kropost...............
---------------------- Forwarded by Eddy Yulianto/MKI on 08/24/2006 11:40 AM
---------------------------
"--- Andry ---" <[EMAIL PROTECTED]> on 08/24/2006 11:36:08 AM
Please respond to [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
cc: (bcc: Eddy Yulianto/MKI)
Subject: FSRJ Re: Test..
*Klub Tertib Lalin : Mengubah Hukum Jadi Kebiasaan*
------------------------------
Aturan main berkendara di jalan raya seharusnya sudah jadi hapalan luar
kepala bagi anggota klub motor. Sayangnya, karena jumlahnya banyak,
*biker*dan klub sering jadi kambing hitam salah satu keruwetan lalu
lintas.
Tapi ini tak akan terjadi jika klub selalu taat aturan main. Seperti
dijalankan Komunitas Honda Tiger Mailing List (HTML). Tertib jadi hukum
wajib tidak hanya saat konvoi atau turing, namun dijadikan kebiasaan sehari
hari saat naik motor sendiri.
*TERTIB LEWAT INTERNET*
Aturan HTML disosialisasikan lewat internet dan pertemuan langsung (kopi
darat). Mengikat anggotanya untuk tertib dari perlengkapan pribadi, kondisi
kendaraan sampai perilaku berkendara. Peranti keselamatan harus lengkap,
dari jaket, sepatu serta sarung tangan. Helm yang dipakai pun tak boleh
sesuka hati. "Mesti tiga perempat atau *full face*. Model cetok seperti helm
proyek tidak diperbolehkan," kata Sukimin, salah satu anggota HTML.
Saat di jalan raya perilaku anggota HTML haram ugal-ugalan. Salah satu yang
sangat ditekankan, saat di lampu merah. Anggota HTML pantang berhenti di
depan garis. "Kalau lalai atau *ngantuk* misalnya, terus enggak sengaja
lewat garis, langsung *ngaku* di *mailing list* urai *biker* yang telah 6
bulan gabung HTML.
'Pengakuan dosa' di di *mailing list* merupakan salah satu mekanisme control
bagi komunitas yang anggotanya lebih dari *4.000* netters itu. Kalau ada
yang tak tertib, selani teguran langsung saat pertemuan rutin, teguran bisa
juga disampaikan lewat *mailing list* yang dibaca ribuan anggota di berbagai
kota di Indonesia.
"Setiap anggota baru selalu dapat *briefing *soal aturan ini. Kalau ada yang
salah, sebelum ditegur mending *ngaku* salah duluan. Enggak ada sanksi
khusus, tapi biasanya diingatkan saja sudah cukup bikin kapok," imbuh
Sukimin.
Aturan main berlaku lebih ketat bila sedang konvoi atau turing. Formasi,
jarak dan kecepatan diatur agar iringan motor tidak menganggu pengguna jalan
lain. "Tergantung kondisi jalan, *tapi* kecepatan biasanya kurang dari
60km/jam," ujar pria yang berkantor di Slipi, Jakpus ini.
Meskipun tidak sama persis, aturan seperti yang diberlakukan di HTML ini
juga dijalankan sejumlah klub motor lain. "Kita mengacu pada peraturan yang
berlaku, aturan lalu lintas," kata Yudhi, Ketua Jakarta Matic Club (Jakmac).
Tidak hanya lewat komunikasi lisan atau kebiasaan, aturan bahkan dibuat
tertulis dalam buku panduan turing. "Setiap turing kita kasih buku panduan.
Isinya enggak cuma rute, tapi juga aturan *safety riding* selama jalan
bareng," imbuh Grattiano Deru, Sekjen BMW Motorcycle Club Indonesia (BMCI).
Lokasi tertentu seperti keramaian dan persimpangan atau lampu merah butuh
ketertiban ekstra karena sering membuat konvoi terpecah. Meski begitu, lampu
merah mutlak ditaati. "Kita bukan VIP, jadi kalau lampu merah ya harus
berhenti," bilang Yudhi. Solusinya, rombongan yang tak terkena lampu merah
terus berjalan tetapi mengurangi kecepatan agar yang di belakang bisa
menyusul.
Seperti HTML, aturan untuk helm, jaket dan sepatu juga mengikuti prinsip
dasar *safety riding*. "Helm wajib pakai. Tapi untuk lainnya kami cenderung
fleksibel. Pakaian yang aman adalah yang membuat kita nyaman dan tetap focus
pada aktivitas berkendara," papar Yudhi.
Kelengkapan kendaraan juga tak boleh diabaikan. Terlebih peranti
*safety*seperti lampu depan, lampu sein, lampu rem, spion, dan rem.
Mesti dalam
kondisi prima dan lengkap. "Modifikasi boleh boleh saja. Tapi harus sesuai
ketentuan. Lampu sein harus tetap kuning, lampu rem kudu merah," jelas
Sukimin.
Sip, patut dicontoh nih!
*Otomotif, Edisi 13:XVI, 31 Juli 2006 hal. 10 #Nawita*
On 8/24/06, Syahrul Alamsyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Sepi neh ??
>
>
> =========================================================
> This e-mail, including any attachment is confidential and may be
> privileged. Use or disclosure of it by anyone other than an intended
> adressee is strictly prohibited. If you are not an intended addressee,
> please notify the sender by telephone or e-mail and delete the e-mail and
> any attachment from your system.
>
> PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the " Company") does not accept any
> liability in respect of communication made by its employee which is contrary
> to the company policy or outside the scope of the employment of the
> individual concerned. The employee responsible will be personally liable for
> any damages or other liability arising.
> =========================================================
>
> >
>
--
--- This Is The Age Of The Ride Safe ---
Phoenix B 6537 KCL
InBike # 026
KHCC # 011
http://andriy.iblogs.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "Forum
Safety Riding Jakarta" grup.
Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/FSRJ
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
****************************************************************************
Mailing list bekakak : [email protected]
Website bekakak : www.bekakak.or.id
Hubungi BOM : [EMAIL PROTECTED]
Hubungi Pengurus : [EMAIL PROTECTED]
Negeri kita berduka lagi kawan,... marilah kita meringankan beban mereka yang
terkena musibah dengan ikut berpartisipasi menyumbangkan sebagian kecil dari
rezeki kita kawan.."BekaKak Peduli Pangandaran dan sekitarnya" dengan no rek.
4191 286 965 BCA A/n HENDRO CAHYONO BCA CAB.DANAU SUNTER
****************************************************************************
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bekakak/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Klub Tertib Lalin : Mengubah Hukum Jadi Kebiasaan
Aturan
main berkendara di jalan raya seharusnya sudah jadi hapalan luar kepala bagi
anggota klub motor. Sayangnya, karena jumlahnya banyak, biker dan klub sering jadi kambing hitam
salah satu keruwetan lalu lintas.
Tapi ini tak akan terjadi jika klub selalu taat aturan main. Seperti dijalankan
Komunitas Honda Tiger Mailing List (HTML). Tertib jadi hukum wajib tidak hanya
saat konvoi atau turing, namun dijadikan kebiasaan sehari hari saat naik motor
sendiri.
TERTIB LEWAT INTERNET
Aturan HTML disosialisasikan lewat internet dan pertemuan langsung (kopi
darat). Mengikat anggotanya untuk tertib dari perlengkapan pribadi, kondisi
kendaraan sampai perilaku berkendara. Peranti keselamatan harus lengkap, dari
jaket, sepatu serta sarung tangan. Helm yang dipakai pun tak boleh sesuka hati.
"Mesti tiga perempat atau full face.
Model cetok seperti helm proyek tidak diperbolehkan," kata Sukimin, salah
satu anggota HTML.
Saat di jalan raya perilaku anggota HTML haram ugal-ugalan. Salah satu yang
sangat ditekankan, saat di lampu merah. Anggota HTML pantang berhenti di depan
garis. "Kalau lalai atau ngantuk
misalnya, terus enggak sengaja lewat garis, langsung ngaku di mailing list
urai biker yang telah 6 bulan
gabung HTML.
'Pengakuan dosa' di di mailing
list merupakan salah satu mekanisme control bagi komunitas yang
anggotanya lebih dari 4.000
netters itu. Kalau ada yang tak tertib, selani teguran langsung saat pertemuan
rutin, teguran bisa juga disampaikan lewat mailing
list yang dibaca ribuan anggota di berbagai kota
di Indonesia.
"Setiap anggota baru selalu dapat briefing
soal aturan ini. Kalau ada yang salah, sebelum ditegur mending ngaku salah duluan. Enggak ada sanksi
khusus, tapi biasanya diingatkan saja sudah cukup bikin kapok," imbuh
Sukimin.
Aturan main berlaku lebih ketat bila sedang konvoi atau turing. Formasi, jarak
dan kecepatan diatur agar iringan motor tidak menganggu pengguna jalan lain.
"Tergantung kondisi jalan, tapi
kecepatan biasanya kurang dari 60km/jam," ujar pria yang berkantor di
Slipi, Jakpus ini.
Meskipun tidak sama persis, aturan seperti yang diberlakukan di HTML ini juga
dijalankan sejumlah klub motor lain. "Kita mengacu pada peraturan yang
berlaku, aturan lalu lintas," kata Yudhi, Ketua Jakarta Matic Club
(Jakmac).
Tidak hanya lewat komunikasi lisan atau kebiasaan, aturan bahkan dibuat
tertulis dalam buku panduan turing. "Setiap turing kita kasih buku
panduan. Isinya enggak cuma rute, tapi juga aturan safety riding selama jalan bareng," imbuh Grattiano
Deru, Sekjen BMW Motorcycle Club Indonesia (BMCI).
Lokasi tertentu seperti keramaian dan persimpangan atau lampu merah butuh
ketertiban ekstra karena sering membuat konvoi terpecah. Meski begitu, lampu
merah mutlak ditaati. "Kita bukan VIP, jadi kalau lampu merah ya harus
berhenti," bilang Yudhi. Solusinya, rombongan yang tak terkena lampu
merah terus berjalan tetapi mengurangi kecepatan agar yang di belakang bisa
menyusul.
Seperti HTML, aturan untuk helm, jaket dan sepatu juga mengikuti prinsip dasar safety riding. "Helm wajib pakai.
Tapi untuk lainnya kami cenderung fleksibel. Pakaian yang aman adalah yang
membuat kita nyaman dan tetap focus pada aktivitas berkendara," papar
Yudhi.
Kelengkapan kendaraan juga tak boleh diabaikan. Terlebih peranti safety seperti lampu depan, lampu sein,
lampu rem, spion, dan rem. Mesti dalam kondisi prima dan lengkap.
"Modifikasi boleh boleh saja. Tapi harus sesuai ketentuan. Lampu sein
harus tetap kuning, lampu rem kudu merah," jelas Sukimin.
Sip, patut dicontoh nih!
Otomotif, Edisi 13:XVI, 31 Juli 2006 hal. 10
#Nawita
Sepi neh ??
=========================================================
This e-mail, including any attachment is confidential and may be privileged. Use or disclosure of it by anyone other than an intended adressee is strictly prohibited. If you are not an intended addressee, please notify the sender by telephone or e-mail and delete the e-mail and any attachment from your system.
PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the " Company") does not accept any liability in respect of communication made by its employee which is contrary to the company policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The employee responsible will be personally liable for any damages or other liability arising.
=========================================================
--
--- This Is The Age Of The Ride Safe ---
Phoenix B 6537 KCL
InBike # 026
KHCC # 011
http://andriy.iblogs.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "Forum Safety Riding Jakarta" grup.
Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/FSRJ
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
