salam Nabi Musa adalah pribadi yang hebat dan sangat terkenal Khidir adalah pribadi yang rendah hati tapi telah membuka hati banyak orang Meskipin banyak dari mereka, yang hatinya telah dibukakan oleh nya, tidak menyadarinya. Semoga Allah mengampuni saya dan merahmati Anda. (Jakarta, Subuh, 22 Januari 2009). Yos. [Dikutip dari posting-posting Komunitas SUARA] ________________________________________ PH PRO Indonesia Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

