* Honda Karisma 125 cc
Motor Bebek Istimewa dari Honda  *

 JAKARTA – Sejak motor berlambang "sayap terbang" dipegang oleh PT Astra
Honda Motor, tampaknya Honda tidak lagi terkesan "hemat" dengan
produk-produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Terbukti setelah Honda
bebek Sonic 125 cc dan Phantom 200 cc, ataupun Honda Nice 110 cc yang sudah
tidak diimpor lagi dari Thailand, PT AHM juga meluncurkan bebek yang
benar-benar baru. Terutama teknologi yang disuguhkan Karisma 125 cc bermesin
4 langkah.
Dengan tetap mengandalkan tema family bike, diharapkan Honda bebek Karisma
125 cc tersebut dapat memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga tanpa
melupakan unsur ekonomis yang sudah menjadi ciri khas Honda.

Lebih Irit
Biasanya dengan kapasitas yang lebih besar pemakaian bahan bakar pasti lebih
banyak, tapi dengan penerapan teknologi baru, Karisma diklaim justru lebih
irit 30 persen dibandingkan dengan kapasitas 100 cc pun.
Teknologi baru yang mendukung keiritan Karisma tersebut adalah derajat
pengapian untuk motor ini dapat disesuaikan dengan kebutuhannya, dengan
adanya throttle switch system. Yaitu sistem sensor yang dihubungkan dengan
pengapian yang memberikan efek pembakaran sempurna.
Penggunaan roller bearing pada rocker arm mampu mereduksi gesekan yang
terjadi antara roller bearing dengan camshaft. Yang terakhir adalah
pengurangan gesekan antara piston dengan dinding silinder karena pistonnya
dilapisi dengan molybdenum, yang menyebabkan piston menjadi lebih tahan
gesekan pada temperatur tinggi.
Dalam test ride pada saat peluncuran Karisma, Jumat (30/8) lalu, ada hal
yang mengherankan dari Karisma ini. Selain akselerasi yang cukup cepat, gigi
satu dan gigi duanya cukup panjang. Dari speedometer terlihat gigi 1 bisa
mencapai kecepatan 40 km/jam, sedangkan gigi duanya bisa mencapai kecepatan
80 km/jam.
Apa memang ada yang salah dari speedometer digital dengan sensor pada
countershaft? Menurut Yudi Yozardi, Public Relation Section Head PT Astra
Honda Motor (AHM), perbandingan gigi-giginya memang lebih kecil dibandingkan
dengan Honda Supra, jadi napasnya lebih panjang. Biasanya dengan
perbandingan yang lebih kecil akselerasi menjadi lebih lambat, tapi hal ini
dieliminir dengan memperbesar kapasitas mesin.(ian)

-- 
Krisdenis a.k.a bebex-the-kill

Kirim email ke