Bro n Sis Ngomong ngomong soal Ban... Rancana Daerah Provinsi DKI Jakarta Akan Mengeluarkan Peraturan Pemerintah Daerah (PPD) untuk motor, yang inti dari isi nya 'jangan parkir motor sembarangan akan di gembosi atau di gembok' hal ini di tujukan untuk kawasan tertib lalulintas dan kawasan tertib parkir. Baca www.detik.com (awas!parkirmotor sembararangan akan digembok atau di gembosi) ada tanggapan? Secara parkir di salah satu mall di kawasan casablanca banyak motor yang parkir di trotoar,kira2 akan jera gak yah.. Well selamat berkerja deh untuk pim pro perparkiran..
----- Original Message ---- From: Ochep <[EMAIL PROTECTED]> To: Bekakak <[email protected]> Sent: Tuesday, May 6, 2008 11:09:30 Subject: [BekaKak] Fw:Tentang Ban.. pengalaman gw... >>> RE: Re: swallow ban tubeles termurah ?? Tuh,.. .sebelah juga lagi ngomongin ban.. ----- Original Message ----- From: Temmy Himawan Buat gw pribadi, entah mo disebut sombong atau arogan, battlax tetap pilihan utama. Lebih baik mahal sedikit, tapi safety nya terjamin. Diluar negeri pun, BT 45 masih menjadi top recomended utk sport harian atau touring. Dikarenakan ban nya menggunakan 3 jenis kompon. Ditengah selain kompon biasa, ada kompon berlapis silicon sehingga ban lebih awet. Disisi pinggir, menggunakan soft compound agar lebih menggigit. Gw buktikan sendiri kehandalannya dalam touring lampung kemarin. Bayangkan saja, oli ngocor dari blok kiri (lubang spul magnet) sampe2 gw abis 6 liter oli hanya untuk pulan gpergi lampung. Oli menyemprot telak ke rantai dan terbawa ke ban belakang. Dalam kondisi ban yang basah oleh oli, gw masih bisa menikung tajam dengan kecepatan sekitar 80-100 km/jam, karena gw bertugas rolling antara voorijder dan Safety officer. Kalo masalah ban, tanya gw. Hampir semua jenis ban pernah gw coba. Dunlop TT900 120/80 – 17 pernah gw pake. Recomended untuk track basah, selain compoundnya medium, garis2 bannya mumpuin. Motor susah dibawa ngesot kalo mo free style. Kelemahannya, ban cepat habis (Cuma 4 bulan dah botak) dan bukan tubeless. Swallow WORM 130/80 – 17. Not recomended. Licin disaat hujan dan tidak menggrip di jalanan krikil. Enak buat dipake free style. Gw bisa drifting 180 derajat tanpa turun kaki. Nikung paling kencang 80 km/jam. Lewat dari itu, ban cenderung sliding. Komponnya keras. Hujan, gak jamin. Deli Tyre 110/80 – 17: Not recomended for rear tyre. Tidak disarankan utk ban belakang. Licin dan cepat botak. Tapi, kalo buat ban depan, top! Gw saat ini pake Deli Tyre 110/80 – 17 buat depan dan dipaek nikung enak2 aja. Jangan dipake dibelakang. List ban nya gak bagus buat hujan. Cenderung drifting saat top speed. Rossi – Duro 110/17 – 17. Recomended. Gripnya bagus tapi sayang ban cepat habis. Bentuk ban juga utk gaya Supermoto cocok banget. Federal? Gak pernah pake.. Ada yang pernah recoemnded utk jenis ban grip kasar (ban cross) IRC sih fine2 aja, tapi yaahh u know lah bentuk bannya jadul banget. Keep On Rolling , Brothers! Temmy "ReD DeviL" HimawAN INSERT(Independent Supermoto Rider Team) – 003/CAPTAIN EBC(ESIA Bikers Community) - 050 GPMR(GL Pro Max Riders) – 021 CCC(CB Cyber Community) – 001/Milist Owner REDZONE (Red Moto Society) – 005 "CB125-Supermoto- 1978 with Kappa K-42" ~Boyz Don'tCry!!~ Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
