Cirebon 
<http://groups.yahoo.com/group/jalansutra/message/90307;_ylc=X3oDMTJzdTV2aDhrBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzEwMTkzNTAxBGdycHNwSWQDMTcwNTAxNTU5NARtc2dJZAM5MDMwNwRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjIyMjMxMjA5>
Posted by: "Rina Inayati" [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>   
rina_inayati <http://profiles.yahoo.com/rina_inayati>
Tue Sep 23, 2008 9:11 pm (PDT)

Tetap happy saat terjebak macet di Cirebon

Seperti tahun-tahun sebelumnya Kabupaten
Cirebon adalah jalur tersibuk dan terpadat di masa arus mudik dan balik
lebaran. Hal ini dikarenakan Kabupaten Cirebon adalah perbatasan wilayah Jawa
Barat dan Jawa Tengah di jalur pantura.

Namun kepadatan jalur lalu lintas di
wilayah Kabupaten Cirebon jangan terlalu dikhawatirkan karena para pemudik
dapat beristirahat sejenak sambil berwisata di Kabupaten Cirebon. Mulai dari 
wisata rohani, wisata belanja sampai wisata kuliner.

Kepada para pemudik dihimbau untuk
berhati-hati dalam menjalankan kendaraannya. Beristirahatlah apabila terasa
lelah/ngantuk. Udara Cirebon sangat
panas dan matahari bersinar sangat terik. Untuk itu pastikan AC kendaraan
berfungsi dengan baik. Kalaupun kendaraan tidak dilengkapi dengan AC, agar
tetap dalam kondisi yang fit selama perjalanan, sempatkan untuk beristirahat di 
mesjid, di tempat-tempat rindang
lainnya atau mampir sejenak ke tempat
wisata di Kabupaten Cirebon.

Berikut ini jalur padat yang rawan macet
namun dapat dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat sambil menikmati
kekhasan Kabupaten Cirebon:

- Pasar Celancang

Kemacetan di sekitar Pasar Celancang
terjadi karena adanya pasar tumpah. Hari pasaran adalah hari Jumat namun
menjelang lebaran, jalur di sekitar pasar ini kerap dilanda kemacetan karena
banyaknya masyarakat yang berbelanja ke pasar tersebut dan juga volume arus
lalu lintas yang kian padat.



Dari arah Jakarta/Indramayu, sekitar 2
km sebelum Pasar Celancang, tepatnya di sebelah
Kantor Kecamatan Suranenggala terdapat Tempat
Pelelangan Ikan (TPI). Pemudik dapat menjumpai hasil laut segar yang baru
diturunkan dari kapal/perahu, biasanya mulai pukul 13.00 hingga sore hari.



- Makam Sunan Gunung Jati

Sekitar 1 km dari Pasar Celancang, para
pemudik akan melewati Kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Di sini, para pemudik
dapat berwisata rohani dengan melakukan ziarah
kubur ke makam Sunan Gunung Jati dan istrinya yang berasal dari Tiongkok,
Putri Ong Tien. Pada hari-hari biasa, kompleks makam ini banyak dikunjungi oleh
peziarah dari seluruh nusantara.



- Pasar Tegal Gubug

Apabila di pertigaan Celeng-Indramayu
pemudik mengambil jalur belok kanan menuju Palimanan, maka pemudik akan
melewati Pasar Tegal Gubug. Daerah ini rawan macet terutama saat hari pasaran
yaitu hari Selasa dan Sabtu.



Pasar
Tegal Gubug-Arjawinangun dikenal sebagai sentra penjualan tekstil terbesar di 
Asia Tenggara. Para pemudik
dapat berbelanja aneka tekstil, mulai dari kain meteran/kiloan sampai pakaian
jadi dengan harga yang lebih murah.



Sekitar Tegal Gubug, di Desa Gegesik Wetan Kecamatan Gegesik
(sekitar 7 km dari Pasar Tegal Gubug) terdapat sentra Lukisan Kaca.



Masih di wilayah Arjawinangun, di Desa Slangit, dapat ditemui para pengrajin 
topeng yang biasa digunakan
untuk Tari Topeng, tarian khas Cirebon.



- Pasar Jamblang

Bagi pemudik yang melintasi Cirebon di
malam hari, setelah Palimanan, maka akan melewati daerah Jamblang. Di Pasar
Jamblang ini, khususnya di malam hari, banyak yang berjualan Sega Jamblang 
(Nasi Jamblang) yang
merupakan makanan khas Cirebon. Nasi jamblang terdiri dari nasi putih yang
dibungkus dengan daun jati dalam ukuran yang kecil, sedangkan lauk pauknya
terdiri dari pepes telur rajungan, otak, semur tahu, jambal asin, semur daging,
tahu tempe goreng serta masih banyak lagi.



Apabila pemudik menggunakan jalan tol
(tidak melalui jalur Jamblang), begitu keluar dari pintu tol Plumbon (Jalan Tol
Palikanci) pemudik akan menjumpai Sentra
Industri Rotan Terbesar di Dunia, yaitu Desa Tegalwangi dan sekitarnya.



Para pemudik dapat berbelanja aneka
produk rotan kualitas ekspor dengan harga yang relatif murah, mulai dari
furnitur, souvenir sampai pernak-pernik hiasan rumah.



- Pasar Pasalaran Plered

Setelah melewati daerah Tegalwangi, para
pemudik biasanya terjebak kemacetan di Pasar Plered. Dari arah Tegalwangi,
pasar ini terletak di sebelah kiri perempatan lampu merah. Apabila belok kanan
menuju Kompleks Perkantoran Pemerintah
Kabupaten Cirebon di Sumber sedangkan belok kiri menuju Desa Wisata Belanja 
Batik Cirebonan,
Trusmi.



Di Desa Trusmi, dapat dijumpai banyak
home industry yang menjual batik khas Cirebon. Sentra batik ini akan lebih
ramai pada akhir pekan oleh pembeli yang datang dari luar kota dan luar negeri.
Motif batik yang terkenal dari kawasan ini adalah motif Mega Mendung.



Apabila pemudik ingin memasuki kawasan
batik namun enggan terhadang kemacetan pasar, tidak perlu belok kiri setelah
melewati perempatan lampu merah Pasar Plered. Dari perempatan tersebut berjalan
sekitar satu kilometer, di sebelah kiri ada Jalan Panembahan. Di Panembahan
banyak juga dijumpai showroom dan home industry . Desa Panembahan ini, masih
bersebelahan dengan Desa Trusmi, karenanya ada jalan yang menghubungkan kedua
kawasan ini.



Apabila masih punya waktu, dari Trusmi para
pemudik dapat meneruskan perjalanan ke Desa
Kaliwulu. Desa ini dikenal sebagai sentra
industri mebel kayu. Jangan khawatir kesulitan membawa barang yang dibeli
karena barang yang dibeli tersebut bisa diantar ke rumah pembeli, bahkan
pembeli yang berasal dari luar kota.



- Pasar Kue Setu

Tidak jauh dari Pasar Plered, para
pemudik akan kembali dihadang kemacetan Pasar
Kue Setu. Kue-kue yang penjualannya tersebar hingga ke hampir seluruh
Indonesia dan kebanyakan berupa cemilan
ini diproduksi oleh industri rumahan di Desa Setu dan sekitarnya.



Cemilan
khas cirebon yang banyak dijual bernama unik, diantaranya kerupuk
kulit kerbau/rambak, kerupuk melarat, kerupuk geol, kerupuk upil, kerupuk
gendar, kerupuk jengkol, jagung marning, rengginang mini, emping, kelitik, kue
atom, maypilow, kembang andul, ladu, simpil, gapit, otokowok, opak, welus,
sagon dan masih banyak lagi.



Di sepanjang jalan Plered-Setu-Tengah
Tani ini para pemudik juga dapat menikmati makanan khas Cirebon di daerah
asalnya, yaitu Empal Gentong Plered
sebagai hidangan berbuka puasa. Empal di Cirebon berbeda dengan empal pada
umumnya, yaitu tidak berbentuk kering seperti gepuk namun empal gentong ini
sekilas mirip gulai sapi dan dimasak dengan menggunakan gentong dan kayu bakar.
Sekarang empal gentong dibuat variasi, Empal
Gentong Asem, yaitu empal dengan kuah bening dan terasa asam menyegarkan,
sangat cocok untuk mereka yang menghindari kuah santan.



Selain kue cemilan, di sekitar Pasar
Setu ini banyak pula dijual sandal karet
dan kulit. Penjualan sandal produksi industri rumahan ini sudah menyebar
hingga ke pelosok nusantara.



Di sepanjang jalan Plered-Setu-Tengah
Tani ini para pemudik juga dapat menikmati makanan khas Cirebon di daerah
asalnya, yaitu Empal Gentong Plered
sebagai hidangan berbuka puasa.



Di Kecamatan Tengah Tani ini terdapat
pula sentra kerajinan kulit kerang
yang sangat pas untuk dibawa sebagai souvenir/oleh-oleh bagi kerabat. Kulit
kerang ini diolah sedemikian rupa hingga dibuat menjadi lampu, bingkai, hiasan
dinding, vas bunga dan masih banyak lagi.



- Pasar Gebang

Kemacetan terparah di wilayah Kabupaten
Cirebon biasanya terjadi di sekitar Pasar Gebang. Hal ini terjadi karena pasar
tumpah. Di sepanjang pasar ini para pemudik juga dapat berbelanja aneka jenis 
ikan laut segar.



Sekitar 5 km dari Pasar Gebang, di
sebelah kiri, dapat dijumpai Pasar
Bawang, yang akan sangat ramai pada masa panen.



Sebagai informasi, di sepanjang jalur
mudik banyak ditemui warung-warung dadakan yang menjual aneka makanan khas
Cirebon. Banyak pula operator seluler dan bengkel resmi kendaraan bermotor yang
membuka outlet dan dapat digunakan sebagai tempat beristirahat.



Untuk para pemudik yang memerlukan bantuan kesehatan, Pemerintah Kabupaten
Cirebon menyediakan fasilitas kesehatan di tiap puskesmas yang berada di jalur
mudik pantura.



Apabila Melintasi Jalur Kota Cirebon

Pemudik yang datang
dari arah Palimanan - Kedawung - By Pass bisa memasuki daerah Kota Cirebon
melalui Jl. Tuparev. Pada saat siang hari dan sore hari menjelang buka puasa,
lalu lintas sepanjang jalan ini cenderung padat bahkan di sekitar jembatan
perbatasan Kabupaten - Kota (dekat Tower PDAM "Selamat Datang di Kota Cirebon")
kerap terjadi kemacetan.



Sedangkan pemudik yang datang dari arah Indramayu pada saat
melewati Krucuk (Depan Gedung Merdeka/Kantor Bakorwil Cirebon) dapat langsung
belok kiri ke Jl. P. Diponegoro apabila tidak ingin melewati kota. Namun untuk
yang ingin melewati kota bisa mengambil arah lurus ke Jl. Siliwangi.





Jalan rawan macet di
Kota Cirebon:



-
Jl.
Tuparev

-
Jl.
RA Kartini

-
Jl.
Tentara Pelajar

-
Jl.
Cipto Mangunkusomo (mulai depan Mal Grage - Carrefour)

-
Jl.
Siliwangi (mulai Toserba Yogya - Toserba Asia)

-
Jl.
Karanggetas

-
Jl.
Pekiringan

-
Jl.
Sisingamangaraja (mulai Pintu I Pelabuhan - Sekolah Santa Maria)

-
Jl.
Abdurahman Saleh (dh. Jl. Bahagia)

-
Jl.
Nyimas Gandasari (dh. Jl. Kembar)

-
Jl.
Lawanggada

-
Jl.
Pekalipan





Tempat Makan Khas untuk
Berbuka Puasa di wilayah Kota Cirebon:



-
Empal
Gentong

o
Gentong
Sari, Jl. Tuparev, dekat lampu merah, depan Polsek Cirebon Barat

o
Mang
Dharma, Jl. Slamet Riyadi - Krucuk



-
Nasi
Jamblang

o
Depan
Mal Grage, Jl. Tentara Pelajar - Gunungsari (tanyakan harga sebelum makan)

o
Nasi
Jamblang Pelabuhan, Jl. Yos Sudarso, dekat Pintu III Pelabuhan



-
Nasi
Lengko & Sate Kambing

o
Jl.
Pagongan, sebelah Kantor Telkom



-
Pujasera

o
Tenda
CSB, Jl. Cipto MK (free hot spot)

o
Wisata
Kuliner, Jl. Kesambi

o
Warung
Mang Kapi, Jl. Tentara Pelajar

o
Pujasera
Lido Bowling, Jl. Cipto MK

o
Parkir
Barat Mal Grage, Jl. Tentara Pelajar (free hot spot)



-
Warung
Tenda/Kakilima

o
Sepanjang
Jl. RA Kartini

o
Sepanjang
Jl. Tuparev

o
Sepanjang
Jl. Cipto MK (mulai depan SMAN 2 - depan Carrefour)

o
Sepanjang
Jl. Tentara Pelajar, mulai depan Mal Grage - jalan kereta api dekat Jl. Ampera



-
Sea
Food

o
H.
Moel's Seafood, Jl. Kalibaru dan Jl. Cipto MK (depan SMA Kristen)

o
Hasil
Laut Indonesia - Tenda CSB, Jl. Cipto MK



-
Toko
Bahan Kue

o
Toko
Sanitas, Jl. Pasuketan (buka Senin - Sabtu, pk. 08.00 - 17.00)

o
Toko
Subur, Pasar Kanoman (buka tiap hari, pk. 07.00 - 16.00)

Hampir semua tempat makan di atas mempunyai mushola yang
cukup memadai dan beberapa di antaranya menawarkan lokasi open air, sangat 
cocok untuk menikmati buka puasa yang sejuk di
tengah panasnya udara Cirebon meski malam menjelang.




Alex Setia
Group Life & Health Underwriting
PT. Asuransi Jiwa Recapital (Relife)
Recapital Building Lt. 7 Jl. Adityawarman No.53-57
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T : 021-725 6272 (Hunting) ext: 828
F : 021-725 6615
[EMAIL PROTECTED]<mailto:[EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke