Nice story...

Salam Sobat!

Ary Kurniawan
Instructional Designer
MIK eLearning Center
Mobile: 0813 813 60 798
Office  : (021) 5210606, ext 741
Email  : [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]




"hendro cahyono" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
05/04/2007 10:22 AM
Please respond to
[email protected]


To
bekakak <[email protected]>
cc

Subject
[Fw: This is SPAM] [BekaKak] OOT : Ada pembunuh lari dari penjara 
menggunakan tape uli






dari mlis sebelah :

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di 
LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung 
dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung 
dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang 
yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga 
penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran 
pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV. 

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah 
satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak 
berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan 
wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik 
yang sopan. 

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum 
masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara 
menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat 
kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik 
sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar 
tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? 
 
Dengan rencana pula?

Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap 
berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah 
bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar 
belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu 
tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya 
setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. 
Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya. 

"siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat 
itu.

"Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil 
disambut gelak tawa di belakangnya.

Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke 
perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu 
jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah 
setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke 
kantor polisi. 

"Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang 
ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum.
Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali 
melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib. 

Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun.
Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan.
Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung 
sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara. 

Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca 
artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu wawancara usianya 
baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung hawa 
panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras. 
Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam 
seminggu.
Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu 
dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat 
bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah 
lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua 
kalinya. 

Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible.
Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah 
solusi. Besi yang
berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu 
bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat 
persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala 
Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun 
penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap 
keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan 
gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah 
di luar. 3-0 untuk Arif. 

Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada 
di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya 
terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang 
ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil 
omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, 
pulang! 

Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga 
seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif.
Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat 
untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri. 

*Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif.* Tulisnya 
singkat.

Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara.
Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan 
harus dibebaskan. 
Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya 
berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si 
ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan 
rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang 
tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma 
anak 
pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia 
menyetor kepada pihak berwajib setempat. 
 
Itulah yang namanya keadilan!
 
salam,

-- 
Hendro Cahyono
PT. Indospec Asia
QHSE
Jl. Panglima Polim XIV No. 9 
Kebayoran Baru, Jakarta - Selatan 12160
Phone : +62-21 726 4611 (hunting)
Fax : +62-21 722 7377
Mobile : 0812 841 8958
web : www.indospec.co.id
email : [EMAIL PROTECTED]
or [EMAIL PROTECTED] 
 

<<image/gif>>

<<image/gif>>

Kirim email ke