buat baca-baca! ;-)

Source: http://www.kompas.com
*Motor Mau Irit BBM?*
  <http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/19/10110646/motor.mau.irit.bbm#>
 
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/19/020007p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/19/020150p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/19/020316p.jpg><http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/19/020450p.jpg>
MOTOR
PLUS/AXL<http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/19/10110646/motor.mau.irit.bbm#>
Bersihkan elektroda busi
 / <http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/19/10110646/motor.mau.irit.bbm>
    <http://www.motorplus-online.com/>
 Kamis, 19 Juni 2008 | 10:11 WIB

*JAKARTA, KAMIS* - Bila motor mau irit, pembakaran harus sempurna. Intinya,
semua campuran bensin dan udara di ruang bakar terbakar tuntas. Tidak ada
kerak atau asap. Makanya penting merawat komponen pembakaran, apalagi
setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

*Cairan Kimia
*Merawat komponen pembakaran, sebaiknya serahkan ke bengkel. Sebab, belum
tentu kita punya alat melepas karburator, kepala silinder, piston dan juga
kem di motor 4-tak. Juga belum tentu bisa memasangnya kembali.

Cara gampang tanpa harus membongkar komponen-komponen seperti di atas, bisa
dengan menggunakan cairan pembersih khusus ruang bakar (*engine conditioner*).
Banyak pilihan, ada DCS, Carb Cleaner dan AHRS Engine Cleaner.

Selain gampang, jauh lebih irit lantaran sekaleng pembersih harganya
berkisar Rp25 ribu – Rp40 ribu. Ongkos bongkar pasang di bengkel pasti lebih
dari itu.

Ketika disemprotkan ke ruang bakar, kandungan kimia di cairan pembersih
mesin bisa melunakkan kerak sisa pembakaran. Malah cairan yang bagus bisa
bikin kerak jadi serbuk debu yang keluar bersama gas buang. "Jadi bisa
dipastikan, kecil kemungkinan sisa kerak yang terangkat merusak dinding
piston atau silinder," yakin Hasyim yang pernah kuliah Teknik Mesin di STTN,
Yogyakarta.

Selain ruang bakar, semprotkan juga ke mulut karburator. Langkah  ini bisa
membersihkan lubang karburator. Penyemprotan dilakukan berbarengan dengan
mesin hidup pada putaran tinggi (8.000-9.000 rpm). Maksudnya agar kotoran
langsung terisap ke ruang bakar dan terbuang tanpa harus menyemprotkan
dengan angin kompresor.

Jika ingin lebih sip, cairan pembersih bisa disuntik langsung ke ruang
bakar. Kiat ini dapat lebih membersihkan kepala piston dan kepala silinder.
Caranya tentu dengan membuka busi lebih dulu. Menurut Hasyim, teknik ini
didahului memanaskan mesin. Maksudnya panas membuat reaksi kimia cairan
pembersih cepat melumerkan kerak. "Biarkan cairan bekerja 10 sampai 15
menit, lalu hidupkan mesin. Memang, mesin agak sulit dihidupkan. Kalau sudah
bisa, digas-gas supaya kotoran terbuang lewat knalpot," terang Hasyim.

*Kelistrikan dan Api
*Komponen lain yang menentukan sempurnanya pembakaran adalah elektronik.
Mulai dari sepul, pick-up coil alias pulser, kiprok, aki, CDI, koil dan
busi. Termasuk juga kabel, soket dan kepala busi pun penting sebagai
penghantar listrik.

Arus listrik yang bagus harus disokong penghantar yang baik pula. Makanya,
sambungan antar kabel (soket) dan kedudukan *ground* alias massa jadi
penting.

Membersihkannya pun cukup gampang. Cukup kerik permukaan konektor  atau
gosok pakai ampelas. Bisa juga pakai cairan kimia pelumas yang banyak dijual
di toko onderdil dengan harga di Rp 30.000-an. Misalnya, MTR, WD40 dan AHRS
Multicare. Jika pakai cairan kimia perawatan, cukup menyemprotnya ke seluruh
konektor. Jangan lupa ke titik massa atau ground.

Kelar itu, bersihkan juga busi. Terutama bagian kepalanya, yaitu
elektrodanya agar percikan api lebih besar dan biru. Jangan lupa setel
kembali gap atau jarak antar elektroda busi. Rata-rata tiap pabrikan motor
menganjurkan 0,7 mm. Biar api busi besar dan biru. Mulai sekarang, hitung
konsumsi BBM-nya. (*Aries)*



*SBT*

Kirim email ke