walopun artikelnya ngebahas soal pengemudi mobil....
bisa diterapkan ke pengendara motor, neehh....!! ;-)

copast tanpa izin,
GaLan!



Source: http://www.okezone.com
3 Kondisi Aman Berkendara
MENGEMUDI merupakan aktivitas sangat berbahaya. Namun tidak banyak pengemudi
yang menyempatkan diri untuk mengkaji risikonya. Ada 3 kondisi yang perlu
dikaji untuk mencapai rasa aman ketika berada dijalan.

Hal-hal yang perlu dikaji adalah kondisi kendaraan, manusia, dan lingkungan
(journey management).

Ketiga kondisi tersebut harus dikaji secara benar, bila salah satu element
yang ada tidak memenuhi standard keselamatan sebaiknya perjalanan ditunda
terlebih dulu untuk mencegah terjadi hal yang tidak kita inginkan, bila
route yang akan digunakan dilewati berulang-ulang sebaik route tersebut di
kaji dahulu, hal ini sangat penting untuk memaksimalkan operasional
kendaraan dan menghindari ketidaktahuan akan adanya ancaman bagi para
pengemudi.

Selain itu perlu juga dipahami konsep mengemudi aman atau *defensive driving
**. Istilah atau konsep ini makin sering didengar seiring bertambahnya
jumlah mobil*.

Selain itu, kita juga sering mendengar istilah *safety driving*. Konsep ini
wajib untuk selalu kita ingat-ingat karena sangat berguna bagi keselamatan
berkendara.

Berbeda dengan *safety driving* yang pengertiannya lebih mengarah ke
kemampuan atau skill pengendara, *defensive driving* lebih lebih mengarah
kepada pola, sikap, mental, serta perilaku pengendara.

Dari sekian banyak hal yang perlu diperhatikan, ada 4 poin yang sangat
penting terkait dengan *defensive driving*, yaitu waspada, kesadaran (*aware
*), sikap, dan mental, serta antisipasi.

Kewaspadaan menjadi faktor utama yang menjamin keamanan. Bila sikap waspada
dibudayakan, pengemudi akan bertindak benar dalam menghadapi pengendara lain
yang mungkin saja ugal-ugalan.

Tidak kalah penting adalah kesadaran. Sebagai pengemudi kita harus memiliki
pengetahuan mengenai berkendara yang baik, benar dan aman. Pengetahuan dan
pemahaman yang tepat dalam hal berkendara dengan benar dan praktis, akan
meminimalisir potensi celaka di jalan raya.

Poin sikap dan mental lebih menegaskan pentingnya cara pandang bahwa sebagai
pengendara kita tidak boleh egois dan mau menang sendiri. Yang harus kita
utamakan adalah kepentingan umum. Pengemudi yang memiliki sikap dan mental
baik, bersedia saling bergantian bila mendapati antrian di jalanan.

Antisipasi menjadi poin pamungkas. Sebagai pengendara kita harus belajar
membuat skenario berkendara yang baik sebagai evaluasi setiap kali
berkendara. Antisipasi yang tepat juga sangat mempengaruhi keselamatan
berkendara.

Paling tidak, bila kita konsisten menjalankan keempat poin itu, akan
bermanfaat bagi jaminan keselamatan pribadi. Itulah sebabnya, *defensive
driving* terus disosialisaikan. Harapannya, jika semakin banyak pengemudi
yang menerapkan konsep ini, pengaruhnya nanti tentu berimbas ke ketertiban
berlalu lintas. (diolah dari berbagai sumber) * (//ton)*

Kirim email ke