Fyi,

KERACUNAN OBAT YANG BISA BERAKIBAT FATAL.



Rekan-rekan PetroChina yang saya hormati,



Lewat email ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya di ruang UGD –
Unit Gawat Darurat.  Kejadiannya berlangsung pada hari Sabtu tanggal 30 May,
2008,  pada waktu itu jari kaki kanan saya terkena benda tajam di rumah
sehingga robek sampai dalam dan hampir putus.  Saya segera dilarikan ke UGD
 di rumah sakit didekat rumah saya.



Suster yang bertugas di UGD langsung membersihkan luka dan memberikan
suntikan "anastesi lokal", kemudian langsung di jahit.  Saya menjerit
kesakitan sebab anastesi tersebut belum bekerja dengan baik.  Kemudian
suster kembali menambahkan suntikan anastesi dan kembali menjahit jari kaki
saya.  Hal ini berlangsung sampai tiga (3) kali, sebab saya masih
menjerit-jerit kesakitan sampai akhirnya 8 jahitan selesai.



Sementara dijahit, suster yang lain, memberikan saya suntikan "anti tetanus"
di lengan kanan.  Saya merasa lengkap sudah tindakan medis dan saya langsung
diperbolehkan pulang.  Lalu dokter UGD memberikan saya 3 macam obat yang
berbeda salah satunya adalah "anti biotik".



Sampai dirumah obat antibiotik dan obat untuk mengeringkan luka jahitan
langsung saya minum.  Hanya dalam hitungan detik, mata saya, kiri dan kanan
langsung membengkak dan saya mulai sesak nafas.  Saya kemudian dilarikan
lagi ke UGD dan sampai si UGD saya sudah dalam keadaan "shock".  Dokter
langsung memberikan bantuan Oksigen, tetapi saya sudah sangat sulit bernafas
lewat hidung.  Lalu dokter UGD menyuruh saya bernafas lewat mulut,
tenggorokan saya menyempit dan sudah sangat sulit bernafas lewat mulut.
 Badan saya mulai memberontak sebab saya kesakitan dan kekurangan oksigen.
Tabung oksigen yang dipasang memerlukan waktu untuk bisa berjalan membantu
saya.   Saya hampir mati karena sesak nafas!



Tetapi segala Puji Bagi Tuhan, lewat doa yang masih bisa saya panjatkan,
saya sudah berserah total dan berhenti menggelepar – I let it go and let God
handle the situation at the very last moment!  Saluran nafas saya dibuka
kembali, kemudian dokter langsung memeriksa denyut jantung dan harus
 dirawat untuk bahan observasi selama 4 hari.



Lewat pengalaman pribadi, saya hanya ingin berbagi  kepada teman-teman
sekalian, bahwa tubuh seseorang bisa sangat sensitive terhadap anastesi,
kemudian dicampur dengan anti tetanus dan dicampur dengan anti biotik pada
saat yang bersamaan.  Tubuh kemudian mengeluarkan "anti histamine" untuk
menetralisir tetapi akan berdampak pada pembengkakan pada syaraf-syaraf
kita, bahkan menyerang "immune system, saluran pernafasan, syaraf pada
tenggorokon menyempit yang menghambat proses pernafasan dan bisa berakibat
pada KEMATIAN.   Keterangan ini saya peroleh dari dokter lain setelah saya
keluar dari rumah sakit tersebut.



Mudah-mudahan apa bila ada saudara kita yang masuk di UGD, kita dampingi
dengan cermat dan kita harus sangat hati-hati sehingga tidak terjadi hal-hal
tidak kita inginkan.  Bukan karena jahitan pada kaki, tetapi anastesi yang
berlebihan dan obat-obatan lain yang disuntikan pada saat yang bersamaa ke
dalam tubuh langsung masuk kedalam system syaraf kita yang sangat fatal
akibatnya.



Salam

Margaretha Tobing

Kirim email ke